
Indah berjalan dengan langkah kaki lebar terlihat tidak sabar ingin segera menemui kekasih pujaan hati yang saat ini sedang menuggu dirinya. Dia pun telah berpakaian rapi juga berdandan sangat cantik bak bidadari yang turun dari kayangan. Dress hitam selutut menjadi pilihannya lengkap dengan high heels dengan warna yang sama.
"Kamu cantik sekali, Ndah,'' lirih Kelvin sesaat setelah Indah sampai di hadapannya.
"O ya? Sudah lama sekali aku tidak dandan seperti ini. Malam ini aku spesial berdandan cantik untuk kamu, Vin,'' jawab Indah tersenyum lebar terlihat bahagia.
'Maafkan saya, Ndah. Maaf karena malam ini akan menjadi malam terakhir kita bertemu. Maaf juga karena saya telah menyembunyikan identitas saya yang sebenarnya selama ini' (batin Kelvin.)
"Hey! Malah bengong. Apa sebegitu terpananya kamu dengan kecantikan aku, sampai-sampai kamu tidak berkedip sedikitpun?" tanya Indah membuat Kelvin seketika membuyarkan lamunannya.
"Hah? Tentu saja, kecantikan kamu itu seperti bidadari yang turun dari khayangan, sangat-sangat cantik," jawab Kelvin tersenyum manis.
"O ya? Hmm ... Makasih atas pujiannya, tapi apa kita bisa pergi sekarang sebelum orang tua aku lihat?"
"Oke, maaf karena saya terlalu terpesona dengan kecantikan kamu tadi."
Ceklek!
Blug!
Pintu mobil di buka lalu di tutup kemudian setelah Kelvin memastikan Indah duduk dengan nyaman di dalam mobil. Setelah itu, dia pun segera berlari ke arah samping lalu melakukan hal yang sama kemudian. Kelvin pun siap untuk mengendarai mobil miliknya.
"Kita mau kemana?" tanya Indah.
"Bagaimana kalau kita pergi nonton. Hal yang biasa dilakukan pasangan kekasih pada umumnya?"
__ADS_1
"Boleh juga, tapi ini udah agak malam. Apa kita masih punya waktu untuk nonton?"
"Kamu tenang saja, saya bisa menyewa bioskop itu semalaman dan kita bisa nonton dengan tenang.''
Indah diam seolah sedang berfikir. Matanya nampak menatap wajah Kelvin yang saat ini sudah mulai menyalakan mesin mobil dan melaju pelan kemudian. Siapa Kelvin ini sebenarnya? Jika dia bisa menyewa Bioskop seperti yang baru saja dikatakan olehnya, bukankah itu artinya kekasihnya itu bukanlah orang sembarangan? Hati seorang Indah diliputi berbagai tanda tanya.
"Vin, boleh aku tanya sesuatu sama kamu?" tanya Indah ingin sekedar mengobati rasa penasarannya.
"Kamu mau tanya apa? Katakan saja jangan sungkan," jawab Kelvin tanpa menoleh, tatapan matanya lurus menatap ke depan.
"Sebenarnya aku ingin menanyakan hal ini sejak lama. Eu ... Sebenarnya pekerjaan kamu apa? Apa kamu putra dari salah satu orang terkaya di negara ini? Atau, kamu putra dari salah satu pejabat mungkin? Maaf, aku sama sekali tidak bermaksud apapun, aku gak peduli kamu putra siapa. Namun, Aku hanya penasaran saja karena selama kita berpacaran aku sama sekali tidak tahu siapa kamu yang sebenarnya.''
Kelvin diam seribu bahasa. Dia sama sekali tidak menyangka bahwa dia akan mendapatkan pertanyaan seperti itu dari gadis yang dia cintai. Kelvin nampak tersenyum kecil mencoba bersikap tenang ditengah hatinya yang sebenarnya merasa gundah.
"O ya? Hmm ... Baiklah, aku percaya sama kamu, Vin. Aku harap kamu gak bohong sama aku."
'Maafkan saya, Indah. Maaf,(batin Kelvin.)
Akhirnya, mobil yang dikendarai Kelvin sampai di sebuah mall besar. Dia pun segera memarkir mobilnya di parkiran. Setelah itu, pemuda yang memiliki wajah tampan juga postur tubuh tinggi itu pun membuka pintu mobil lalu keluar dari dalamnya, begitupun dengan Indah yang melakukan hal yang sama kini. Keduanya pun berjalan dengan bergandeng tangan memasuki mall tersebut.
***
Kelvin dan Indah benar-benar menghabiskan waktu bersama. Nonton Film romantis, makan malam romantis, juga melakukan hal lainnya yang biasa dilakukan oleh pasangan kekasih pada umumnya. Perasaan keduanya benar-benar bahagia tentu saja.
Kelvin benar-benar merasa menjadi diri. Berkencan bersama gadis yang dia cintai adalah sesuatu yang sudah sejak lama ingin dia lakukan. Akhinya dia bisa melakukan sekali dalam hidupnya berkencan dengan seorang wanita meskipun akan berakhir menyakitkan pada akhirnya.
__ADS_1
Setelah puas melakukan itu semua keduanya pun dalam perjalanan pulang. Kelvin mengendarai mobilnya dengan kecepatan lambat, dirinya merasa enggan untuk sampai dikediaman indah karena itu artinya, hubungan mereka akan benar-benar berakhir.
"Pelan banget bawa mobilnya," tanya Indah menatap wajah Kelvin merasa heran.
"Hah! Eu ... Anu, Ndah. Entahlah, sepertinya mobil ini bermasalah," jawab Kelvin beralasan.
"Masa sih? Mobil mewah kayak gini bisa bermasalah juga?"
"Saya juga gak tahu, tidak biasanya mobil ini seperti ini."
"Hmm ... Malam ini aku benar-benar bahagia, Vin. Makasih karena kamu udah ngajakin aku jalan malam ini."
'Saya minta maaf, Ndah,' (batin Kelvin.)
Sampai akhirnya, mobil yang dikendarai Kelvin pun tiba di tempat tujuan. Mobil tersebut mulai melipir dan akhirnya berhenti tepat di tepi jalan. Dengan berat hati, Kelvin akan mengakhiri hubunganya dengan gadis yang dia cintai itu sampai di sini.
"Ndah, ada yang ingin saya katakan sama kamu," Kelvin memulai pembicaraan.
BERSAMBUNG
...****************...
Promosi Novel lagi ya Reader.
__ADS_1