
Meskipun Eugi bukan seorang muslim tapi kumandang azan dipagi hari selalu membangunkannya untuk bersujud memanjatkan segala doa yang akan membawanya 24 jam melewati satu hari penuh dan dia sudah terbiasa dengan waktu itu untuk duduk mengucap syukur pada sang penciptanya.
"Sayang, bangun yuk udah pagi" ucap Eugi berbisik ditelinga Arga yang mana masih memeluknya erat.
"Biarkan seperti ini dulu sayang. Abang masih nyaman kayak gini" jawabnya tanpa membuka mata.
"Eugi mau saat teduh. Abang mau ikut bareng?"
Tak ada jawaban tapi Arga membuka matanya dan masih berusaha mengembalikan nyawanya yang terbawa mimpi.
Kecupan sayang selamat pagi singgah dikening Eugi menyapa pagi sang istri dengan wajah manisnya.
Awal pagi yang indah keduanya memanjatkan doa syukur bersama untuk pertama kali dan akan menjadi rutinitas keduanya menyambut sang jingga.
***
Arga sudah siap memulai pekerjaan pagi ini dengan wajah yang berseri-seri.
"Yakin mau ikut" ajak Arga dengan harapan Eugi mau menemaninya dikantor hari ini.
"Eugi mau kekampus dulu bang. Ada yang harus diurus. Habis itu Eugi nyusul ke kantor."
"Nanti kabarin Abang biar dijemput ya"
"Iya sayang..."
"Ya udah, Abang berangkat dulu. Kamu hati-hati ya"
Kecupan lembut dikening berahir dengan kecupan singkat dibibir merah muda alami milik Eugi.
"Hati-hati sayang" ucap Eugi mengantarkan sampai didepan pintu.
Suasana manis mengantarkan hari menuju segala aktivitas mereka.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Urusan kampus sudah beres. Eugi berniat untuk langsung menuju kantor suaminya tanpa berniat memberitahu terlebih dahulu. Gadis itu tak ingin mengganggu aktivitas Arga hanya sekedar untuk menjemputnya.
Masih duduk manis di depan kampus sembari membalas beberapa chat diponselnya yang beberapa hari terahir ini terabaikan.
"Eugi?"
"Hmm...Mbak Sarah? ngapain disini?" Sapa Eugi seraya bangkit berdiri menyapa Sarah.
"Ini nganterin Leo buat cari informasi"
"Leo mau kuliah disini?"
"Masih cari informasi dulu Gi. Kalo emang ada yang cocok. Direkomendasiin kakak kelasnya Leo, katanya DKV disini terkenal bagus dan fasilitas kampusnya juga oke."
Leo yang baru saja memarkir mobilnya di basemant kampus langsung menghampiri sang kakak.
"Hi Leo, ketemu lagi" sapa Eugi hanya dibalas senyum oleh sang pemilik bibir.
"By the way Eugi kok disini?" lanjut Sarah
"Eugi akan kuliah disini mbak. Kebetulan Maret kemarin kan ada tes masuk jalur khusus, Eugi ikutan itu."
"Emang barang pake acara dititip titip" Sewot Leo tidak suka
"Ya udah, kita masuk dulu ya Gi." pamit Sarah
"Iya mbak, saya juga mau jalan sekarang."
Setelah cipika cipiki manis kebiasaan para perempuan mereka ahirnya kembali kedunia masing-masing.
Eugi beranjak menuju halte dekat kampus dan masih dalam mode menunggu angkutan yang akan membawanya ke kantor sang suami.
***
"Siang mbak, mau ketemu pak Arga" ucap Eugi sopan di meja resepsionis.
"Apa sudah buat janji sebelumnya??" Sang resepsionis tidak tau soal pernikahan sang bos tersenyum dengan hanya dibalas senyum juga oleh Eugi.
"Maaf bu, soalnya pak Arga lagi ada meeting. Bisa ditunggu di sana aja. Nanti kalo beliau sudah selesai saya akan panggil" sambil menunjuk kearah sofa disudut ruangan.
"Baiklah...Terimakasih"
__ADS_1
Sedikit malas Eugi menuju sofa yang ditunjukkan sang resepsionis. Sambil menunggu dia memainkan gawai pintarnya untuk menghilangkan rasa bosan.
"Nona Eugi???" Sapa David yang baru masuk kedalam kantor.
"Kok nunggu disini?" lanjutnya
"Kata mbak nya Pak Arga lagi ada meeting, makanya saya tunggu"
David langsung menghampiri sang resepsionis yang sedikit gugup.
"Siang pak David" sapanya hormat.
"Besok-besok kalo nona itu datang mohon langsung diantar atau dipersilahkan keruangan pak Arga ya. Dia itu istri pak Arga" ucap David sambil menunjuk kearah Eugi duduk.
"Maaf pak. Saya tidak tau sebelumnya. Saya akan ingat." ucap gadis itu sedikit takut.
David meninggalkan meja resepsionis menuju dimana Eugi sedang duduk.
"Mari saya antar keruangan pak Arga, nona"
Keduanya berjalan menuju ruangan Arga.
"Maafin saya Bu... Saya benar-benar tidak tau" ucap sang resepsionis saat David dan Eugi melewatinya.
"Ga papa mbak, santai aja... Mbak cuma melakukan tugas aja. Saya kedalam dulu ya" Balas Eugi pamit dengan senyumnya.
.
.
.
.
.
Diruangan yang didominasi dengan interior klasik, Eugi menunggu Arga yang memang sedang meeting. David mempersilahkan istri dari sang bos untuk menunggu sementara dirinya menuju ruang meeting dan membawa berkas yang menjadi tujuan sebelumnya.
"Ada nona Eugi sedang menunggu diruangan pak" bisiknya sembari menyerahkan dokumen yang dibawanya.
Arga hanya mengangguk mengerti dengan informasi dari David segera meraih ponselnya. Tapi pesan dari sang istri lebih dulu dia terima dan hanya menyunggingkan senyum simpul.
Lovely wife
__ADS_1
Eugi tunggu diruangan Abang ya. Santai aja, jangan buru2 meetingnya. Love u ❣️❣️❣️