
Setelah posisi Mentri keuangan kosong selama 3 bulan. Akhirnya pelantikan pun diadakan. Mentri baru yang mengisi posisi itu adalah Kelvin Alamsyah tentu saja. Dia menjadi Mentri termuda sepanjang masa. Pelantikan diadakan di gedung kepresidenan dan dihadiri oleh pejabat tinggi lainnya.
Dengan memakai pakaian dinas berwarna putih, Kelvin akhirnya telah resmi di lantik oleh Presiden sendiri. Dia pun bertekad akan menjalankan tugasnya dengan penuh rasa tanggung jawab dan menjadi abdi negara yang baik jiga contoh yang teladan untuk rakyatnya.
Setelah menghadiri acara pelantikan dan dirinya pun telah resmi menjadi seorang Mentri sekarang. Kelvin pun bergegas menuju tempat dimana dia telah membuat janji untuk bertemu dengan Indah sang kekasih tercinta sekaligus calon istrinya di sebuah Restoran besar dan mewah tentu saja.
Dia pun mulai memasuki Restoran dengan tergesa-gesa karena telah terlambat untuk datang ke sana. Kelvin menatap sekeliling mencari keberadaan kekasihnya tercinta. Sampai akhirnya, dia pun melihat Indah Permata duduk sendirian dengan memainkan ponsel canggih miliknya. Dirinya pun segera menghampiri dengan tersenyum begitu lebarnya.
''Maaf karena saya datang terlambat,'' bisik Kelvin di telinga Indah membuat gadis itu sontak menoleh ke arahnya.
Cup!
Satu kec*pan kecil pun mendarat di bibir Indah kemudian.
Indah menatap Kelvin dengan tatapan mata berbinar. Stelan pejabat berwarna putih yang dikenakan oleh kekasihnya itu benar-benar membuat Kelvin terlihat lebih tampan 1000 kali lipat dari biasanya.
Cup!
Satu kecu*an kecil pun kembali dia layangkan di bibir Kelvin lembut dan penuh kasih sayang tentu saja.
''Kamu tampan sekali, sayang,'' lirih Indah kemudian.
''Hmm ... Dari dulu saya memang sudah tampan, apa kamu baru menyadarinya sekarang?'' jawab Kelvin duduk di kursi kemudian.
''Ya ... Ya ... Ya ... Dari dulu kamu memang sudah tampan. Itu sebabnya aku jatuh cinta sama kamu, Pak Mentri,'' jawab Indah tersenyum manis.
''Janggan seperti itu saat kita sedang berdua seperti ini. Saya tetap saya, Kelvin Alamsyah rakyat biasa juga.''
__ADS_1
''Baiklah, kita makan sekarang ya. Aku lapar banget ini.''
''Tunggu! Saya sudah menyiapkan satu kejutan kecil untuk kamu, bu Mentri,'' ucap Kelvin membuat wajah Indah seketika memerah juga tersipu malu.
Kelvin tiba-tiba saja berlutut tepat dihadapannya kini. Dia pun membawa kotak kecil berisi cincin permata putih yang sangat Indah persis seperti namanya, Indah Permata. Indah pun seketika tersenyum lebar. Dia benar-benar merasa terkejut tentu saja.
"Apa ini?" tanya Indah menatap Kelvin dengan tatapan mata berbinar.
"Sudah lama sekali saya menunggu saat ini tiba. Maaf karena kamu harus menunggu lama. Maukah kamu menikah dengan saya, Indah? Jadilah istri saya, jadilah ibu Mentri dan dampingi saya dalam menjalankan tugas saya ini."
Indah seketika menutup mulut dengan telapak tangannya. Dia benar-benar merasa terharu, memang sudah sejak lama dia menanti saat ini tiba, saat dimana Kelvin sang kekasih melamar dan meminta dia menjadi istrinya.
"Iya, Vin. Aku mau menjadi istri kamu, menemani hari-hari kamu sebagai seorang Mentri," jawab Indah singkat.
