
"Anda yakin berita ini akan di up besok pagi?" tanya Ilham memastikan.
"Tentu saja, tapi untuk poto yang saya pegang ini jangan dipublikasikan dulu. Saya akan membutuhkan poto ini untuk sesuatu.'' Tegas Kelvin penuh keyakinan.
"Oke, deal ya. Karena saya telah mendapatkan persetujuan dari putra sulung Pak Mentri, maka saya akan segera menaikan berita ini besok pagi,'' jawab Ilham tersenyum lebar.
"Saya bukan putra sulung Pak Mentri.''
"Lalu?"
"Saya putra bungsu, bukan putra sulung. Tuh ... Abang saya lagi ke sini," tunjuk Kelvin menatap Jerry yang saat ini berjalan kearahnya.
Sontak, baik Indah maupun Ilham menatap ke arah jari telunjuk Kelvin menyerah saat ini. Benar saja, Jerry berjalan dengan penuh percaya diri bersama seorang wanita, mereka berdua terlihat mesra bahkan saling bergandengan tangan. Ketiga orang yang ada di sana pun nampak terkejut juga membulatkan bola matanya, tak terkecuali dengan Kelvin sendiri.
"Sayang, bukannya itu Evelyn?" gumam Indah dengan perasaan tidak percaya tentu saja.
"Betul sekali, kenapa Abang bisa datang bersama Evelyn? Apa mungkin kekasih yang waktu itu di bicarakan oleh Evelyn adalah Bang Jerry? Astaga, dunia sempit sekali ternyata,'' jawab Kelvin kemudian.
"Dia abang Anda?" tanya Ilham dan hanya di jawab dengan anggukan kepala oleh Kelvin.
"Wanita di sebelahnya, bukankah dia Nona Evelyn?"
Kelvin kembali menganggukkan kepalanya.
"Astaga, kenapa mereka bisa datang bersama?''
"Entahlah, kita tanyakan saja langsung kepada orangnya.''
"Hey, kenapa kalian semua bengong seperti itu?" tanya Jerry akhirnya tiba di hadapan mereka bertiga.
__ADS_1
"Kalian? Kenapa kalian berdua bisa datang bersama? Jangan-jangan kalian--" tanya Kelvin, tidak meneruskan ucapannya.
"Betul, kamu memang pintar. Evelyn ini adalah pacar Abang," jawab Jerry, merangkul pundak Evelyn kekasihnya penuh rasa bangga.
"Astaga ... Saya gak nyangka, kenapa kalian bisa pacaran?"
"Apa lagi, ya karena kami saling mencintai,'' jawab Evelyn menoleh dan menatap wajah Jerry kemudian.
"Bukan itu maksud saya, Evelyn. Jika kalian berpacaran, kenapa harus saya yang dijodohkan sama kamu?''
"Ceritanya panjang kali lebar, butuh tujuh hari tujuh malam untuk menceritakannya," jawab Jerry, menarik kursi lalu mempersilahkan Evelyn untuk duduk.
"Hmm ... Ceritakan saja gak apa-apa, aku penasaran bagaimana caranya Evelyn bisa dijodohkan dengan Kelvin sementara dia sebenarnya berpacaran dengan bang Jerry," tanya Indah yang juga merasa penasaran.
"Nanti saja ceritanya. Ada hal lain yang lebih penting lagi sekarang,'' ucap Kelvin.
"O iya, kenapa kamu memanggil Abang kemari? Apa kamu tahu, Abang lagi asik pacaran sama pacar Abang yang cantik ini. Gangguin aja sih," celetuk Jerry tersenyum sinis.
"Wah, ternyata Pak Mentri punya 2 putra. Jujur, saya kira beliau hanya punya satu putra lho, soalnya dia sama sekali tidak pernah menyinggung prihal putra sulungnya yang ternyata adalah pacar dari Nona Evelyn. Benar-benar sesuatu yang sulit di percaya,'' ucap Ilham kemudian.
"Hmm ... Anggap saja saya ini adalah putra yang tidak diharapkan kehadirannya. Atau, bisa juga saya ini adalah putra yang tidak di akui?"
"Hahahaha! Orang kaya memang beda.'' Ilham tertawa merasa lucu.
"Baiklah, langsung saja ke topik utama. Apa yang ingin kalian bicarakan dengan saya."
Kelvin akhirnya menjelaskan kepada sang kaka tentang rencananya bersama Ilham, juga tentang bukti-bukti yang telah didapatkan. Dia menceritakan dari A sampai Z tidak ada satupun yang terlewatkan.
"Wah, ternyata kalian sudah berkerja sama seperti ini. Hebat juga kamu, Vin,'' puji Jerry.
__ADS_1
"Gimana menurut Abang?"
"Gimana apanya? Lakukan saja sesuai dengan rencana kalian dan kita lihat reaksi Daddy nantinya, apakah dia akan mengelak atau mengakui perselingkuhan itu?''
"Baiklah, berita ini akan terbit besok pagi dan tentu saja akan menghebohkan negeri ini. Hahahaha!'' Ilham tertawa senang.
"Hentikan, apakah ini sesuatu yang lucu, harus di tertawakan segala?"
"O iya, maaf. Saya permisi dulu kalau begitu.'' Ilham akhirnya berpamitan.
*****
Keesokan harinya.
Melani menjalani hari-harinya seperti biasa. Bekerja di kantor kementrian sebagai sekertaris dari Mentri keuangan yang tidak lain dan tidak bukan adalah kekasihnya sendiri. Lebih tepatnya, kekasih gelap sang Mentri karena dia memang menyembunyikan hal itu selama lebih dari lima tahun lamanya, dan sebentar lagi dia akan benar-benar menjadi Nyonya Alamsyah yang sesungguhnya.
Melani berjalan dengan penuh percaya diri hendak memasuki kantor kementrian. Namun, dirinya seketika di buat terkejut saat para Wartawan tiba-tiba saja menghampirinya lengkap dengan kamera yang diarahkan kepadanya kini.
"Nona Melani, tolong jawab pertanyaan kami. Apakah berita itu benar?" tanya salah satu Wartawan membuat Melani merasa terkejut.
"Eu ... Maaf, berita apa maksudnya." Melani mengerutkan kening.
"Apa lagi, berita tentang perselingkuhan Anda dengan Pak Mentri."
BERSAMBUNG
...****************...
PROMOSI NOVEL
__ADS_1