Hati Pengganti

Hati Pengganti
Part 21


__ADS_3

Mobil yang sangat familiar buat Eugi sedang parkir didepan gerbang rumah kosannya. Setelah membayar ongkos angkot yang tadi membawanya dari cafe buru-buru dia memperjelas apa yang dilihatnya.


"Mas Angga???" sapanya ketika sudah melihat sang empunya mobil


Sosok yang dipanggil Angga pun dengan tersenyum sembari keluar dari dalam mobil dan menghampiri Eugi.


"Kamu baru pulang?"


"Iya mas, tadi cafe lumayan rame setelah mas Angga tinggal.'


"Ohh..."


"Udah makan?"


"Ini saya sudah beli buat makan malam." jawab Eugi sembari menunjukkan bungkusan yang dipegangnya. Sebungkus nasi Padang, makanan dengan wangi rempah yang sangat disukainya.


"Mas Angga ada perlu apa datang kemari?"


"Tadinya mau ngajak kamu makan malam" jujur Angga


Eugi hanya tersenyum menanggapi ajakan Angga. Berusaha bersikap sebiasa mungkin setelah kejadian sebelumnya.


"Maaf mas, mungkin bisa lain kali, mubajir rasanya udah keburu beli makanan." Jawab Eugi halus menolak


"Ya udah ga papa, mungkin bisa lain kali."


"Maaf ya mas. Kalo gitu Eugi mau masuk dulu. Rasanya gerah lengket banget"


Angga hanya bisa menyunggingkan senyuman. Yang jelas menunjukkan kekecewaan.


Gadis itu tanpa basa-basi, atau menawarkan untuk mampir, melangkah meninggalkannya.


"Hhuuhh" dengus Angga kecewa melangkah masuk ke mobilnya dan meninggalkan tempat itu.


Sepanjang perjalanan fikirannya hanya di bayangi oleh wajah manis nan polos itu. Bibirnya tersenyum meratapi kekecewaannya.

__ADS_1


***


Tanpa mengulur waktu, Eugi beranjak membersihkan diri. Rasa lapar sejenak ditunda karena rasa gerah ditubuhnya.


Guyuran air dingin seketika menyapu lelah yang dirasakan hari ini.


Sejenak fikirannya teringat akan sosok Angga yang barusan.


..."Makin hari mas Angga semakin aneh. Kenapa harus seperti ini? Padahal rasa nyaman menjadi teman, merasakan sayang seorang kakak, harus berakhir jadi tidak nyaman" batin Eugi...


Berusaha memahami keadaan yang membuat dirinya tidak nyaman akan sosok Angga membuat Eugi ingin segera mengakhiri masa kerjanya.


Rasa dingin yang Eugi rasakan membuatnya segera mengakhiri ritual mandinya.


Mengeringkan rambutnya yang basah, menatap pantulan dirinya sendiri dicermin. Mengingat sosok kekasih yang dirindukannya membuatnya tersenyum sendiri.


"Apa loe udah siap menjadi seorang istri dari seorang Arga, Gi?" Tanyanya pada pantulan dirinya sendiri


Lagi-lagi senyum itu menghiasi wajahnya. Sosok Eugi merona sendiri mengingat apa yang baru saja dia lontarkan.


"I love you so much bang Arga" ucapnya pada foto yang menunjukkan Arga dengan senyuman yang selalu meneduhkan hatinya.


Tersentak tiba-tiba dengan getaran ponsel yang dipegangnya saat panggilan dari Arga muncul dilayar ponsel.


"ha ha hallo sayang..." jawab Eugi tergagap


"kamu kenapa sayang?" curiga Arga menyadari kegugupannya


"Ga papa, cuma kaget aja."


"Kaget???"


Sedikit malu untuk berkata jujur kenapa dia begitu gugupnya.


"hmm, ga kok bang"

__ADS_1


"Hayo kenapa? kok kayak maling ketangkap basah gitu?" goda Arga


"hmmm tadi Eugi lagi buka-buka galeri tiba-tiba Abang telpon." ucapnya ahirnya jujur.


Untung saja hanya panggilan suara. Wajahnya cukup merah menahan gugupnya.


"Kangen ya?"


"Abang apaan sie? Jangan ngegodain Eugi gitu..."


"Loh kok ngegodain? Karena Abang juga kangen sama kamu sayang. Pengen cepat hari-hari berlalu, urusan disini cepat kelar, dan kita akan bersama selamanya"


Eugi terdiam mendengarkan kalimat-kalimat Arga yang membuat hatinya memanas.


"Sayang... kamu dengar kan?" ucap Arga karena Eugi hanya diam.


"Iya sayang. Eugi dengar."


"Kenapa diam?"


"Eugi juga kangen sama Abang."


"Sabar ya. Ga lama lagi kok, Abang akan secepatnya datang. I love you Eugi Nathali"


"Love you too..."


"Kita istirahat ya... Eugi jangan bagadang. Ingat jaga kesehatan sayang"


"Iya bang. Kamu juga jaga kesehatan ya. Jangan maksain kerja terus"


"Iya sayang..."


"Eugi tutup telponnya bang. Bye sayang..."


"Bye sayang..."

__ADS_1


Panggilan berahir. Wajah Eugi terasa memanas, rona merah menghiasi wajahnya. Ini yang dinamakan hati sedang berbunga-bunga.


__ADS_2