Hasrat Cinta Putra Sang Penguasa

Hasrat Cinta Putra Sang Penguasa
Kamu Baik-baik Saja?


__ADS_3

"Apa maksud kamu, Ndah?" tanya Kelvin merasa tidak mengerti dengan apa yang baru saja di ucapkan oleh kekasihnya itu.


"Aku sudah bilang sama ayahmu kalau aku akan terus berhubungan sama kami, Vin," jawab Indah penuh percaya diri.


"O ya?"


Indah menganggukkan kepalanya seraya tersenyum senang.


"Wuah! Saya benar-benar gak nyangka kalau Daddy akhirnya merestui hubungan kita, hahahaha!" Kelvin tertawa lebar.


"Tidak. Siapa bilang Tuan Mentri merestui hubungan kita?"


"Hah?"


"Dia bahkan memberiku uang dalam jumlah yang banyak dan meminta aku untuk meninggalkan kamu. Persis seperti adegan di film-film itukah lho, wuah! Berasa lagi syuting film tau. Bruk! Amplop itu di di lemparkan begitu saja ke wajahku, hahahaha!" jelas Indah tertawa terbahak-bahak.


"Kamu baik-baik saja?"


Indah seketika menghentikan suara tawanya juga merubah ruat wajahnya kemudian. Tidak, dia sama sekali tidak baik-baik saja. Hinaan, makian, dan semua yang diucapkan oleh Tuan Alamsyah benar-benar telah terasa menyakitkan. Dia seperti wanita murahan yang mengemis cinta kepada seorang laki-laki. Apalagi, ketika ayah dari kekasihnya itu melemparkan amplop dan berkata bahwa itu adalah harga untuk kesuciannya. Sungguh, hal itu benar-benar telah melukai harga dirinya sebagai seorang wanita.


Kedua mata Indah seketika memerah juga berkaca-kaca, ingin sekali dia menumpahkan kesedihannya saat itu juga. Namun, dia masih berusaha tegar meskipun air mata itu berjatuhan juga akhirnya. Bibir Indah memang tersenyum, tapi senyuman untuk menutupi kesedihan di dalam hatinya.


"Apa maksud kamu? Tentu saja aku baik-baik saja," jawab Indah jelas sekali dia berbohong.


"Tidak, sayang. Kamu sama sekali tidak baik-baik saja. Saya mewakili Daddy untuk minta maaf sama kamu. Maafkan Daddy kalau semua yang telah dia katakan menyakiti hati kamu. Saya minta maaf,'' lirih Kelvin semakin mendekap erat tubuh kekasihnya itu.


Indah pun akhirnya tidak kuasa lagi untuk menahan rasa sakit di hatinya. Dia benar-benar menangis sesenggukan di dalam dekapan kekasihnya, menumpahkan kesedihan yang sudah sedari tadi dia tahan. Tangisnya bahkan terdengar pilu di dengar membuat Kelvin merasa iba dan tidak kuasa untuk tidak menitikan air mata.


"Iya, Vin. Aku gak baik-baik saja, rasanya sakit sekali. Harga diriku seperti di injak-injak oleh Tuan Mentri. Hatiku sakit, sakiiiiit, Vin. Hiks hiks hiks!" lirih Indah menangis sesenggukan.


"Iya, sayang. Menangislah sepuasnya, keluarkan kesedihan kamu, jangan di tahan lagi," lembut Kelvin mengusap punggung kekasihnya penuh kasih sayang.

__ADS_1


...****************...


Di tempat yang berbeda, Jerry nampak sedang menunggu seseorang di sebuah Restoran besar dan mewah. Dia bahkan berkali-kali melirik arloji yang melingkar di pergelangan tangan kirinya terlihat cemas karena orang yang sedang dia tunggu belum juga datang. Sampai akhirnya, Jerry tersenyum lebar juga melambaikan tangannya saat seorang wanita memasuki Restoran dan menghampirinya kemudian. Jerry merentangkan kedua tangannya menyambut kedatangan wanita yang telah dikencaninya selama tiga tahun ini.


Grep!


Keduanya pun seketika berpelukan menumpahkan kerinduan yang selama ini mereka tahan. Bahkan, satu kec*pan kecil pun mendarat di bibir masing-masing sebagai salam pembuka pertemuan setelah sekian lama berpisah.


Cup!


"Saya kangen sekali sama kamu, Ev,'' ucap Jerry menatap lekat wajah Evelyn penuh kerinduan.


"Aku juga rindu sama kamu, sayang,'' jawab Evelyn balas menatap wajah Jerry penuh kasih sayang.


"Hmm ... Kamu tambah cantik saja, Ev. Hati kamu masih aman 'kan?"


"Hah? Aman bagaimana maksud kamu?"


"Hahahaha! Bicarain hal itunya nanti aja, sayang. Aku lapar benget, kita makan dulu ya,'' jawab Evelyn memegangi perutnya yang mulai keroncongan.


"Baiklah, kita makan dulu. Kita pesan makanan kesukaan kamu ya."


Evelyn menganggukkan kepalanya seraya tersenyum kecil. Keduanya pun duduk di kursi kemudian. Makanan spesial pun mereka pesan.


Satu jam kemudian.


Jerry dan Evelyn pun akhirnya selesai menyantap makanan. Perut keduanya pun sudah benar-benar kenyang sekarang. Perasaan mereka merasa bahagia karena akhirnya bisa makan bersama setelah menjalani hubungan jarak jauh selama bertahun-tahun.


"Sekarang, ceritakan sama saya dengan putra pejabat mana kamu dijodohkan? Kamu tidak jatuh hati sama laki-laki itu 'kan? Apa dia lebih tampan dari saya?" tanya Jerry masih merasa penasaran.


"Hahahaha! Penasaran banget apa penasaran aja?'' jawab Evelyn tertawa ringan.

__ADS_1


"Sayaaaaang ..."


"Iya-iya, aku ceritain sekarang. Jadi gini, Daddy menjodohkan aku dengan salah satu putra seorang Mentri. Aku juga sempat ketemu sama dia.''


"Dia? Dia siapa? Laki-laki yang dijodohkan sama kamu maksudnya?" Jerry mengerucutkan bibirnya merasa cemburu tentu saja.


"Ya iyalah, masa sama ayahnya."


"Jadi begitu ya kamu dibelakang saya. Diam-diam kamu ketemuan sama laki-laki lain.''


"Kamu cemburu?"


"Tentu saja. Laki-laki mana yang tidak cemburu mendengar kekasihnya ketemuan sama laki-laki lain?''


"Ish ... Dengerin dulu sampai selesai. Jadi laki-laki yang dijodohkan sama aku itu sudah punya pacar sebenarnya. Aku juga sama sekali tidak tertarik sama si Kelvin itu. Dia terlalu sempurna.''


"Tunggu! Kelvin?"


Evelyn menganggukkan kepalanya.


"Kelvin Alamsyah?"


Evelyn kembali menganggukkan kepalanya.


BERSAMBUNG


...****************...


PROMOSI NOVEL


__ADS_1


__ADS_2