Dia tidak tahu harus berkata apa lagi saat ini. Perasaannya benar-benar merasa sangat bahagia hingga dia tak mampu untuk merangkai kata lainnya. Tanpa ragu lagi dan dengan bola mata memerah, Indah pun menganggukkan kepalanya sebagai tanda bahwa dia menerima pinangan kekasihnya itu. Cincin tersebut pun dilingkarkan di jari manisnya kini.
Setelah menempuh perjalan yang berliku juga penuh drama, akhirnya Kelvin akan segera mempersunting wanita pujaan hatinya. Wanita yang mengajarkan dirinya bagaimana caranya menjadi diri sendiri. Wanita yang memberinya kekuatan dan keluar dari kungkungan sang ayah yang selalu mengikatnya dengan berbagai aturan yang membuat dirinya merasa tercekik.
Keduanya hendak menutup lamaran itu dengan sebuah ci*man. Mereka pun saling mendekatkan wajah masing-masing hingga bibir Keduanya hampir saja menyatu. Namun, seketika mereka harus mengurungkan niatnya saat seseorang tiba-tiba saja berteriak memanggil nama Kelvin kini.
''Pak Mentri!'' teriak Jerry berjalan menghampiri bersama Evelyn tentu saja.
''Ish dasar, merusak suasana aja sih,'' gerutu Kelvin merasa kesal lalu berdiri kemudian.
''Wah, gak nyangka bisa ketemu sama Pak Mentri dan juga ibu Mentri di sini,'' canda Jerry menepuk pundak adiknya penuh canda.
''Apaan sih? Garing banget,'' jawab Kelvin menurunkan telapak tangan sang Kaka yang saat ini melingkar di bahunya.
__ADS_1
''Tunggu? Apa ini? Apa kamu baru saja melamar pacar kamu ini?'' tanya Jerry mengangkat telapak tangan Indah lalu menatap jari manisnya kemudian.
''Tentu saja. Kenapa? Abang takut saya akan melangkahi Abang nantinya?'' Kelvin tersenyum menyeringai.
''Tentu tidak. Kalian boleh melangkahi Abang, bahkan jika kalian mau menikah sekarang juga pun akan Abang izinkan,'' jawab Jerry membuat Kelvin seketika tersenyum senang.
''Abang serius?''
''Tentu saja, bagi Abang tak masalah kamu mau melangkahi Abang sekalipun. Sudah cukup kalian melewati banyak masalah selama ini. Menikahlah secepatnya dan berhabahagialah, Vin.''
Kelvin menatap wajah sang Kaka dengan perasaan haru tentu saja. Dia memeluk tubuh Jerry erat, benar-benar merasa bersyukur karena memiliki seorang Kaka yang sangat baik dan juga pengertian.
''Terima kasih, Bang. Saya bersyukur memiliki Kaka seperti Abang. Saya akan segera menikahi Indah bulan depan.''
''HAH? BULAN DEPAN?'' Jerry membulatkan bola matanya merasa terkejut tentu saja.
''Hahahaha! 'kan Abang sendiri yang meminta saya untuk menikahi Indah secepatnya,'' tawa Kelvin terdengar begitu bahagia.
***
Seperti itulah kisah cinta putra sang penguasa. Harta, tahta dan jabatan tinggi tidak selamanya membuat hidup seorang manusia merasa bahagia. Terkadang kebahagian itu berasal dari sesuatu yang sederhana. Cukup menjadi diri sendiri dan lakukan apa yang ingin kita lakukan. Maka, kebahagiaan pun akan kita dapatkan kemudian.
''Jangan ragu untuk mengatakan apa yang ingin kita ucapkan. Jangan mau menjadi boneka dan menahan keinginan kita, jadilah seperti apa yang kita inginkan. Kesempurnaan tidak perlu diarahkan, kesempurnaan bukan berasal dari orang lain, tapi dari diri kita sendiri.''
KELVIN ALAMSYAH
...---------TAMAT-------...
__ADS_1