Hati Pengganti

Hati Pengganti
Part 19


__ADS_3

Author POV


Seperti yang sudah dijanjikan, Eugi berhutang penjelasan pada Cahya. Jam makan siang janji untuk ketemu Cahya ditaman dekat cafe.


Eugi sudah sampai duluan sebelum Cahya. Tampak gadis berambut lurus panjang itu mendekat kearahnya dengan tentengan makan siang ditangannya.


"Dah lama loe?" sapa Cahya


"Belum begitu lama banget"


"Ini sambilan makan juga. Gue udah bawain buat loe"


"Loe emang yang terbaik" puji Eugi


Sambil menikmati makan siang keduanya bercerita. Yang pasti Cahya menagih hutang penjelasan dari Eugi.


"Ini nomor Arga bukan?" ujar Cahya menunjukkan log panggilan masih d linponselnya


Arga benar-benar menghubungi Cahya


"Iya, itu nomor Arga."


"Sekarang loe cerita ke gue" punya Cahya


Eugi menarik nafas cukup panjang sebelum memulai ceritanya


"Ceritanya kemarin pas gue pulang dari kerja. Baru banget sampai rumah. Ceritanya mau mandi. Pak Angga nelpon gue. Awalnya biasa aja dan gue juga ga banyak nanya, intinya sekedar dia nanya gue jawab. Ga lama, gue baru kelar mandi, dia nelpon lagi dan bilang kalo dia ada didepan kosan gue. Gue samperin dan dia nyuruh gue masuk ke mobilnya. Tiba tiba aja pintunya di lock terus dia ngebut kayak orang kesurupan, terus sikapnya juga aneh. Gue ketakutan dong, dia ga peduli juga. Sampai gue benar-benar takut dan ga sadar gue histeris sampe nangis. Loe tau sendiri, trauma gue pas kecelakaan sama papa belum bisa gue lupain. Ahirnya mobil Angga berhenti saat mau nabrak orang yang mau nyebrang. Asli gue gemetaran Ca. Dia kayaknya sadar gue ketakutan ahirnya meluk gue dan bilang kalo dia suka sama gue. Kan bingung jadinya Ca. Pokoknya dia kayak orang asing banget sikapnya."

__ADS_1


"Tapi loe ga diapa-apain sama pak Angga kan???"


"Ga Ca, gue cuma kaget aja. Kenapa dia tiba-tiba bilang suka, tiba-tiba bilang cinta. Padahal dia kan tau kalo gue udah punya pacar"


"Baru nyadar kali kalo dia suka sama loe?"


"Ga taulah Ca, jujur aja gue ga nyaman. Ternyata ahir-ahir ini dia ga ke cafe cuma buat menghindari gue. Dia nerima perintah papanya buat pegang usaha mereka cuma biar ga ketemu sama gue."


"Terus kenapa sampai Arga minta nomor telpon gue?"


"Dia nyulik gue tiba-tiba mana sempat bawa hp. Dan dugaan gue benar Arga berkali-kali nelpon dan banyak chat. Dia marah, kesal sama gue"


"Itu tandanya dia kuatir Gi"


"Makanya gue ngasal aja alasan. Bilang loe maen ke kosan terus tiba-tiba muntah-muntah dan buru-buru nganterin loe sampe lula bawa hp"


"Maaf Ca, alasan itu tiba-tiba keluar dari mulut gue."


Cahya memonyongkan mulutnya tanda protes. Tapi dia paham posisi kepepet sahabatnya itu.


"Maaf..." ucap Eugi sambil memegangi kedua telinganya


"Iya ga papa kali. Gue paham posisi loe"


"Terus rencana loe selanjutnya apa?"


"Gue dilamar sama Arga Ca"

__ADS_1


"Kalo itu kan gue udah tau."


"Iya kalo yang itu loe udah tau. Tapi loe belum tau kan kalo gue mau nikah sama Arga?"


"Whatzzz???" Cahya terdengar kaget


"Biasa aja whatz nya.


"Kok tiba-tiba? Terus gimana kuliah loe? Apa loe akan balik ke Medan?"


"Ga Ca... Kuliah tetap jalan. Arga mutusin untuk stay di sini setelah gue nikah. Tapi gue masih takut."


"Kenapa loe mesti takut? Bukannya ini yang kalian harapkan. Dia cinta sama loe, loe juga sama, dan dia udah berkorban ngalah demi bisa sama-sama loe."


"Mama Arga menentang keras hubungan gue. Mrang a bertengkar Ca dan Arga sampai keluar dari rumah. Apa gue ga terlalu egois? Gue merusak hubungan anak dan orang tua."


"Yang penting loe yakin sama Arga. Dia pasti udah mikirin semua ini mateng-mateng. Loe harus percaya dan ngehargai apa yang dia korbanin buat loe." ucapa Cahya sangat serius memberikan Eugi keyakinan.


"Makasi Ca, gue sedikit lega. Makasi udah dukung gue."


"Ga usah pake makasi. Loe sahabat gue dan udah kayak sodara buat gue. Ya udah yang penting loe hati-hati, biasanya orang mau nikah godaannya banyak. Soal pak Angga, jangan sampai mengganggu hubungan loe sama Arga. Terkadang godaan terbesar datang dari orang-orang terdekat kita. Untuk itu jaga hati loe."


"Tumben hari ini loe bijak banget?" goda Eugi


"Ihhh loe... Dibilangin serius juga" kesal Cahya


"Maaf maaf. Iya gue cuma becanda. Tapi makasi banyak Ca, loe dah bikin gue sedikit lega. Loe emang yang terbaik.

__ADS_1


Manyun Cahya berubah menjadi senyuman yang ahirnya membuat keduanya tertawa menikmati sisa-sisa jam istirahat Cahya yang ga banyak lagi.


__ADS_2