Hasrat Cinta Putra Sang Penguasa

Hasrat Cinta Putra Sang Penguasa
Terang-terangan


__ADS_3

"Tunggu. Apa Kelvin yang kamu maksud adalah Kelvin Alamsyah putra dari Mentri keuangan?" tanya Jerry ingin lebih memastikan.


"Betul? Kenapa? Kamu kenal sama dia?" tanya Evelyn mengerutkan kening.


"Astaga ... Jadi kamu?"


"Hah? Apa maksud kamu, Jerry?


"Kamu tahu siapa Kelvin itu?"


"Tentu saja. Dia adalah putra sulung dari mentri keuangan bukan?''


"Bukan.''


"Hah? Maksud kamu apa, sayang. Kamu itu terlalu berbelit-belit tau. Langsung ke intinya aja coba. Kamu kenal sama si Kelvin itu?'' Evelyn mulai terlihat kesal.


"Dia itu adik saya."


"Hah? Kamu pasti bercanda 'kan? Tidak mungkin dia adik kamu, Jerry.'' Evelyn sama sekali tidak percaya dengan apa yang baru saja diucapkan oleh kekasihnya itu.


"Sebelumnya saya minta maaf sama kamu. Selama ini saya tidak pernah berkata jujur sama kamu tentang siapa ayah saya sebenarnya. Saya adalah putra sulung dari Mentri keuangan. Namun, saya sama sekali tidak merasa bangga dengan hal itu. Saya mencintai kamu juga bukan karena kamu Putri dari orang nomor satu di negara ini, tapi karena kamu adalah Evelyn seorang penulis,'' jelas Jerry ranjang lebar.


"Kamu serius? Kamu tidak sedang bercanda 'kan?"


"Apa aku terlihat seperti seseorang yang sedang bercanda?"

__ADS_1


Evelyn menatap lekat wajah Jerry. Jika ditelisik lebih dalam lagi, wajah kekasihnya itu memang agak mirip dengan Kelvin. Namun, dia sama sekali tidak menyangka jika Jerry ternyata kakak dari laki-laki yang dijodohkan dengan dirinya. Sungguh, hal itu benar-benar di luar dugaanya.


"Apa yang akan kita lakukan sekarang?" tanya Evelyn kemudian.


"Entahlah, saya juga bingung. Saya sama sekali gak nyangka jika Evelyn yang di maksud oleh Daddy itu adalah kamu. Saya pikir ada banyak nama Evelyn di negara ini, tapi ternyata dugaan saya salah. Wanita yang dijodohkan dengan adik saya itu benar-benar kamu,'' jawab Jerry masih tidak tahu jalan apa yang akan dia ambil selanjutnya.


Keheningan pun seketika tercipta. Baik Jerry maupun Evelyn kini larut dalam lamunan masing-masing. Keduanya masih merasa terkejut dengan kenyataan yang baru saja mereka terima.


"Aku dan Kelvin sedang mencari cara agar rencana perjodohan ini dibatalkan,'' ucap Evelyn kemudian.


"Kelvin sama Indah juga sudah terang-terangan akan mempertahankan hubungan mereka."


"Terang-terangan bagaimana maksudnya?"


"Mereka berdua telah terang-terangan berpacaran di depan Daddy.''


"Mereka berdua hebat bukan?" Jerry tersenyum merasa bangga.


Evelyn menganggukkan kepalanya juga tersenyum senang.


"Cinta mereka berdua benar-benar tidak tergoyahkan dengan apapun. Saya salut dengan adik saya itu. Dia benar-benar memperjuangkan cintanya kepada Indah. Selama ini dia selalu hidup penuh tekanan."


"Lalu bagaimana dengan kita?"


"Bagaimana gimana maksud kamu?"

__ADS_1


"Hubungan kita ini, apa tidak sebaiknya kita jujur kepada orang tua kita? Bukankah mereka mencoba menjodohkan aku sama Kelvin? Apa bedanya kamu sama dia, kalian sama-sama putranya Om Alamsyah?''


Jerry diam seribu bahasa. Dia sama sekali tidak ingin menikahi wanita yang dia cintai demi memenuhi ambisi ayahnya itu. Dirinya memang bersungguh-sungguh dalam mencintai Evelyn, tapi--.


"Sayang? Kenapa kamu diam? Apa kamu tak ingin menikahi aku?'' tanya Evelyn seketika membuyarkan lamunan Jerry.


"Hah? Tidak. Bukan seperti itu."


"Lalu?"


"Saya ingin menikah dengan kamu, tapi bukan untuk memenuhi ambisi Daddy saya yang serakah itu."


"Terus, apa yang akan kita lakukan sekarang? Aku gak ngerti sama jalan pikiran kamu lho."


Jerry meraih pergelangan tangan Evelyn lalu menggenggamnya erat. Matanya pun menatap wajah kekasihnya dengan tatapan sayu penuh kasih sayang. Sungguh, pemuda berusia 31 tahun itu begitu mencintai gadis yang telah dia kencani selama 3 tahun itu.


"Sayang, saya janji akan menikahi kamu. Namun, bukan sekarang. Saat ini, saya ingin fokus dalam membongkar kejahatan yang yang telah dilakukan oleh Daddy," lirih Jerry kemudian.


"Tapi dia ayah kamu sendiri, Jer."


"Walaupun dia ayah saya sendiri, tapi apa yang telah beliau lakukan benar-benar keterlaluan. Dia berselingkuh, yang menyebabkan Mommy koma dalam waktu yang lama juga dia. Yang terakhir, saya yakin bahwa kematian Mommy juga ada hubungannya dengan Daddy. Saya dan Kelvin akan membongkar semua kebusukan Daddy. Orang seperti dia sama sekali tidak pantas menjadi abdi negara,'' jelas Jerry dengan wajah yang berapi-api.


''Apa kamu akan baik-baik saja jika ayah kamu itu masuk penjara? Walau bagaimanapun, beliau tetaplah ayah kamu sendiri.''


''Saya baik-baik saja, yang salah harus di hukum. Tidak peduli meskipun dia adalah seorang Mentri ataupun ayah sendiri. Tidak ada satupun rakyat di negeri ini yang boleh kebal terhadap hukum.''

__ADS_1


BERSAMBUNG


...****************...


__ADS_2