Hasrat Cinta Putra Sang Penguasa

Hasrat Cinta Putra Sang Penguasa
Pertemuan


__ADS_3

Satu jam sebelumnya.


Tok ... Tok ... Tok!


Suara pintu yang di ketuk membuat Indah yang saat ini sedang duduk termenung di ruang tamu seketika berdiri. Dia pun merasa heran karena tidak biasanya ada tamu yang berkunjung ke rumahnya sore-sore begini. Meskipun begitu, dirinya tetap berjalan menuju pintu dan membukanya kemudian.


Ceklek!


Pintu pun di buka lebar. Indah menatap seorang perempuan yang saat ini berdiri tepat di balik pintu. Wajah perempuan itu terlihat sangat cantik mengenakan stelan kasual juga wajahnya yang tersenyum ramah kepadanya membuat Indah seketika merasa heran.


"Kamu Indah?" tanya Evelyn tersenyum ramah.


"Iya betul. Anda siapa ya?" jawab Indah mengerutkan kening.


"Kenalkan, saya Evelyn. Boleh kita bicara sebentar. Ada sesuatu yang ingin saya bicarakan sama kamu, Indah."


Indah tersenyum kecil merasa tidak mengerti. Dia sama sekali tidak merasa memiliki teman perempuan cantik juga berkelas seperti Evelyn. Di lihat dari penampilannya saja, jelas sekali kalau Evelyn berasal dari status sosial yang berbeda dengan dirinya.


"Kita bicara di luar saja gak apa-apa, saya ingin ngobrol santai sama kamu," pinta Evelyn kemudian.


"Hmm ... Baiklah.''


Keduanya pun duduk di kursi yang ada di teras rumah. Evelyn nampak menatap wajah Indah dengan seksama. Tatapan mata sayu-nya, juga raut wajah cantik seorang Indah jelas menunjukan bahwa dia wanita baik-baik. Pantas saja Kelvin begitu mencintai gadis ini.


"Langsung saja. Apa yang ingin anda bicarakan dengan saya?" tanya Indah mulai tidak nyaman dengan tatapan Evelyn.


"Santai saja, Indah. Gak usah pakai bahasa formal kayak gitu dengan saya. Anggap saja kalau kita ini adalah teman dekat."


Indah hanya tersenyum kecil.


"Eu ... Apa kamu kenal dengan Kelvin?"


Indah mengerutkan kening. Kenapa Evelyn tiba-tiba saja menanyakan Kelvin? Apa mungkin perempuan ini adalah kekasih barunya? Atau, dia adalah perempuan yang konon katanya akan dijodohkan dengan mantan kekasihnya itu? Berbagai bertanya mulai menyelimuti relung hatinya kini.


"Indah? Kamu dengar apa yang saya tanyakan tadi?" tanya Evelyn seketika membuyarkan lamunan Indah.

__ADS_1


"Hah? Eu ... Iya saya dengar ko. Kenapa kamu tiba-tiba datang kemari dan bertanya tentang dia? Apa kamu pacar baru Kelvin? Atau--"


"Jangan salah paham dumu, Indah. Saya akan memberitahukan siapa saya sebenarnya nanti, tapi sebelumnya saya ingin kamu tahu bahwa Kelvin sangat mencintai kamu." Sela Evelyn membuat Indah tidak melanjutkan ucapannya.


"Saya tahu."


"Lalu, kenapa kalian menyudahi hubungan kalian?"


"Itu karena hubungan kita akan berakhir juga pada akhirnya. Dia dijodohkan dengan putri seorang Presiden negeri ini. Mana mungkin saya akan bersaing dengan wanita seperti dia. Di lihat dari sudut manapun, wanita itu pasti lebih baik segalanya dibandingkan saya. Lagipula, Tuan Mentri juga gak akan pernah merestui putranya menikah dengan wanita biasa saja seperti saya,'' lirih Indah menundukkan kepalanya merasa sedih sekaligus merasa rendah diri tentu saja.


"Kamu tahu, wanita yang dijodohkan dengan Kelvin itu saya. Saya putri Presiden yang kamu sebutkan tadi. Penilaian kamu tentang saya terlalu berlebihan Indah."


Indah seketika merasa terkejut. Dia pun mengangkat kepalanya menatap wajah Evelyn dengan tatapan tidak percaya. Dia pun tersenyum kecil dan merasa tidak enak hati tentunya.


"Kamu putri Pak Presiden?" tanya Indah dengan nada suara terbata-bata.


