
Kelvin mengakhiri pertemuan malam ini dengan perasaan bahagia. Rasa rindu yang selama ini dia tahan selama satu bulan lamanya akhirnya terobati. Meski hanya pertemuan singkat yang hanya berlangsung selama beberapa jam saja, tapi hal itu mampu mencairkan kerinduan yang selama ini terasa membekukan hatinya.
Kelvin pun tersenyum seraya melambaikan tangan saat gadis itu mulai masuk ke dalam rumahnya. Dia sama sekali tidak ingin melewatkan sedetikpun dalam menatap gadis yang dia cintai itu meskipun hanya menatap punggungnya saja sebelum Indah benar-benar masuk ke dalam sana. Kelvin benar merasa bahagia, setiap detik yang dia lewati malam ini terasa begitu berharga.
"Saya akan kembali lagi ke sini, Indah. Setiap hari, saya ingin ketemu dengan kamu setiap hari," gumam Kelvin sebelum dia benar-benar menyalakan mesin mobil dan melaju kencang kemudian.
***
Keesokan harinya.
Kelvin menjalani hari-harinya seperti biasa. Bekerja di kantor kementrian bersama sang ayah tentu saja. Rutinitas yang sama pun dia lakukan setiap harinya, tapi dengan perasaan yang berbeda hari ini.
Pertemuannya dengan Indah semalam benar-benar telah membuat perasaan Kelvin terasa berbeda. Bak bunga Mawar yang bermekaran di taman, terlihat ceria juga wajahnya yang segar lengkap dengan senyuman yang mengembang sempurna dari kedua sisi bibirnya. Tentu saja hal itu membuat Tuan Alamsyah sang ayah merasa heran.
"Ada apa dengan wajahmu? Apa pertemuan kamu dengan Evelyn berjalan lancar kemarin?" tanya sang ayah duduk dengan bersilang kaki di ruangan Kelvin putranya.
"Begitulah kira-kira. Saya gak nyangka ternyata Evelyn gadis yang sangat manis," jawab Kelvin.
"Apa Daddy bilang, dia itu bukan gadis sembarangan. Selain berasal dari kalangan bangsawan, dia juga berpendidikan tinggi. Penampilan dia juga berkelas, tidak seperti mantan pacar kamu yang kampungan itu."
Kelvin mengepalkan kedua tangannya. Ingin sekali dia membungkam mulut ayahnya itu dengan kepalan tangannya sendiri. Namun, dia mencoba menahan sekuat tenaga, emosi yang saat ini memenuhi hatinya.
"Hmm ... Terserah Daddy saja," singkat Kelvin malas menanggapi ucapan sang ayah.
__ADS_1
Kring ... Kring ... Kring ...
Suara ponsel sang ayah terdengar nyaring, Tuan Alamsyah merogoh jas hitam yang dikenakannya lalu meraih ponsel dari dalam sana. Dia pun menatap layar ponsel sejenak lalu mengangkat telpon.
📞 "Halo, Dokter. Ada apa?" tanya Tuan Alamsyah mengangkat telpon.
Entah apa yang diucapkan oleh sang Dokter di dalam telpon, raut wajah Tuan Alamsyah seketika berubah memerah terlihat sedih atau hanya pura-pura bersedih, hanya Tuhan yang tahu. Tentu saja hal itu membuat Kelvin merasa heran.
"Ada apa, Dad?" tanya Kelvin mengerutkan kening.
Tuan Alamsyah diam tidak menjawab. Dia menutup telpon lalu menggenggam ponsel miliknya erat terlihat begitu terpukul. Laki-laki paruh baya itu pun menatap wajah Kelvin kemudian.
"Dad?" rengek Kelvin, perasaanya mulai merasa tidak enak.
"Ada apa sama Mommy, katakan!"
"Dokter baru saja memberi kabar kalau Mommy kamu telah tiada," lemah Tuan Alamsyah, membuat Kelvin merasa terkejut tentu saja.
"Apa! Nggak, Daddy pasti bohong 'kan? Gak mungkin kalau Mommy sudah--" Kelvin tidak mampu meneruskan ucapannya, tubuhnya seketika terasa lemas.
"Lebih baik kita ke Rumah Sakit sekarang."
"TIDAK, DAD. MOMMY GAK MUNGKIN MATIIII ... TIDAAAAAAK!" teriak Kelvin histeris. Suaranya terdengar nyaring dan memekikkan telinga.
__ADS_1
'Melani ... Aku yakin ini perbuatan Melani. Ternyata dia tidak bisa bersabar sebentar saja dan bertindak sendiri tanpa memberitahukan kepada aku terlebih dahulu,' (batin Tuan Alamsyah.)
***
Berita tentang meninggalnya istri dari Mentri keuangan tentu saja mengejutkan masyarakat. Beritanya bahkan di muat secara eksklusif di media online maupun media cetak. Nyonya Aprilia dikenal oleh masyarakat sebagai sosok baik hati dan dermawan, sampai akhirnya tiba-tiba saja di nyatakan koma selama lebih dari 5 tahun tanpa sebab yang jelas. Kepergian beliau tentu saja menyisakan luka di hati Masyarakat.
Berita itu pun sampai di telinga Indah tentu saja. Dia sama sekali tidak menyangka bahwa Nyonya Aprilia akan berpulang secepat ini bahkan sebelum mereka sempat bertemu dalam keadaan sadar. Nekat, Indah pun akan pergi ke kediaman Kelvin, karena dia tahu betul bahwa kekasihnya itu pasti sedang membutuhkan dukungan darinya.
Dengan mengenakan pakaian serba hitam, lengkap dengan kerudung dengan warna senada yang dia lingkarkan sembarang di kepalanya. Indah berada di antara pelayat yang hampir memenuhi kediaman kekasihnya itu. Kedua mata gadis itu nampak menatap sekeliling mencari keberadaan Kelvin sang kekasih yang sama sekali tidak terlihat dimanapun kini.
Dia pun memasuki lebih dalam lagi rumah besar dan mewah yang saat ini hampir dipenuhi para pelayat juga kerabat dekat mendiang. Indah hendak memasuki ruangan paling belakang rumah tersebut, tapi tiba-tiba saja dia menghentikan langkah kakinya saat mendengar suara seorang laki-laki menyapa dirinya.
"Tunggu, Nona."
Indah sontak menghentikan langkah kakinya dengan tubuh yang gemetar.
'Pak Mentri? Tidak, aku tidak boleh sampai ketahuan sama dia kalau aku sedang berada di sini sekarang,' (batin Indah.)
Follow IG : @Renitriansyah
FB : @Reni
BERSAMBUNG
__ADS_1
...****************...