Hati Pengganti

Hati Pengganti
Part 39


__ADS_3

Masih dalam libur hari Minggu. Seperti obrolan malam sebelumnya, sang mama akan pulang. Awalnya Melisa masih ingin menikmati kota kembang tapi ahirnya kondisi mama mengurungkan niatnya. Entah apa yang akan terjadi dirumahnya, karena dia juga akan meminta penjelasan dari papa.


"Mama baik-baik ya, jaga kesehatan, secepatnya Arga akan pulang menyelesaikan masalah dengan papa." ucap Arga memeluk sang mama bergantian dengan Melisa.


Arga dan Eugi meninggalkan bandara setelah mama dan adiknya memasuki ruang tunggu. Dengan berat hati tapi mama Laura sudah mengambil keputusan untuk pulang maka dia harus terima.


"Kita makan dulu sayang? Atau Eugi ada kepengen mau kemana?"


"Boleh bang, sekalian kita belanja ya. Isi kulkas udah menipis"


"Siap tuan putri!"


Arga melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Obrolan ringan keduanya membuat suasana santai dan hal yang sangat mereka rindukan dari dulu. Dengan perjalanan panjang dan cobaan rintangan ahirnya terlewati.


Sebelah tangan Arga masih tertaut dijemari Eugi sambil satu tangannya memegang kemudi. Seakan tak ingin terlepas dari dari wanita yang sudah mengikat hatinya itu.


"Sayang...?" Arga


"Hmmm.." Sembari menoleh Arga


"I love you"


"Apaan sie bang. Siang-siang gombal, lagi dijalanan yang macet lagi"


"Dimana pun kapan pun dalam kondisi apa pun pokoknya i love you nyonya Winata"


"I love you Arga Winata" Balas Eugi ahirnya sambil tersenyum manja


"Abang harap akan selalu seperti ini ya sayang. Selalu dengan senyum diwajah kamu. Sudah cukup dengan segala kesedihan yang kita alami sebelumnya. Abang mau kamu akan selalu tersenyum seperti ini" ujar Arga mendadak serius


"Asalkan Abang selalu bersama Eugi, kebahagiaan itu akan selalu bersama kita bang. Masalah yang udah lewat kita bisa hadapi, kedepannya kita akan jalani sama-sama"

__ADS_1


Arga tersenyum dengan jawaban bijak sang istri sembari mengecup lembut tangan yang sedari tadi tak terlepas dari genggamannya.


"Makasih sayang sudah mau menjadi bagian dari kehidupanku."


Tak terasa tujuan mereka sudah didepan mata. Masih dengan mesra keduanya memasuki kawasan perbelanjaan yang cukup ramai. Masa-masa libur membuat suasana begitu ramai berkali lipat dari pada hari biasa.


Bahkan bukan hanya plat D yang memenuhi parkiran. Banyak pengunjung dari luar kota yang datang hanya sekedar berkunjung. Kota kembang yang berubah menjadi padat disaat weekend sudah tiba.


.


.


.


.


.


Tanpa terasa menghabiskan seharian penuh diluar rumah. Itu cukup membuat Eugi tampak kelelahan.


Setelah membersihkan diri Eugi benar-benar merindukan kasur untuk merebahkan tubuhnya yang lelah.


"Ughhh"


Rasanya benar-benar nikmat setelah tubuh itu menyentuh sang kasur yang memberikan rasa nyaman.


Sementara Arga setelah membersihkan diri menuju diruang kerja. Lelaki itu seperti tidak memiliki rasa lelah seperti yang dirasakan oleh sang istri yang meski belum begitu larut tapi sudah memejamkan mata walau masih belum begitu mengantuk.


Ceklekkk...


Arga memasuki kamar dan tersenyum melihat sang istri sudah memejamkan mata.

__ADS_1


"Kamu capek sekali ya?" bisiknya ditelinga Eugi sedikit mengusiknya.


Eugi membuka mata malas, hanya menganggukkan kepala dengan lemah.


Arga menaiki kasur dan ikut berbaring disamping wanita kesayangannya itu. Meraih tubuh mungil itu untuk masuk kedalam pelukannya. Posisi ternyaman disaat dirinya melepas lelah.


"Besok mungkin Abang agak sibuk ya. Eugi ada kegiatan apa besok?"


Tanpa menjawab Eugi hanya menggeleng.


"Belum ada rencana" Jawabnya kemudian


"Ikut kekantor mau?"


"Kan Abang sibuk. Eugi ga mau nanti Abang jadinya ga fokus. Eugi dirumah aja"


"Yakin?"


"He-eh"


"Ya udah kita istirahat yah" ucap Arga sembari mengecup lembut pucuk kepala Eugi, lalu dikening dan lanjut di bibir ranumnya.


"Good nite honey" bisiknya lembut.


Eugi yang sudah memejamkan mata bukannya tidur tapi masih terusik dengan sentuhan-sentuhan nakal sang suami yang membuatnya kembali membuka mata.


"Katanya tidur, tapi masih nakal aja!" ambeknya


"Cuma sentuh doang. Kan harus pamit selamat malam juga" Arga beralasan ga jelas


Bukannya Arga berhenti, malahan berlanjut dengan sentuhan yang lebih panas lagi.

__ADS_1


__ADS_2