
" Mas Sandy, Tiara nanti pulang sekolah pukul 1, jangan terlambat jemput ya." pesan Tiara yang hanya dijawab dengan anggukkan kepala oleh Sandi .
Tiara si gadis cantik adalah kembang desa, dia anak dari bapak Handoko, salah satu pria terkaya di daerahnya.Pak Handoko memiliki banyak usaha, kekayaan Pak Handoko sangatlah banyak, sehingga sangat wajar jika sikapnya sangat sombong dan suka menyepelekan orang lain. Pak Handoko hanya memiliki gadis semata wayang yang sangat cantik. Pak Handoko sangat menyayangi putrinya, apapun yang diinginkan sang putri selalu diturutinya.
Sifat Tiara sangat berbanding terbalik dengan Pak Handoko, Tiara tumbuh menjadi gadis yang sangat baik hati, dia sangat sopan dan tutur katanya sangat lembut. Bahkan Tiara memiliki jiwa sosial yang sangat tinggi. Tak jarang Tiara memberikan bantuan kepada tetangga bahkan pegawai Ayahnya diluar sepengetahuan Ayahnya.
Hingga suatu hari salah satu pegawai Ayahnya yang tidak di kenalnya menolongnya dari seorang pencopet yang akan mencopet dompetnya saat ia pulang sekolah.
Walaupun Ayahnya sangat kaya, Tiara lebih suka berangkat dan pulang sekolah dengan memakai kendaraan umum di bandingkan diantar oleh salah satu sopir Ayahnya. Dia lebih menyukai berangkat sekolah bersama teman temannya.
Sandi nama pria yang menolongnya dari seorang pencopet. Bahkan Sandilah yang menghajar pencopet Itu hingga mereka lari ketakutan.
" Ini dompetmu, lain kali hati hati kalau naik bus." kata Sandi kepada Tiara
" Terima kasih mas." jawab Tiara sambil membuka dompetnya dan mengambil beberapa lembar uang dari sana lalu di ulurkan kepada Sandi
" Apa ini?" tanya Sandi pada Tiara
" Sebagai tanda terima kasihku untuk mas..." kata Tiara terputus
" Panggil aku Sandi, aku salah satu pegawai ayahmu. Jadi tidak usah sungkan padaku." kata Sandi
" Oh ya..aku tidak pernah melihatmu, ambillah ini, sebagai tanda terima kasih saja." kata Tiara
" Tidak usah." jawab Sandi
" Ambil saja Mas, aku benar benar ikhlas kok, Anggap saja Itu ungkapan rasa terima kasihku untuk pertolonganmu, kalau tidak aku pasti sudah kehilangan lebih banyak." kata Tiara
" Baiklah, saya ambil ya.." Sandi mengambil lembaran uang yang di berikan Tiara.
" Mas Sandi..mau kemana?" tanya Tiara
" Tadi ayahmu menyuruhku ke Kota untuk mengantarkan pesanan barang pada relasinya, sekarang mau pulang." jawab Sandi singkat
" Mas Sandi kerja di toko Ayah yang mana?" tanya Tiara penasaran
__ADS_1
"Di toko bangunan." jawab Sandi singkat
"oh...Mas Sandi tinggal dimana?" tanya Tiara
" Aku tinggal dengan pamanku, Pak Tarjo." jawab Sandi
" Loh..masa sih? aku sering mampir ke rumah Pak Tarjo tapi tidak pernah melihat mas Sandi di sana." kata Tiara
" iya, baru tiga bulan ini aku tinggal bersama beliau." jawab Sandi
"Sebelumnya di mana?" tanya Tiara
" Sebelumnya aku kerja di Kota, Pak Tarjo memintaku kesini untuk menemaninya." jawab Sandi
"oh...pantas aku tidak pernah melihat mas Sandi, padahal aku lumayan dekat dengan bu Tarjo sedari kecil." kata Tiara
Sandi hanya diam saja mendengar omongan Tiara.
Itulah awal perkenalan Tiara dan Sandi, sebelum mereka menjadi semakin dekat.
