
Tok ... Tok ... Tok ...
"Kelvin, apa kamu di dalam? Boleh Daddy masuk?" tiba-tiba terdengar suara Tuan Alamsyah di luar sana membuat Kelvin merasa terkejut, begitupun dengan Indah dan juga Jerry.
Ketiganya nampak saling menatap satu sama lain dengan wajah pucat pasi juga keringat yang mengalir dari pelipis wajahnya kini. Apa yang akan terjadi jika ayah mereka tahu bahwa mereka bertiga sedang berkumpul di satu kamar yang sama? Apa yang akan terjadi dengan Indah, jika Tuan Alamsyah sampai menyadari siapa dia yang sebenernya?
Tok ... Tok ... Tok ...
Cekrek! Cekrek! Cekrek!
Tuan Alamsyah berusaha untuk membuka pintu. Untungnya Jerry masih menyempatkan untuk mengunci pintu tersebut sebelumnya. Panik, ketiganya malah berjalan mondar-mandir mencari tempat untuk bersembunyi.
"Apa yang akan kita lakukan? Kita harus sembunyi secepatnya sebelum Daddy curiga," Kelvin dengan suara yang sangat pelan bahkan hanya mulutnya saja yang terlihat bergerak sementara suaranya dia tahan sedemikan rupa.
"Cepat sembunyi," pinta Jerry membuka lemari lalu mendorong tubuh adiknya juga Indah masuk ke dalam lemari tersebut dan pintu pun di tutup rapat kemudian.
"Astaga, kenapa jadi mereka yang bersembunyi? Ini 'kan kamar Kelvin, seharusnya saya yang sembunyi," gumam Jerry lagi lalu membuka pintu lemari dan menarik adiknya keluar dari dalam sana.
"Ada apa lagi?" tanya Kelvin terlihat panik.
"Ini kamar kamu, Abang yang seharusnya bersembunyi," jawab Jerry lalu masuk ke dalam lemari.
"Hah? Tapi--" Kelvin tidak meneruskan ucapannya. Dia merasa tidak rela jika Indah berada di satu ruangan sempit dengan laki-laki lain meskipun hanya kakaknya sendiri.
Tok ... Tok ... Tok ...
__ADS_1
"Kelvin!"
Sementara sang ayah masih tidak menyerah dan terus saja mengetuk pintu dan memanggil namanya di luar sana. Suara ketukannya bahkan semakin nyaring. Begitupun dengan suara sang ayahnya yang tidak berhenti memanggil namanya.
"Kelvin! Kamu baik-baik saja 'kan? Kamu tidak melakukan hal yang macam-macam 'kan?"
"Iya, Dad. Saya buka pintunya sekarang."
Kelvin menarik napas panjang lalu menghembuskannya secara perlahan, mencoba untuk mengatur napasnya sebelum dia benar-benar membuka pintu kamar.
Ceklek!
Pintu kamar pun akhirnya di buka. Tuan Alamsyah menerobos masuk begitu saja ke dalam kamar dan berdiri tepat di depan lemari pakaian dimana Jerry dan Indah bersembunyi didalamnya. Tentu saja, hal itu membuat Kelvin merasa gugup juga salah tingkah.
"Ada apa Daddy kemari?" tanya Kelvin mencoba bersikap biasa saja.
'Daddy pasti senang 'kan karena Mommy sudah tidak ada? Dengan begitu, Daddy bebas menikahi selingkuhan Daddy itu,' (batin Kelvin.)
"Kenapa kamu diam?" tanya Tuan Alamsyah menatap tajam wajah Kelvin.
"Semudah itu Daddy mengatakan hal itu? Apa Daddy tidak merasa sedih sama sekali dengan kepergian Istri Daddy sendiri?" tanya Kelvin balas menatap wajah sang ayah dengan tatapan mata yang tidak kalah tajamnya.
"Apa maksud kamu? Tentu saja Daddy sedih. Suami mana yang tidak akan sedih dengan kepergian istrinya?"
'Bohong, Daddy jelas berbohong. Sudah sejak lama Daddy ingin istri Daddy itu mati bukan?' (batin Kelvin.)
__ADS_1
"Pokoknya, hal ini jangan sampai membuat rencana pertunangan kamu dengan Evelin di tunda. Kalian akan tetap bertunangan bulan depan, dan menikah 3 bulan setelahnya, mengerti?"
Kelvin seketika mengepalkan kedua tangannya juga tersenyum menyeringai. Dia mencoba menahan emosi yang sebenarnya ingin sekali dia luapkan kepada ayahnya itu. Namun, belum saatnya dia melakukan hal itu.
'Tunggu sebentar lagi, Dad. Sebentar lagi saya akan membuat Daddy mendekap di balik jeruji besi,' (batin Kelvin.)
"Kamu mengerti apa yang Daddy katakan?" tanya sang ayah menaikan suaranya.
"Lakukan apapun yang Daddy inginkan. Toh saya hanya boneka Daddy dimana saya harus mengikuti apapun yang Daddy perintahkan," jawab Kelvin dengan nada suara malas.
"Bagus, memang seperti itulah seharusnya. Dari dulu kamu memang putra Daddy yang paling penurut, tidak seperti kakakmu si Jerry itu. Pembangkang bahkan tidak sekalipun dia membuat Daddy merasa bangga," ucap Tuan Alamsyah tersenyum senang lalu hendak keluar dari dalam kamar.
"Jika saya membangkang seperti yang dilakukan oleh Abang Jerry, apa yang akan terjadi dengan saya? Apa Daddy lupa kalau sandra Daddy sudah tidak ada? Mommy sudah mati, bukankah Daddy sudah tidak bisa lagi mengancam saya dengan alasan keselamatan Mommy?'' tanya Kelvin penuh penekanan, membuat sang ayah seketika menghentikan langkah kakinya lalu menoleh dan menatap wajahnya kini.
"Apa kamu lupa kalau kamu masih punya satu wanita yang sangat kamu cintai? Atau, kamu sudah melupakan dia dan sama sekali tidak mencintai dia lagi, si Indah itu?"
BERSAMBUNG
Follow Ig @renitriansyah
fb @Reni
...****************...
PROMOSI NOVEL
__ADS_1