
Sehari penuh Sandy membantuTyo mengerjakan apa yang menjadi tugasnya selama ini. Tyo memang bukan anak yang bodoh, tetapi karena ini adalah tugas yang baru baginya, Sandy harus lebih bersabar dalam mengajarinya. Sesekali ia terlihat tersenyum ketika Tyo menanyakan sesuatu hal yang menurutnya sangat mudah di kerjakan tetapi bagi Tyo masih agak rumit. Untuk menghindari kesalahan Tyo memilih menanyakan langsung pada Sandy, surat ibulah yang di sukai oleh Sandy kepada Tyo, ia anak yang sangat jujur dan polos.
" Mas....dulu kenapa mas Sandy cepet banget biasanya mengerjakan semua ini sih, aku aja susah bener masuknya, padahal sudah berlalu Kali di jelaskan mas Sandy." keluh Tyo pada akhirnya
" Nggak juga, aku juga sering tanya kok selama masih nggak paham waktu itu, kamu aja yang nggak lihat. Nanti kamu juga bisa tanya ke aku kalau suatu saat nanti masih ada yang tidak tahu atau lupa mesti bagaimana." jawab Sandy sambil tersenyum sabar.
" kalau mas Sandy ada di sini, kalau keluar kota? kalau nemenin Pak bos? gimana cara tanya ya?" tanya Tyo sambil garuk garuk seperti putus ada.
" kamu kan bisa telp aku, kenapa bingung?"
" heh...mas Sandy sudah punya ponsel? baru ya mas?"tanya Tyo langsung tersenyum.
" sudah dong, jadi asisten bos kalau nggak punya ponsel bagaimana ceritanya kalau tiba tiba si bos panggil?" jawab Sandy sambil mengeluarkan ponselnya dari kantong celananya.
"hehehe...iya bener juga ya mas. Bagi nomernya ya...."
" tentu saja, supaya kamu bisa hubungi aku setiap saat kalau ada kesulitan nanti." jawab Sandy sambil memasukkan nomer ponselnya pada ponsel Tyo yang sengaja ia minta, dan ia melakukan panggilan ke ponselnya untuk menyimpan nomer Tyo pada ponselnya.
" nomer ini boleh nggak mas di minta orang lain?" tanya Tyo pelan sambil mendekat ke arah Sandy yang terlihat sedang memberi nama pada daftar kontaknya.
" siapa?" tanya Sandy sambil mengangkat wajahnya
" itu...Tari. Kemarin dia sempat minta nomer mas Sandy ke aku."kata Tyo
" sebaiknya nggak usahlah, aku nggak ada urusan pekerjaan sama Tari. Nomer ini hanya untuk urusan pekerjaan saja ya. Tolong kamu simpan sendiri saja, nggak usah di sebar sebarin, aku nggak mau ada masalah lain di belakangnya nanti." jawab Sandy tegas.
" Tari tanya memang bukan untuk masalah pekerjaan kok mas, dia kan naksir mas Sandy sejak pertama kali mas Sandy masuk kerja, masa mas Sandy nggak kerasa? bohong amat." kata Tyo.
" kamu kalau ngomong suka asal ya Yo..." tegur Sandy
__ADS_1
" eh... beneran mas..saya nggak bohong kok, coba tanya sama anak anak lain pasti jawaban mereka akan sama." jawab Tyo.
" maaf...saya nggak bisa, saya sudah punya istri, jadi lebih baik kamu peringatkan saja dia." kata Sandy dengan nada yang dingin.
" yang bener mas? mas Sandy sudah menikah?" tanya Tyo sambil melotot, terlihat sekali kalau dia sangat terkejut mendengar status Sandy yang tidak lagi sendiri.
"kenapa? kok malah kamu yang jadi kaget begitu?" tanya Sandy heran.
" mas Sandy masih sangat muda lo, masa sudah menikah?"
" kenapa? nggak boleh? kalau nggak percaya kamu bisa datang ke rumah saya, nanti saya kenalkan kamu pada istriku." jawab Sandy terkesan sangat santai
" wah....berita besar ini."
" berita besar apa? kok kamu kaya wartawan gitu Yo, gayamu ini aduh...sudah Persis wartawan gosip, datangnya aku bukan selebritis, jadi gosipmu nggak bakalan laki di jual."
"Mas Sandy kan jadi idola para perempuan disini, kalau mereka tahu mas Sandy sudah menikah, bisa jadi mereka patah hati berjamaah dong mas."