"Iya, saya Putri Presiden yang akan dijodohkan dengan Kelvin. Kamu terlalu berlebihan dalam menilai saya, Indah. Saya wanita biasa seperti kamu, hanya saja kita lahir dari orang tua yang berbeda. Namun, saya tidak sespesial seperti yang kamu katakan tadi,'' jelas Evelyn panjang lebar.


"Saya gak nyangka kalau ternyata kamu wanita yang sangat baik, Evelyn. Maaf karena saya sempat salah dalam menilai kamu tadi.''


"Untuk apa? Hubungan kami sudah terakhir."


"Kata siapa? Kelvin bilang kalau kalian hanya break, bukan putus sungguhan.''


"Apa bedanya putus sama break? Sama-sama berpisah juga 'kan?''


"Apa kamu tidak ingin memperjuangkan hubungan kalian?"


"Tuan Mentri gak akan pernah menyetujui hubungan kami."


"Apa kamu sama sekali tidak ingin memperjuangkan cinta kalian?"


Indah diam menundukkan kepalanya. Dia tidak tahu harus menjawab apa. Dirinya memang masih mencintai Kelvin bahkan sangat merindukan pemuda itu saat ini, tapi. Ada banyak tapi yang sulit dia ungkapkan dengan kata-kata.


"Kenapa kamu diam, Indah? Apa kamu sudah tidak mencintai dia lagi? Kalau Iya, maka kamu harus merelakan dia untuk saya kalau begitu,'' celetuk Evelyn.

__ADS_1


"Hah? jangan, kalian jangan menikah. Saya masih cinta sama dia. Antarkan saya kepada Kelvin sekarang juga. Saya sangat merindukan dia,'' Indah akhirnya jujur dengan perasaanya sendiri.


"Hahahaha! Begitu dong. Jangan munafik, bilang cinta kalau memang kamu masih cinta. Saya akan mengantarkan kamu ke sana, ke tempat dimana Kelvin menunggu kamu saat ini. O Iya, ada satu hal yang lupa saya beritahukan sama kamu. Kami sedang mencari cara agar perjodohan ini bisa dibatalkan. Asal kamu tahu saja, saya juga punya kekasih lho."


Indah seketika tersenyum senang. Rasanya lega sekali karena akhirnya dia bisa jujur dengan perasaanya sendiri. Selama ini, dia hanya bisa menahan sesak di dadanya, saat rasa cinta itu begitu menyiksa, juga rasa rindu yang semakin membara.


"Kamu tunggu dulu di sini, saya ganti pakaian dulu ya," ucap Indah, dia segera masuk ke dalam rumah dengan setengah berlari merasa tidak sabar karena akhirnya, rasa rindu yang selama dia tahan akan segera terobati.


"Dasar! Dua-duanya masih saling cinta, tapi hanya diam saja tanpa melakukan apapun. Cinta macam apa itu?" gumam Evelyn tersenyum kecil.


...****************...


Kelvin akhirnya memutar badan saat mendengar suara yang sangat dia kenal. Suara lembut dan lirih yang hanya dengan mendengarnya saja dapat membuat hatinya merasa tenang. Senyuman manis diiringi dengan kedua mata yang mulai berkaca-kaca karena merasa tidak percaya dengan apa yang saat ini dia lihat dengan kedua matanya.


Bak adegan di dalam serial drama Korea dimana sepasang kekasih yang baru dipertemukan kembali setelah sekian lama. Keduanya berjalan pelan saling menghampiri juga saling menatap satu sama lain. Tatapan mata keduanya menyiratkan arti yang sama, yaitu sama-sama memendam rasa rindu yang membara yang sebentar lagi akan sama-sama mereka luapkan saat itu juga.


Grep!


Pelukan hangat pun menjadi pembuka pertemuan mereka. Meskipun hanya satu bulan lamanya tidak berjumpa, tapi bagi mereka satu bulan itu tidak ada bedanya dengan satu tahun lamanya.


"Saya kangen sekali sama kamu, Ndan," lirih Kelvin mendekap erat tubuh Indah.


"Aku juga kangen sekali sama kamu, Vin. Kamu apa kabar? Kenapa kamu gak menemui aku sekalipun? Apa kamu benar-benar telah melupakan aku?''


Keduanya pun saling meluapkan rasa rindu dengan saling mendekap tubuh masing-masing erat bahkan tanpa jarak sedikitpun.


Ckrek!


Ckrek!


Ckrek!


Tanpa mereka sadari, kilatan cahaya kamera mengabadikan pertemuan keduanya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


...****************...


__ADS_2