Hasrat Cinta Putra Sang Penguasa

Hasrat Cinta Putra Sang Penguasa
Bukti


__ADS_3

"Aku beruntung memiliki kekasih kekasih seperti kamu, Jer. Aku akan selalu mendukung apapun yang kamu lakukan. Aku juga akan menunggu sampai semua masalahmu selesai,'' lirih Evelyn dengan perasaan haru.


Dirinya benar-benar merasa bangga memiliki kekasih seperti Jerry. Kekayaan, ketampanan juga status sosial yang dimiliki oleh kekasihnya itu tidak serta-merta membuat Jerry menjadi manusia yang sombong. Jerry bahkan terang-terangan mengatakan kepada dirinya, bahwa dia sama sekali tidak merasa bangga lahir dan dibesarkan sebagai putra dari seorang Mentri. Yang lebih membuatnya merasa kagum lagi adalah, Jerry menyembunyikan fakta bahwa dia sebenarnya adalah putra dari salah satu penguasa negara ini yang biasanya di banggakan oleh kebanyakan anak di luaran sana.


"Tapi, sayang. Apa tidak masalah untuk kamu jika suatu saat nanti kita menikah, saya hanya menjadi rakyat biasa? Bukan putra dari seorang pejabat lagi?'' tanya Jerry kemudian.


"Apa maksud kamu? Bukankah selama ini aku tidak pernah mempermasalahkan status sosial kamu? Aku bahkan tidak pernah bertanya, siapa orang tua kamu? Apa pekerjaan mereka?" jawab Evelyn.


"Hmm ... Benar juga. Saya benar-benar beruntung punya kekasih seperti kamu, meskipun kamu lahir dan dibesarkan dari keluarga terpandang bahkan putri dari seorang presiden negeri ini, tidak membuat kamu menjadi wanita sombong. Saya janji akan segera menyelesaikan masalah keluarga saya dan menikahi kamu, sayang,'' janji Jerry bersungguh-sungguh.


"Aku juga beruntung karena memiliki pacar seperti kamu. I love you, Jerry."


"I love you too, Evelyn.''


Cup!


Satu kec*pan pun mendarat di bibir masing-masing.


****


Cekrek!


Cekrek!


Cekrek!


Ilham Wartawan dari media on line yang biasa memburu berita mengenai politik, nampak sedang mengabadikan kegiatan sehari-hari Mentri keuangan. Sudah lebih dari satu minggu ini dia melakukan pengintaian demi mendapatkan berita yang dia inginkan. Akan tetapi, sampai detik ini dia sama sekali belum menemukan hal yang mencurigakan, sepertinya Mentri keuangan itu benar-benar bermain dengan sangat rapi.

__ADS_1


Saat ini dirinya sedang berada di depan kantor kementrian, tempat dimana Tuan Alamsyah mengerjakan tugasnya sebagai seorang Mentri tentu saja. Di luar sana, Tuan Alamsyah nampak sedang berbincang dengan seorang wanita. Namun, mereka sama sekali terlihat biasa saja.


"Siapa wanita itu? Mereka terlihat biasa saja,'' gumam Ilham masih saja memotret kebersamaan mereka.


Sampai akhirnya, wanita tersebut masuk ke dalam mobil yang sama dengan sang Mentri.


"Kena kau, akhirnya kalian masuk ke dalam mobil yang sama.''


Cekrek! Cekrek! Cekrek!


Dia segera mengabadikan moment yang telah dia tunggu itu. Mobil yang dikendarai oleh Tuan Alamsyah pun perlahan mulai meninggalkan tempat itu. Tentu saja, Ilham segera mengikuti dari arah belakang dengan perasaan senang.


***


Tiga hari kemudian.


"Kamu yakin Wartawan itu akan datang? Kita sudah menunggu dia lebih dari satu jam lho,'' tanya Indah.


"Sebentar lagi juga datang. Saya juga sudah meminta Bang Jerry untuk datang ke sini," jawab Kelvin tersenyum ringan.


"O ya?''


"Dia juga bakalan bawa pacarnya ke sini.''


"Wah, serius? Bisa double date dong?"


Kelvin menganggukkan kepalanya seraya tersenyum kecil.

__ADS_1


Tidak lama kemudian Ilham pun akhirnya datang. Dia nampak tersenyum lebar. Menghampiri Kelvin dan juga Indah lalu duduk di kursi kemudian.


"Maaf, karena kalian harus menunggu lama," ucap Ilham.


"Tidak apa-apa, Mas Ilham. Gimana, apa kamu berhasil mendapatkan bukti itu?" tanya Kelvin.


"Tentu saja, jangan panggil saya Ilham jika saya tidak bisa mendapatkan apa yang saya inginkan. Anda tahu, saya mengikuti ayah anda selama 24 jam non lho.''


"O ya? Hmm ... Anda memang Wartawan sejati, Mas Ilham. Coba saya lihat, bukti apa yang telah kamu dapatkan.''


Tanpa basa-basi lagi, Ilham segera membuka amplop berisi poto-poto Tuan Alamsyah bersama seorang wanita. Wanita itu adalah Melani sekertaris pribadi Tuan Alamsyah sendiri. Di dalam poto tersebut, Melani nampak masuk ke dalam mobil, bahkan saat keluar dari dalam mobil pun, Ilham tidak melewatkan moment tersebut.


Akan tetapi, ada satu poto yang menarik perhatian Kelvin saat ini. Yaitu, ketika Melani keluar dari dalam Rumah Sakit tempat dimana sang ibu di rawat sebelum beliau meninggal dunia. Kelvin segera meraih poto tersebut dan menatapnya tajam.


"Poto itu terlihat biasa saja, Mas Kelvin. Wanita itu hanya masuk ke dalam Rumah Sakit, lalu keluar satu jam kemudian. Sepertinya dia habis memeriksa kesehatannya,'' ucap Ilham dengan wajah santai.


"Tidak, justru poto ini yang paling mencurigakan dari semua poto yang ada ini."


"Hah? Maksud anda?'' Ilham mengerutkan kening.


"Begini saja, saya minta berita ini mulai di up besok pagi. Saya ingin lihat bagaimana reaksi Daddy saya nanti.''


BERSAMBUNG


...****************...


PROMOSI NOVEL

__ADS_1



__ADS_2