" Mas Sandy itu beneran nggak tahu atau pura pura nggak tahu? masa nggak ngerasa tiap kali ada mas Sandy para perempuan di kantor ini pada tebar persona begitu?" tanya Tyo penasaran.
" aku kesini buat kerja Yo, buat nafkahin anak orang, bukan mau merhatiin tingkah perempuan perempuan itu." jawab Sandy masih dengan sikap cueknya.
" ih... mas Sandy suka gitu kalau di kasih tahu" balas Tyo seperti nggak terima.
" lalu aku mesti bagaimana?"
" ya nggak bagaimana bagaimana juga sih mas, tapi beneran, aku boleh kenalan sama istri mas Sandy?"
" tentu saja boleh, asal kamu nggak tebar persona sama istriku ya."
__ADS_1
" ya nggaklah mas, mana berani saya, kalaupun saya tebar persona pasti istri mas Sandy nggak bakalan mau lihat saya, boro boro tertarik sama saya, kalah jauh saya sama mas Sandy."
" apanya yang kalah jauh?"
"gantengnya sudah kalah ditambah lagi kalah juga jabatannya."
" bisa aja kamu kalau ngomong, sudah kerjakan dulu tugasmu, mumpung masih ada saya kalau ada kesulitan biar aku bantu."
" siap Pak bos." jawab Tyo yang langsung mendapatkan jitakan perlahan dari Sandy pada kepalanya. Tyo hanya tertawa melihat Sandy yang sebal dengan semua perkataannya, tapi berita tentang status pernikahan Sandy tentu saja cukup mengejutkan Tyo.
Pak Kuncoro datang ke kantor sudah menjelang sore. Beliau langsung menuju ruangannya meminta sekretaris nya untuk mempersiapkan meeting. Dia terlihat agak terburu buru karena sepertinya ia berangkat dari rumah sakit.
"Sisca kamu siapkan meeting dalam 10 menit ke depan, ada yang mau saya umumkan pada para staff."
" baik Pak." jawab Sisca sambil mengangguk dan dengan segera ia mengabari seluruh staff yang terlihat meeting tidak terkecuali Tyo dan Sandy. Sore itu pak Kuncoro ingin mengumumkan tentang perubahan jabatan Sandy, seperti yang sudah beliau rencanakan kemarin. Suasana ruang meeting sudah penuh ketika Pak Kuncoro bersama sisca sekretarisnya tiba di ruangan itu.
" Selamat siang. " sapa Pak Kuncoro mengawali meeting
" siang Pak." jawab para staff serempak
" saya akan langsung saja, dalam meeting hari ini ada dua point penting yang ingin saya sampaikan pada kalian. Yaitu tentang ketertiban administrasi dan perubahan tanggung jawab Sandy di kantor ini." kata Pak Kuncoro. Beberapa staff tampak bingung dengan apa yang akan di sampaikan Pak Kuncoro
" Sandy, akan saya tempatkan sebagai asisten pribadi saya, sehingga ia akan mengerjakan sebagian tugas tugas saya, termasuk Salah satunya menggantikan kehadiran saya di kantor ini atau bahkan ikut menemani saya menemui klien saya. Sehingga apapun urusan di kantor ini jika saya tidak ada di tempat maka Sandy yang akan menggantikan kewenangan saya. Untuk selanjutnya tugas yang awalnya di pegang Sandy, akan saya serahkan kepada Tyo. Sampai di sini kalian berdua sudah paham?" tanya Kuncoro pada Sandy dan Tyo yang hanya dijawab dengan anggukan kepala.
"sebagai sekretaris saya, kamu juga akan membantu keperluan Sandy dalam tugasnya membantu saya,. kamu paham sisca?"
" paham Pak."
" nah untuk ketertiban administrasi saya harap setiap bagian wajib melaporkan secara harian kepada saya atau kepada Sandy jika saya berhalangan hadir." perintah Pak Kuncoro yang hanya di mampu di jawab para staff dengan anggukan kepala.
__ADS_1
" saya lakukan ini, untuk mengurangi tungkat kesalahan Dan menghindari menumpuknya pekerjaan kalian. Jadi saya ingin semua laporan dapat di sajikan secara harian, mingguan, bulan, bahkan tahunan tanpa harus membuat kalian terbebani. paham?"
" paham Pak." jawab para peserta meeting.