
Melani merasa terkejut tentu saja. Dia bahkan membulatkan bola matanya merasa tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Dirinya sama sekali tidak menyangka bahwa hari ini akhinya tiba, hari dimana hubungan gelapnya dengan bosnya sendiri akan diketahui oleh dunia.
"Kenapa Anda diam saja, Nona Melani? Kenapa Anda tidak menyangkalnya? Apakah berita itu benar? Anda telah menjadi gun*ik Pak Mentri selama 5 tahun lamanya, bahkan dari sebelum istri beliau meninggal dunia?'' tanya Wartawan lainnya.
"GU*DIK?" Melani kembali membulatkan bola matanya, dia sama sekali tidak suka dengan panggilan gu*dik yang baru saja disematkan kepadanya itu.
"Apa lagi namanya kalau bukan gun*ik?'' celetuk Wartawan lainnya lagi.
Melani benar-benar di buat kesal. Dia bahkan tidak tahu harus menjawab apa lagi sekarang. Wajahnya pun seketika memerah merasa malu tentu saja. Apalagi, saat ini dirinya dijadikan ajang tontonan para karyawan yang hendak masuk ke dalam kantor.
"Sial," gumamnya berlari menjauh dari arah wartawan.
Tentu saja para Wartawan itu segera berlari mengejar lengkap dengan lampu yang menyala saling bersahutan berasal dari kamera yang mereka arahkan kepada wanita bernama Melani. Wanita berusia pertengahan 30-han itu bak menjelma menjadi seorang artis yang beritanya begitu di buru oleh para pewarta. Wajahnya kini muncul di berbagai media on line maupun media cetak. Bahkan, berita tentang perselingkuhan Mentri keuangan dengan sekretarisnya sendiri itu menjadi trending topik dan menduduki peringkat teratas berita terpanas hari ini.
Ceklek!
Blug!
Melani segera membuka pintu mobil dan masuk ke dalamnya. Dia benar-benar merasa lega karena akhirnya bisa terbebas dari Wartawan yang berjumlah lebih dari 10 orang itu. Namun, rasa leganya itu sama sekali tidak bertahan lama karena dari kejauhan mereka terlihat menghampiri mobilnya dengan begitu antusias.
"Sialan, kenapa mereka gigih sekali? Aku harus segera pergi dari sini," gumam Melani merasa kesal.
__ADS_1
Tidak menunggu lama lagi, mesin mobil pun akhirnya dinyalakan dan melaju kencang kemudian.
Cekrek! Cekrek! Cekrek!
Kamera para pencari berita itu pun mengabadikan moment dimana mobil Melani meninggalkan halaman parkir. Semua yang ada di sana nampak merasa kecewa karena wanita yang menjadi selingkuhan Mentri keuangan itu sama sekali tidak mengatakan apapun selain menunjukan keterkejutannya saja.
Akan tetapi, hal berbeda di rasakan oleh Ilham yang ternyata ada di antara mereka juga. Dia nampak tersenyum menyeringai menatap mobil yang saat ini mulai meninggalkan area parkiran dengan kecepatan tinggi.
'Dasar ja*ng, bisanya cuma kabur saja. Apa kamu pikir dengan seperti itu berita ini akan mereda begitu saja?' (batin Ilham.)
****
Melani segera mendatangi kediaman Tuan Alamsyah. Dia akan memberitahukan tentang apa yang baru saja dialaminya di kantor. Mobil yang dikendarainya pun melipir lalu berhenti tepat di depan pagar tinggi menjulang.
Ceklek!
Blug!
Tanpa di sangka dan tanpa di duga, mobil tersebut pun berhenti tepat di depan Melani. Tentu saja, hal itu membuat Melani merasa salah tingkah dengan wajah yang memerah. Namun, dia masih berusaha untuk bersikap tenang seolah tidak terjadi apa-apa.
Ceklek ...
__ADS_1
Blug ...
Pintu mobil pun di buka lalu kembali di tutup setelah Kelvin keluar dari dalamnya dengan tersenyum menyeringai. Dia menghampiri Melani lalu menyapanya kemudian. Melani pun semakin merasa gugup tentu saja.
"Selamat pagi Mbak Melani. Ada apa Anda pagi-pagi begini sudah datang kemari?" tanya Kelvin menatap wajah Melani dengan tatapan tajam.
"Apa lagi, saya mau ketemu sama Pak Mentri,'' jawab Melani sedikit terbata-bata.
"Kalian 'kan bisa ketemu di kantor? Kenapa harus datang ke rumah segala? Apakah berita yang saya dengar itu benar?"
Melani terlihat semakin gugup saja. Namun, dia berusaha untuk menyembunyikan rasa gugupnya dengan mencoba untuk tersenyum juga balas menatap wajah Kelvin kini. Melani sama sekali tidak takut kepada pemuda yang sebentar lagi akan menjadi anak tirinya itu.
"Memangnya kenapa kalau berita itu benar? Bukankah wajar jika seorang bos yang kesepian jatuh cinta kepada skertarisnya sendiri? Lagi pula, ayah kamu itu duda lho sekarang,'' jawab Melani penuh percaya diri.
"Duda? Anda yakin kalau hubungan kalian ini terjalin setelah Daddy saya menjadi seorang duda?''
"Apa maksud kamu, Kelvin?"
"Anda pikir saya ini bodoh, hah? Apa Anda pikir saya tidak tahu bahwa hampir setiap malam Anda keluar dari dalam kamar Daddy saya? Mbak Melani, saya bukan anak kecil. Selama ini saya diam bukan berarti saya tidak tahu apa-apa, saya hanya menunggu waktu yang tepat untuk menjatuhkan kalian berdua hanya dengan sekali pukulan.''
BERSAMBUNG
__ADS_1
...****************...