
"Kamu yakin ada cara agar perjodohan ini bisa dibatalkan?" tanya Evelyn merasa ragu.
"Cara itu pasti ada kalau kita bersungguh-sungguh dan asalkan kamu mau bekerja sama dengan saya,'' jawab Kelvin penuh percaya diri.
"Sebelumnya aku mau tanya sama kamu. Apa kamu punya kekasih?"
Kelvin seketika diam seribu bahasa. Otaknya kembali mengingat akan sosok Indah, wanita yang telah berpisah dengannya satu bulan yang lalu. Wajah Indah seakan-akan menari-nari di dalam otaknya kini. Rasa rindu pun memenuhi relung hatinya.
"Kelvin?"
"Ya Indah ada apa?"
Kelvin bahkan salah dalam memanggil nama wanita yang ada dihadapannya dengan nama Indah. Otak Kelvin benar-benar telah dipenuhi oleh rasa rindu yang mendalam kepada gadis bernama Indah Permata. Kerinduan yang saat ini dirasakan oleh Kelvin bahkan tidak terbendung lagi.
"Rupanya nama kekasih kamu Indah?" tanya Evelyn tersenyum kecil.
"Ya, namanya Indah. Dia adalah wanita yang sangat saya cintai, tapi cinta kami terhalang oleh status sosial," lirih Kelvin tersenyum getir.
"Kamu sangat mencintai dia?"
"Tentu saja, dia adalah satu-satunya wanita yang mampu menggetarkan hati saya. Bersama dia membuat saya akhirnya tahu seperti apa kehidupan yang saya inginkan selama ini, dia juga yang membuat saya merasakan jadi diri sendiri.''
"Hmm ... Begitu rupanya. Kisah kamu dengan gadis bernama Indah itu sepertinya menarik jika di jadikan sebuah Novel, judulnya 'Hasrat Cinta Putra Sang Penguasa.' Menarik bukan?''
"Hahaha! Apa kamu seorang penulis?"
"Memangnya ayahmu tidak menceritakan pekerjaan aku? Aku memang seorang penulis, ya meskipun pada awalnya Daddy aku gak setuju dengan cita-citaku sebagai seorang penulis, tapi akhirnya beliau pun mengerti dan mengizinkan aku untuk menggeluti pekerjaan yang berawal dari hobi ini," jelas Evelyn.
"Hmm ... Begitu rupanya."
"O iya, balik lagi ke topik awal. Apa yang akan kita lakukan agar perjodohan kita bisa dibatalkan?" tanya Evelyn kemudian.
"Saya sedang mengumpulkan bukti tentang perselingkuhan Daddy saya. Ya meskipun sulit sekali menemukan bukti yang saya inginkan.''
"Tunggu! Om Alamsyah selingkuh?"
"Begitulah, Daddy tidak sebaik seperti yang selama ini orang kira. Dia itu hanya manusia sampah yang sama sekali tidak pantas menjadi abdi negara," geram Kelvin membuat Evelyn seketika tertawa ringan.
"Hahahaha! Dia itu ayah kamu lho, gak sopan banget kamu ngomong seperti itu tentang ayah kamu sendiri," celetuk Evelyn.
"Memang seperti itulah Daddy, dia itu manusia jahat."
__ADS_1
"Dasar anak durhaka," canda Evelyn tersenyum lucu.
"Evelyn, saya butuh bantuan kamu. Jika saya telah mendapatkan bukti tentang perselingkuhan Daddy saya, juga tentang kejahatan lain yang sudah dia lakukan, saya ingin kamu sendiri yang menyampaikan bukti yang saya punya nanti kepada Pak Presiden,'' lirih Kelvin sedikit memohon.
"Kenapa kamu tidak memberikannya sendiri kepada beliau?''
"Gak bisa, setiap gerak-gerik saya selalu di pantau. Percaya gak percaya, saya yakin kalau pertemuan kita ini juga sedang awasi oleh orang suruhan Daddy. Itu sebabnya saya sama sekali tidak bisa bertemu Indah. Saya bahkan tidak tahu seperti apa kabar dia saat ini,'' lirih Kelvin menunduk sedih.
"Masa sih?" Evelyn menatap sekeliling.
"Seperti itulah Daddy, jahat, ambisius dan juga tega menjadikan putranya sendiri sebagai boneka demi mencapai semua yang dia inginkan. Apa kamu mau punya ayah mertua seperti itu?''
"Dih, amit-amit deh."
Kelvin tersenyum kecil lalu menatap sekeliling ingin membuktikan ucapannya sendiri bahwa anak buah Tuan Alamsyah pasti duduk di suatu tempat sedang mengawasi dirinya. Ucapannya pun akhirnya terbukti, orang mencurigakan sedang memperhatikan mereka berdua. Orang tersebut duduk di ruangan yang sama dengannya kini.
