Hasrat Cinta Putra Sang Penguasa

Hasrat Cinta Putra Sang Penguasa
Balas Dendam


__ADS_3

"Kena kau Melani. Akhirnya saya mendapatkan bukti bahwa memang kamulah yang telah menyekap Indah dan keluarganya. Mampus, kamu akan segera mendekap di dalam penjara," gumam Jerry menatap layar ponsel miliknya dengan perasaan puas tentu saja.


Dia pun mengirimkan bukti tersebut kepada Evelyn kekasihnya. Entah apa tujuan Jerry melakukan hal itu. Yang jelas, dia tidak main-main dalam membalaskan dendam kepada wanita yang telah merebut kebahagian mendiang sang ibu, juga telah mencuri cinta ayahnya dengan menjadi duri di dalam rumah tangga Tuan Alamsyah sang Mentri keuangan.


"Lihat saja, akan saya pastikan kamu membusuk di dalam penjara Melani. Kamu adalah penyebab dari penderitaan Mommy sampai dia menghembuskan napas terakhir pun semuanya karena kamu, wanita jal*Ng," gumam Jerry mengepalkan kedua tangannya.


* * *


Sementara itu, Kelvin masih saja mencari keberadaan Indah. Dia berkendara tanpa arah dan tujuan berharap bahwa dirinya akan menemukan wanita itu di suatu tempat nantinya. Perasaannya benar-benar kacau balau, pikiran diliputi rasa khawatir.


"Kamu dimana, Ndah?" gumam Kelvin memutar stir mobil dengan kecepatan sedang.


Dret ... Dret ... Dret ...


Sampai akhirnya, ponselnya pun seketika bergetar. Kelvin meraih ponsel tersebut lalu mengangkat telpon.


📞 "Halo,'' sapa Kelvin dengan nada suara malas.


📞 "Cepat datang ke alamat yang Abang kirimkan sekarang juga."


📞 "Alamat mana?"


📞 "Buka pesan dari Abang makannya."


📞 "Oke," jawab Kelvin singkat lalu melipir dan menghentikan laju mobilnya tepat di tepi jalan.


Dia segera membuka pesan yang dikirimkan oleh Jerry sang Kaka. Di sana tertulis jelas alamat yang harus di kunjungi oleh Kelvin. Tanpa berfikir panjang lagi, dia pun kembali menyalakan mesin mobil dan melaju kemudian.

__ADS_1


Tidak membutuhkan waktu lama untuk Kelvin sampai di tempat itu. Sebuah Villa entah milik siapa dia pun tidak tahu pasti. Namun, dirinya berharap bahwa di sanalah Indah bersama keluarganya berada saat ini.


Ckiiit!


Mobil pun berhenti tepat di halaman Villa. Kelvin segera keluar dari dalam mobil dengan perasaan tidak sabar. Dia bahkan mengabaikan rasa lelahnya setelah seharian berkendara demi mencari keberadaan gadis bernama Indah Permata hingga malam menjelang.


Tok! Tok! Tok!


Pintu Villa pun di ketuk kasar juga secara berkali-kali. Sampai akhirnya, pintu tersebut di buka lebar, dan Evelyn berdiri tepat di depan pintu kini. Kelvin menatap gadis itu dengan perasaan heran.


"Evelyn? Sedang apa kamu di sini? Abang mana? Apakah dia sudah menemukan Indah?" tanya Kelvin dengan napas yang tersengal-sengal membuat Evelyn hanya bisa tersenyum kecil.


"Masuk dulu, Abangmu ada di dalam, Vin,'' jawab Evelyn kemudian.


"Indah, apakah Indah dan keluarganya juga ada di sini?"


Kelvin segera masuk ke dalam sana lalu menatap sekeliling mencari keberadaan Indah kekasihnya tentu saja. Matanya nampak menatap setiap sudut ruangan tersebut tidak ada yang terlewatkan sedikitpun. Sampai akhirnya, kedua matanya menatap sepasang suami-istri yang tidak lain dan tidak bukan adalah kedua orang tua Indah, yang saat ini sedang duduk di kursi santai dengan televisi yang menyala di depan mereka.


"Apakah mereka?" gumam Kelvin, kembali menatap wajah Evelyn kemudian dan hanya di jawab dengan anggukan seraya senyuman kecil olehnya.


Tanpa basa-basi lagi, Kelvin segera menghampiri calon mertuanya itu. Dia menarik napas panjang lalu menghembuskannya secara perlahan, mencoba untuk mengatur helaan napasnya yang saat ini berhembus tidak beraturan.


"Om, Tante," sapa Kelvin ramah, berdiri tepat di depan orang tua Indah.


Sontak, kedua orang tua Indah pun berdiri serentak dan menatap wajah Kelvin kemudian.


"Kamu?" tanya Ibu Diana sang calon ibu mertua.

__ADS_1


"Perkenalkan, saya Kelvin Alamsyah. calon menantu ibu," ujar Kelvin menyalami ibu Diana dan juga suaminya secara bergantian.


''Kamu pacar putri kami, Indah?'' tanya ibu Diana menatap wajah Kelvin dengan seksama.


''Iya, Tante. Maaf karena saya terlambat memperkenalkan diri. Seharunya dari dulu saya menemui kalian dan meminta izin untuk mengencani putri kalian. Sekali lagi saya mohon maaf,'' ucap Kelvin sedikit membungkukkan tubuhnya memberi hormat.


''Kamu putra dari Pak Mentri?''


''Betul, Om.''


Kedua orang tua Indah nampak merasa canggung setelah mengetahui siapa kekasih dari putrinya itu. Mereka tidak tahu apakah harus merasa senang atau malah sebaliknya. Keluarga biasa seperti mereka apakah pantas memiliki besan seorang pejabat?


''Maaf, Tante. Apa boleh saya menemui putri kalian? Saya sudah mencari keberadaan Indah seharian ini,'' ucap Kelvin kemudian.


''Tunggu, Nak Kelvin. Apa boleh Om berbicara dengan kamu sebentar?''


''Tentu saja boleh, Om,'' jawab Kelvin entah mengapa perasaannya mulai merasa tidak enak.


'Ya Tuhan mudah-mudahan Om sama Tante merestui hubungan kami,' (batin Kelvin.)


BERSAMBUNG


...****************...


PROMOSI NOVEL


__ADS_1


__ADS_2