Hati Pengganti

Hati Pengganti
Part 31


__ADS_3

Pagi pertama status baru yang disandang keduanya memberikan aura yang manis. Eugi yang sudah terbiasa bangun pagi dan melakukan segala sesuatunya sendiri memilih untuk menyiapkan pagi yang special untuk suaminya. Sebelum dia meninggalkan ranjang yang masih ada Arga yang terlelap dengan manisnya tak lupa morning kiss dan ucapan selamat pagi meski Arga masih dengan tidur lelapnya.


Berkutat dengan dapur menyiapkan sarapan untuk mereka berdua.


Pelukan hangat tiba-tiba menghampiri Eugi yang sedang fokus.


Cuphhh


"Pagi sayang..." Arga tiba-tiba memeluknya dari belakang dan memberikan ciuman selamat paginya.


"Kok pagi sekali bangunnya? Abang kok ga dibangunin?" tanyanya beruntun


"Eugi udah ga bisa tidur lagi. Mending nyiapin sarapan. Abang duduk dulu gih. Eugi siapin sekarang."


Arga yang masih dalam mode peluk masih menikmati aroma wangi tubuh sang istri yang sudah terkontaminasi aroma masakan dapur. Tapi wangi nya masih mendominasi membuatnya masih nyaman diposisi itu.


"Aaa..." Perintah Eugi sambil menyodorkan sepotong buah kemulutnya.


Argapun menerimanya sembari mengunyah dengan senang hati.


"Lepas dulu peluknya, kita sarapan dulu yuk!"


"Masih nyaman peluk kayak gini"


"Emang kenyang kalo peluk doang"


"Pengennya yang lain, tapi masih harus cuti" kalimat Arga membuat wajah Eugi memanas.


"Abang..." ucapnya sambil mencubit perut Arga membuat pelukannya terlepas.

__ADS_1


Eugi buru-buru menuju meja makan sebelum Arga kembali memeluknya.


Bukan kali pertama Eugi melayani dimeja makan tapi ini hari pertama statusnya sebagai nyonya Arga Winata.


"Abang kekantor hari ini?" tanya Eugi disela-sela kegiatannya


"Masih ingin menghabiskan waktu dengan istri tercinta"


"Gombalnya!!!"


"Beneran. Hari ini Abang mau nemenin Eugi. Waktu Abang milik kamu hari ini."


"Tapi Eugi ga pengen kemana-mana sayang. Pengen hibernasi aja."


"Ya udah, hibernasi ya Abang temenin"


Selalu ada jawaban membuat Eugi enggan memperpanjang obrolan. Yah, semua terserah Arga saja.


Keduanya benar-benar menghabiskan waktu dengan berhibernasi panjang. Eugi masih betah terlelap meski hari sudah menunjukkan jingganya.


"Sayang, bangun gih. Udah sore loh" Bisik Arga ditelinga nya membuat gadis yang baru saja bersuami itu menggeliat merasakan geli.


"Iya bang, sebentar lagi" ucapnya malas tanpa membuka mata.


Posisi manis dihadapan Arga membuat jiwanya sedikit bergetar.


Cuphhh...


Kecupan masis yang singgah dibibir Eugi membuat matanya tiba-tiba terbuka.

__ADS_1


Pandangan mereka bertemu, ada hasrat Dimata sang suami yang harus tertahan.


Arga semakin mendekatkan wajahnya sampai benar-benar tak berjarak. Bahkan hidung mereka sudah saling bersentuhan. Eugi tak menolak bahkan menikmati benda kenyal yang menyentuh bibirnya. Pelan dan semakin menuntut. Arga terus mengecap, menggigit bibir sang istri dengan pelan hingga membuat celah untuknya mengeksplor hingga dalam.


Arga berhenti sejenak memberikan jeda mereka untuk saling mengambil nafas.


"Sayang, maaf ya. Seharusnya kamu mendapatkan hakmu."


"Sttt...Jangan berkata seperti itu. Namanya alam, dari pada ga keluar nanti jadi penyakit"


"Tapi kamu harus menahan hasrat"


"Mencintaimu bukan hanya soal hasrat sayang. Sudah, jangan dibahas ya. Kita masih banyak waktu. Cukup begini saja Abang sudah bahagia" Ucapnya sembari memeluk istri kesayangannya dengan posesif.


Deringan telpon diatas nakas membuat Arga melonggarkan pelukannya. Segera menggeser icon berwarna hijau untuk menyambungkan panggilan.


"Ada apa Vid?" sapanya setelah disebrang sana berkata halo.


"Maaf mengganggu waktunya pak. Apakah pertemuan dengan Tuan Albert bisa dilakukan besok?"


"Bisa aja. Tumben kamu bertanya dulu, biasanya langsung lapor aja?"


"Pak Arga kan masih baru melangsungkan pernikahan siapa tau mau honeymoon dulu" goda David sang asisten


"Kamu lagi ngeledek saya?" Arga sedikit kesal


"Ga pak...Saya serius hanya ingin memastikan jadwal bapak." balas David sedikit takut dengan tuannya.


David yang sedikit bingung tak berani banyak komentar. Yang dia tahu saat ini adalah momen kebersamaan yang sangat bisa dinikmati oleh pasangan baru.

__ADS_1


"Tapi kok tiba-tiba ngegas yagh?" Batin David dalam tanya tanya.


__ADS_2