Hasrat Cinta Putra Sang Penguasa

Hasrat Cinta Putra Sang Penguasa
Akhir Dari Segalanya


__ADS_3

Tuan Alamsyah nampak terkejut tentu saja. Dia membuka amplop berwarna coklat tersebut lalu membaca surat resmi di dalamnya. Isinya adalah hal yang sangat tidak dia duga juga bukan hal yang dia inginkan tentunya.


"Tunggu, Pak. Apa ini? Saya benar-benar di pecat dari jabatan saya padahal masa jabatan saya baru selesai 2 tahun lagi?" tanya sang Mentri membulatkan bola matanya.


"Kenapa memangnya? Seharusnya kamu tidak terkejut seperti itu dong. Kamu tahu sebagai seorang Mentri kamu harus menjaga sikap dan perilaku kamu sebagai cerminan masyarakat. Tapi apa yang kamu lakukan? Berselingkuh dengan sekertaris kamu sendiri di saat istri kamu sedang dalam keadaan koma? Dasar tidak beradab," tegas Pak Presiden penuh penekanan.


"Itu tidak benar, Pak? Saya dan sekertaris saya itu baru menjalani hubungan setelah istri saya meninggal."


"Lalu apa ini?"


Pak Presiden memperlihatkan rekaman video yang sempat di ambil oleh Jerry, di sana terpampang jelas Tuan Alamsyah sedang bermesraan dengan Melani tidak ada satupun yang terlewatkan. Tentu saja, apa yang di lihat oleh Tuan Alamsyah itu membuatnya merasa terkejut bahkan dadanya tiba-tiba saja terasa sesak kini.


Apakah ini adalah akhir dari karirnya sebagai seorang pejabat? Tidak, baginya ini adalah akhir dari hidupnya juga. Jabatan, kekayaan bahkan nama baiknya telah hilang akibat keserakahannya sebagai seorang manusia yang kurang bersyukur.


"Cepat kemasi barang-barang kamu, Alamsyah. Saya tidak sudi memiliki pegawai seperti kamu.''


"Tapi, Pak--"


"Tidak ada tapi-tapian lagi. Buktinya sudah jelas, kamu tidak bisa mengelak lagi sekarang."

__ADS_1


Tuan Alamsyah diam seraya menundukkan kepalanya. Wajahnya pun terlihat pucat pasi lengkap dengan keringat dingin yang membasahi wajahnya. Dia tidak mengatakan sepatah katapun lagi kini.


"O iya, segera keluar juga dari rumah dinas yang selama ini kamu tinggali. Karena sekarang kamu sudah bukan lagi seorang Mentri, maka rumah itu akan segera di huni oleh pengganti kamu nanti."


Ucapan terakhir Pak Presiden sebelum beliau benar-benar meninggalkan ruangan tersebut.


'Sial, semua ini gara-gara si Melani. Andai saja aku tidak pernah berurusan dengan dia, mungkin ini tidak akan pernah terjadi. Andai saja aku tidak tergoda dengan rayuan mautnya mungkin saja aku tidak akan di pecat seperti ini. Aku bukan hanya kehilangan dua putraku, tapi aku telah kehilangan segalanya. Semua ini gara-gara si jal*ng itu,' (batin Tuan Alamsyah.)


* * *


Di waktu yang bersamaan, kabar tentang pemecatan Mentri keuangan pun dengan cepat menyebar. Berbagai media on line maupun cetak menjadikan berita itu topik utama dan seketika menjadi trending topik tentu saja. Tidak hanya itu saja, berita menghebohkan tentang peselingkan sang Mentri dengan sekertaris-nya itu bahkan ditayangkan di televisi.


Kelvin yang saat ini masih berada di Villa milik Evelyn bersama Indah dan keluarganya nampak menyaksikan dengan kedua matanya sendiri berita tentang sang ayah dari layar televisi. Wajahnya terlihat datar, tatapan matanya menatap layar televisi berukuran besar. Namun, hatinya diliputi rasa dilema yang begitu mendalam.


"Hah? Eu ... Tentu saja saya baik-baik saja," jawab Kelvin, jelas sekali di mata Indah bahwa dia sama sekali tidak baik-baik saja.


"Kamu yakin? Tidak usah berbohong kepadaku, Vin. Aku tahu bagaimana perasaan kamu. Walau bagaimanapun beliau itu adalah ayahmu sendiri, sejahat-jahatnya seorang ayah, tidak akan bisa menghapus ikatan batin kalian. Sebenci-bencinya kamu kepada beliau, tidak akan bisa menepis kenyataan bahwa ada DNA beliau ada di dalam tubuh kamu ini.''


"Jika kamu memang merasa khawatir, kenapa kamu tidak menemui dia? Setidaknya, kamu bisa memastikan bahwa beliau benar-benar telah menyesali perbuatannya dan berubah menjadi lebih baik lagi sekarang. Dengan begitu, kamu bisa memaafkan ayahmu itu nantinya," lirih Indah panjang lebar.

__ADS_1


Kelvin seketika menoleh lalu menatap wajah Indah kemudian. Betapa dia sangat beruntung memiliki seorang kekasih yang sangat pengertian bahkan setelah apa yang telah dilakukan oleh ayahnya kepada kekasihnya itu, gadisnya ini masih saja memintanya untuk memaafkan ayahnya.


Dia pun meraih pergelangan tangan sang kekasih lalu menggenggamnya erat. Kelvin bahkan mengusap punggung tangan sang kekasih lembut lengkap dengan tatapan penuh rasa cinta.


"Terima kasih, Ndah. Saya benar-benar bersyukur karena Tuhan telah mempertemukan saya dengan kamu. Terima kasih juga karena kamu masih setia berada di samping saya sampai saat ini."


Cup ...


Satu kec*pan pun mendarat di kening Indah kemudian. Lembut dan penuh kasih sayang membuat gadis itu sontak memejamkan kedua matanya kini.


Tok! Tok! Tok!


Suara pintu yang diketuk seketika mengejutkan mereka berdua. Kelvin pun bangkit lalu berjalan ke arah pintu dan membukanya.


Ceklek!


Pintu pun di buka lebar. Kelvin seketika merasa terkejut menatap seseorang di luar sana.


"Pak Presiden?" gumam Kelvin tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya.

__ADS_1


BERSAMBUNG


...****************...


__ADS_2