
Jerry akhirnya mendapatkan lampu hijau. Hubungannya dengan sang kekasih mendapatkan restu dari calon mertuanya yang tidak lain dan tidak bukan adalah Presiden negeri ini. Menjadi calon menantu seorang Presiden adalah sebuah kebanggaan baginya.
Meskipun, dia harus bersabar menunggu selama satu tahun untuk menikahi kekasihnya itu. Namun, baginya itu sama sekali tidak menjadi masalah, toh mereka akan menikah juga pada akhirnya.
Sementara sang adik Kelvin Alamsyah masih belum memberikan jawaban atas tawaran sang Presiden untuk menduduki posisi Mentri menggantikan Alamsyah ayahnya yang baru saja di pecat secara tidak hormat, akibat skandalnya dengan sekertaris-nya sendiri.
Sementara Indah permata, dia pun telah kembali ke rumahnya bersama orang tuanya tentu saja. Dia pun telah menjalani hari-harinya seperti biasa sebagai kekasih dari Kelvin Alamsyah dan sebagai rakyat biasa tentunya. Dia tidak tahu bahwa sebentar lagi kehidupannya akan benar-benar berubah, dari yang hanya rakyat biasa menjadi istri dari pejabat tinggi tentunya.
Kelvin dan Jerry memutuskan untuk mengunjungi ayahnya yang saat ini telah meninggalkan rumah mewahnya yang merupakan rumah dinasnya selama ini. Meskipun begitu, Tuan Alamsyah tetap tidak jatuh miskin karena dia memang sudah terlahir kaya raya. Hanya saja, kekayaan yang dia miliki sama sekali tidak membuatnya merasa bahagia karena dia hanya hidup sendirian dan telah ditinggalkan oleh putra-putranya.
Tok ... Tok ... Tok ...
Pintu pun di ketuk secara berkali-kali, tapi Kelvin dan kakaknya sama sekali tidak mendapatkan jawaban apapun. Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya mereka memutuskan untuk masuk ke dalam rumah karena merasa takut sesuatu yang buruk telah menimpa ayahnya yang hanya tinggal sendirian saja.
Ceklek!
Pintu pun di buka lebar. Mereka berdua masih ke dalam rumah kemudian. Jerry memanggil ayahnya secara berkali-kali, tapi masih saja tidak mendapatkan jawaban.
"Dad! Kami datang!" teriak Jerry semakin memasuki rumah tersebut.
"Apa Daddy sedang tak ada di rumah?" ucap Kelvin kemudian. Dia pun berjalan ke arah pintu kamar yang saat ini di tutup rapat.
Ceklek!
Pintu tersebut pun di buka. Kelvin masuk ke dalam kamar dan seketika terkejut karena ayahnya sedang berbaring di atas ranjang seperti orang yang sedang kesakitan.
"Apa Daddy sakit?" tanya Kelvin berjalan menghampiri.
"Kalian datang? Maaf Daddy gak bisa membukakan pintu, sebenarnya Daddy mendengar suara kalian tadi, tapi Daddy benar-benar sedang gak enak badan," jawab Tuan Alamsyah mencoba untuk bangkit dengan di bantu oleh Kelvin sang putra.
__ADS_1
"Kenapa Daddy gak bilang kalau Daddy sedang sakit? Kami bisa datang kemari untuk menemani Daddy di sini," ujar Jerry masuk ke dalam kamar.
"Mana mungkin Daddy menyusahkan kalian setelah apa yang sudah Daddy lakukan selama ini. Tapi, Daddy benar-benar menyesal sekarang. Daddy sadar kalau keserakahan hanya membuat Daddy menderita dan Daddy telah mendapatkan karmanya.''
"Syukurlah kalau Daddy sudah menyesali semuanya, sekarang Daddy nikmati saja masa tua Daddy tanpa melakukan apapun. Bagaimana kalau kita ke rumah sakit saja, Daddy harus di periksa, setidaknya kita tahu Daddy sebenarnya menderita penyakit apa," pinta Kelvin kemudian.
"Sebenarnya obat yang akan menyembuhkan penyakit Daddy ini hanya satu."
Kelvin dan Jerry seketika saling menatap satu sama lain. Mereka berdua sama sekali tidak mengerti dengan apa yang baru saja di ucapkan oleh ayahnya itu.
"Apa itu, Dad? Katakan saja, kami akan membelikan obat yang Daddy minta berapapun harganya," tanya Jerry kemudian.