Kedekatan mereka diketahui oleh bu Tarjo sebagai sesuatu yang seharusnya tidak boleh terjadi. Bu Tarjo bisa melihat pancaran cinta di mata Tiara, oleh sebab Itu berkali kali bu Tarjo mengingatkan keponakannya untuk menjaga jarak agar tidak terjadi masalah dengan Ayah Tiara di kemudian hari.
" Sandi..boleh bibi bicara?" tanya bu Tarjo suatu sore saat melihat keponakannya sedang tiduran di kamarnya selepas pulang kerja
" Boleh Bi, masuk saja." jawab Sandi sambil duduk di tempat tidurnya dengan kasur yang sudah tipis
" Kamu lelah?" tanya Bu Tarjo sambil tersenyum
" Nggak terlalu Bi, ada apa? katakan saja, Sandi akan dengarkan." jawab Sandi
"Sandi..bibi mau tanya jawab dengan jujur ya." tanya bibirnya
" Iya bi, apa selama ini Sandi pernah berbohong sama bibi?"tanya Sandi sambil tersenyum
" Bukan begitu Nak, bagaimanapun sekarang kamu sudah dewasa, bibi tidak bisa lagi memaksamu."jawab bibinya
__ADS_1
" ini tentang apa ya bi, Sandi jadi bingung?" tanya Sandi pada bibinya
" Apa kamu punya hubungan istimewa dengan Non Tiara?" tanya bu Tarjo hati hati
" Hubungan apa maksud bibi?" tanya Sandi
" Hubungan istimewa, maksud bibi pacaran Nak." kata bibinya
" Nggak bi, ada apa?" tanya Sandi
" Bibi melihat non Tiara sepertinya menyukaimu Nak, kalau memang kamu tidak menyukainya lebih baik kamu hindari saja." kata bibinya dengan hati hati
"maksudnya bagaimana bi, Sandi masih bingung." tanya pria itu
"Kalau memang kamu tidak mencintainya atau belum mencintainya sebaiknya hindari dia jangan terlalu dekat. Bibi takut kamu nanti bermasalah dengan Ayahnya." ucap bu Tarjo serius
" Sandi memang tidak menyukainya bi, tapi bagaimana Sandi bisa menjauhinya, Sandi saja tidak merasa mendekatinya." kata Sandi kepada bibinya
" Kamu Itu laki laki Nak, kamu harus tegas. Jangan memberi harapan berlebihan jika memang kamu tidak suka, Bibi melihat ada cinta untukmu dimata non Tiara." kata bibinya
" Bi, bagaimana saya memberi harapan? yang ada saya ini tidak ada harapan kalau dekat dengan Tiara, saya kalah segala galanya dari dia." jawab Sandi sambil tersenyum pada bibinya
" Jujur sama bibi, tanpa memandang kekurangan kita, apakah kamu menyukai Non Tiara?" tanya bu Tarjo pada keponakannya
" Siapa yang tidak menyukai Tiara Bi? dia gadis yang sangat cantik dan baik. Nyaris tidak ada kekurangannya." jawab Sandi
" Kamu memang benar Nak, bibi juga sudah mengenal Non Tiara dari kecil, hatinya sangat mulia, ia tidak mewarisi kesombongan kedua orangtuanya sama sekali. Bahkan ia sangat dermawan, beda dengan kedua orangtuanya yang sangat pelit." kata bu Tarjo
" Lalu bagaimana keinginan bibi?" tanya Sandi
" Ya kalau kamu tidak menyukainya katakan saja agar Non Tiara tidak berharap lebih padamu, tapi kalau kamu memang menyukainya, kamu harus bersiap menghadapi masalah yang ada di depanmu nanti." jawab bibinya
" Bibi dan paman tidak usah mengkhawatirkan Sandi, aku ini sudah dewasa Bi, aku tidak akan menyusahkan bibi dan paman." Kata Sandi sambil menyentuh punggung tangan bibinya
" Dari dasar hati bibi yang paling dalam, bibi sangat menyukai non Tiara, dia gadis yang sangat baik dan sangat pengertian, cocok jika bersanding denganmu." kata bu Tarjo
__ADS_1