"Hmm ... Apa kamu sangat merindukan kekasih kamu itu?" tanya Evelyn secara tiba-tiba membuat Kelvin merasa terkejut tentu saja.
"Hah? Maksud kamu bertanya seperti itu?" Kelvin mengerutkan kening.
"Kalau kamu memang begitu merindukan dia, aku akan bantu kamu agar bisa ketemu sama Indah, tapi kamu pun harus membantu aku untuk ketemu sama kekasih aku suatu saat nanti.''
"Gimana caranya? Kamu lihat laki-laki yang ada di arah pukul 9? Saya yakin kalau dia adalah orang suruhan Daddy.''
"Kamu yakin dengan cara itu kita bisa terlepas dari orang suruhannya Daddy?" tanya Kelvin.
"Kenapa tidak langsung di coba saja?"
Kelvin menganggukkan kepalanya seraya tersenyum kecil. Keduanya pun berdiri lalu berjalan dengan bergandengan tangan keluar dari dalam Restoran. Benar saja, orang tersebut pun melakukan hal yang sama kini. Dia ikut berdiri dan sontak mengikuti mereka berdua.
Kelvin dan juga gadis bernama Evelyn pun segera berlari ke arah kerumunan para pejalan kaki hingga tubuh keduanya benar-benar menghilang dan tidak terlihat lagi. Panik, orang tersebut pun ikut berlari mengejar. Dia tidak ingin kehilangan jejak kedua orang yang sedang dia intai.
...****************...
"Gila kamu, ide kamu itu benar-benar brilian. Kita bebas dari orang suruhan Daddy hahahaha!" Kelvin tertawa senang, dia mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.
"Iya dong. Biar begini-begini aku punya kemampuan berlari cepat lho," jawab Evelyn yang juga tersenyum lebar.
"Saya berterima kasih sama kamu. Namun, saya gak tahu apakah Indah bersedia untuk bertemu dengan saya atau tidak."
"Hah? Ko begitu?"
__ADS_1
"Kami sudah putus sebenarnya, lebih tepatnya break, saya berjanji sama dia bahwa saya akan kembali setelah menyelesaikan semua masalah yang sedang saya hadapi.''
"Dasar cemen!"
"Hah?''
''Kamu bilang kalau kamu cinta sama dia, tapi apa? Kamu malah ninggalin dia gitu aja, heuh ... dasar pengecut!"
"Hahahaha! Kamu bilang saya pengecut?"
"Iya? Apa lagi namanya kalau bukan pengecut?"
Kelvin diam seraya tersenyum menyeringai. Apakah dirinya benar-benar seorang pengecut yang menyerah akan cintanya sendiri dan merasa takut dengan ancaman Tuan Alamsyah? Dia pun menarik napas panjang dan menyadari bahwa dirinya memanglah pengecut seperti yang baru saja dikatakan oleh Evelyn.
"Dimana rumah si Indah itu?" tanya Evelyn seketika membuyarkan lamunan Kelvin.
"Mau apa kamu nanyain rumah dia segala?''
"Mau aku bantuin buat ketemu sama dia nggak? Kalau gak mau juga gak masalah si sebenarnya.''
"Tentu saja saya mau. Apa yang harus saya lakukan agar saya bisa bertemu dengan dia?"
"Kamu ikutin apa yang aku perintahkan ini. Aku jamin, kalian akan bertemu dan kamu bisa melepas rasa rindu kamu sama dia.''
"Oke! Katakan apa rencana kamu sekarang.''
...****************...
Sudah satu jam Kelvin menunggu di tempat yang di janjikan oleh Evelyn dimana dia akan bertemu dengan Indah. Wanita yang sudah satu bulan ini tidak bisa dia temui. Rasa rindu yang menggebu di dalam jiwa seorang Kelvin membuatnya merasa tidak sabar ingin segera bertemu dengan Indah. Dia bahkan berkali-kali melirik arloji yang melingkar di pergelangan tangannya, berharap bahwa waktu akan berhenti berputar karena dirinya memang tidak memiliki banyak waktu saat ini.
Pemuda itu pun bangkit lalu berjalan mondar-mandir merasa takut jika Evelyn akan gagal mempertemukan dirinya dengan wanita bernama lengkap Indah Permata itu. Kelvin benar-benar merasa gelisah. Rasa rindunya kepada Indah terasa akan meledak, membuat jiwanya kian tersiksa.
"Kel-vin?"
Sampai akhirnya, dia mendengar suara yang sangat dia kenal. Suara lembut yang sudah selama satu bulan ini tidak dia dengar, betapa dia sangat merindukan suara lirih itu. Kelvin pun akhirnya memutar badan dan mencari sumber suara dengan hati yang berdebar tentu saja.
"In-dah?"
BERSAMBUNG
...****************...
__ADS_1
PROMOSI NOVEL.