"Kalian ... Kalian adalah obat yang paling mujarab buat Daddy. Maafkan semua kesalahan Daddy, Nak. Terutama sama kamu Kelvin, Daddy sadar kalau apa yang telah Daddy lakukan ini adalah sebuah kesalahan. Daddy mengaku salah, maafkan Daddy ... Hiks hiks hiks!" tangis Tuan Alamsyah pun seketika pecah. Wajahnya pun benar-benar terlihat mengenaskan.
Kelvin bisa menangkap ketulusan dari pancaran mata Tuan Alamsyah sang ayah. Dia pun tersenyum lalu meraih pergelangan tangan ayahnya itu lalu mengusap punggung tangannya lembut dan penuh kasih sayang.
"Terima kasih, Nak. Daddy minta, bawa juga Indah ke sini, Daddy akan meminta maaf sama gadis itu juga."
"Daddy tak ingin ketemu juga sama calon istri saya?" tanya Jerry kemudian.
"Memangnya kamu punya pacar?" Tuan Alamsyah mengerutkan kening.
"Kami lupa bilang sama Daddy, kalau sebentar lagi Daddy akan menjadi besan Pak Presiden.''
"Hah? Apa hubungan Kelvin dengan Indah sudah berakhir? Apa itu karena Daddy? Astaga, Daddy benar-benar menyesal sekali, Nak. Maafkan Daddy!"
"Tidak, bukan saya yang akan menikahi Evelyn?"
Sang ayah pun semakin tidak mengerti.
__ADS_1
"Sebenarnya, Abang Jerry sudah lama menjalin hubungan dengan Evelyn, saya juga baru tahu akhir-akhir ini. Daddy tahu, Pak Presiden telah merestui hubungan mereka," jelas Kelvin.
"Serius? Kamu tidak bercanda 'kan?"
"Tentu saja tidak. Jadi, saya harap Daddy mau di periksa ke Rumah Sakit agar Daddy bisa menghadiri pernikahan Abang satu tahun lagi."
Tuan Alamsyah seketika merasa terharu. Dia benar-benar tidak tahu bahwasanya putra sulungnya itu adalah kekasih dari gadis bernama Evelyn. Meskipun begitu, dia sama sekali tidak merasa tinggi hati. Menjadi besan dari seorang Presiden sama sekali tidak ada artinya lagi sekarang.
Baginya, kebahagiaan putra-putranya adalah hal yang paling utama dalam hidupnya saat ini. Sudah dimaafkan oleh kedua putranya saja dia sudah merasa sangat bersyukur. Tuan Almansyah mengusap wajahnya kasar, rasa syukur pun dia ungkapkan secara berkali-kali.
''O iya, Dad. Ada yang ingin saya katakan juga sebenarnya. Pak Presiden meminta saya untuk menggantikan posisi Daddy sebagai Mentri keuangan. Bagaimana menurut Daddy?'' tanya Kelvin kemudian membuat sang ayah terkejut bahkan merasa mendapatkan kejutan yang tidak terduga.
''Kamu tidak bercanda 'kan? Pak Presiden meminta kamu untuk menggantikan posisi Daddy?''
Kelvin mengangguk-anggukan kepalanya seraya tersenyum kecil.
''Ya Tuhan ... Daddy senang sekali mendengarnya. Daddy yakin kamu bisa menjadi seorag Mentri yang baik nantinya. Jangan seperti Daddy, Daddy terlalu serakah tidak pernah merasa puas dengan apa yang sudah Daddy miliki sampai akhirnya kehilangan semuanya.''
''Apa saya harus menerima tawaran itu?''
''Tentu saja. Kenapa tidak? Daddy bangga sama kalian berdua. Tanpa campur tangan Daddy pun kalian bisa sukses dan bisa memenuhi hadapan dan impian Daddy sebenarnya. Namun, Daddy kalian yang serakah ini tidak sabaran dan tidak percaya dengan kemampuan putra-putranya. Sekali lagi Daddy benar-benar minta maaf dan menyesali semua perbuatan Daddy ini,'' lirih Tuan Alamsyah merasa bangga juga penuh penyesalan.
Kelvin seketika memeluk tubuh renta ayahnya tersebut. Dia mengusap punggung sang ayah lembut dan pelan juga penuh kasih sayang. Jerry yang menyaksikan hal itu pun melakukan hal yang sama kini. Dia merentangkan kedua tangannya dan memeluk ayah serta adik kesayangannya secara bersamaan.
''Kami sudah memaafkan semua kesalahan Daddy. Jadi, berhenti meminta maaf dan kita jalanin hidup dengan bahagia mulai sekarang. Kami akan selalu ada di sini, di sisi Daddy,'' lirih Jerry lembut dan penuh kasih sayang.
BERSAMBUNG
...****************...
__ADS_1