Hati Selembut Sutera

Hati Selembut Sutera
menyusun rencana diam diam


__ADS_3

Mama meminta Tiara segera mengganti pakaiannya dan keluar makan siang. Awalnya Tiara menolaknya dengan alasan belum lapar namun akhirnya mama bisa memaksanya untuk makan siang bersama kedua orang tuanya.


Saat Tiara datang ke meja makan, mama dan Papa sudah berada di sana dan sedang menunggunya. Ekspresi wajah papa masih seperti siang tadi saat pulang sekolah, datar dan sepertinya masih ada kemarahan di sana sedangkan mamanya nampak tersenyum lembut menenangkan hati Tiara.Tiara tahu dan sadar bagaimanapun papanya tidak salah melakukan apapun demi kebaikannya, namun dia juga merasa tidak salah jika memperjuangkan kebahagiaannya sendiri bersama dengan pria yang ia cintai. Saat ini ia merasa benar dengan tindakannya menentang papanya.


" Tiara...sini duduk di samping mama." kata mamanya mengejutkan lamunannya


" Iya mam." jawab Tiara sambil mengambil kursi di samping mamanya.


tanpa banyak bicara mereka bertiga menikmati menu makan siang yang sudah di siapkan mama.


" ma...tetap lakukan apa yang papa perintahkan tadi ya." kata Pak Handoko pada istrinya, bu Handoko tampak terkejut mendengar suara suaminya yang terlihat kasih kesal


" pa...makan dulu lah, jangan bahas masalah Itu dulu, masih banyak waktu." jawab bu Handoko karena ia tidak ingin Tiara mendengar pembicaraan mereka


" memangnya kenapa? justru sepertinya sebaiknya memang harus kita bahas sekarang." jawab suaminya


" pa...lagi makan nggak baik kalau makan sambil bicara."jawab istrinya menghindari pembicaraan lebih lanjut.


" bukan karena kamu nggak ingin anak mu mendengarnya kan?" kata Pak Handoko


" Itu juga. Sebentar lagi Tiara ujian sekolah pa.., jadi nggak baik kalau konsentrasinya nanti terganggu saat ini." jawab bu Handoko


" terserah kamulah, pokoknya Apapun yang sudah aku putuskan nggak ada yang bisa mengubahnya." kata Pak Handoko. Tiara tidak menjawab apapun pembicaraan kedua orangtuanya karena dia sudah tahu arahnya mau dibawa kemana, ia hanya memilih diam dan mengunci mulutnya rapat rapat. Mamanya juga mengetahui sikap yang diambil Tiara.


Usai makan siang Tiara kembali ke kamarnya. Ia ingin belajar untuk menghadapi ujian yang sudah di depan mata. Walaupun ia sudah mempersiapkan jauh jauh hari, ia tetap tidak ingin ujiannya tidak maksimal karena kecerobohannya sendiri.


" Tiara...boleh mama bicara?" tanya mamanya di depan pintu kamarnya yang sudah di buka


" masuk ma...bicara saja, Tiara dengarkan ." jawab Tiara sambil menutup bukunyang sedang di pegangnya.


" sini duduk dekat mama, Masa bicara jauh jauhan begini."kata mama sambil menepuk kasur di sisinya.


" Ma...mau ngomongin apa sih, Tiara ingin belajar, Tiara duduk di sini saja." kata Tiara tidak ingin bangun dari kursinya


"Tiara...mama mau tanya soal hubunganmu dengan Sandy." kata mama

__ADS_1


"Memangnya apa yang ingin mama ketahui?" tanya Tiara


" kamu pacaran dengannya?" tanya mamanya langsung


" kalau Iya kenapa dan kalau tidak bagaimana?"


" Tiara...kamu tahu papamu ingin kamu menikah dengan anak temannya, jujur mama tidak suka dengannya dari awal pertemuan kemarin


" Kenapa mom? apa yang membuat mama tidak suka dengan Stefan?" tanya Àyu mulai tertarik


" Matanya terlalu genit, menurut mama dia juga bukan tipe pria baik baik." jawab mama sambil cemberut dan Tiara tertawa mendengar penilaian mamanya.


" kok kamu malah tertawa begitu?" tanya mama heran


" bagaimana Tiara tidak heran, kenapa mama mudah sekali memulai di pria yang tidak baik baik?" tanya tiara


" dari pengalaman mama dong, biar begini juga mama kan tahu Mana pria baik Mana yang nggak." jawab mamanya bangga


" Kalau begitu sampaikan saja ke papa soal penilaian mama Itu padanya, jujur Tiara juga tidak tertarik dengan Stefan, terlalu sombong dengan kekayaan yang bukan miliknya." jawab Tiara


" nggak bicara apapun, cuma dari caranya melihat Tiara dia merasa jumawa dengan fasilitas dari orangtua nya . Tiara jijik lihatnya." jawab Tiara


" tapi sayangnya papamu menyukainya..."


" nggak ma...papa suka dengan


temannya, bukan dengan anaknya. coba Stefan bukan anak temannya, mama mau papa melihatnya."


" benar jug apa katamu, lalu bagaimana dengan pertanyaan mama yang tadi, hubunganmu dengan Sandy bagaimana?"


" maunya mama bagaimana? sampai hari ini kamu hanya berteman."


" sungguh? kau tidak menyukai nya?"


" tentu saja aku menyukainya ma...Mana bisa berteman kalau tidak saling menyukai."

__ADS_1


" maksud mama kalian pacaran?"


" entahlah ma... Tiara tidak tahu, hubungan yang bagaimana yang di sebut pacaran Itu, yang jelas Tiara hanya menjalani proses pertemanan ini dengan sebaik baiknya, Itu saja."


" lalu bagaimana kalau papamu meminta mama mempersiapkan acara pertunanganmu dengan Stefan."


" mama lakukan saja, tapi mama dan Papa tidak akan bisa memaksamu untuk menikahi Stefan apalagi mencintainya."


" maksudmu bagaimana?"


" mama lakukan saja perintah papa, kan Itu sudah jadi tugas mama, tapi kalau masalah pernikahan aku yang akan menjalaninya, jadi akulah yang memutuskan mau atau tidak menjalaninya." jawab Tiara


" Tiara...apa rencanamu sebenarnya."tanya mamanya sambil menatap wajah cantik putrinya. Tiara menuruni sifat keras dari papanya jadi sedikit banyak mamanya tahu apa yang akan dilakukan Tiara jika ia merasa di tekan berlebihan.


" Nggak ada. Tiara nggak ada rencana apapun saat ini ma..., kecuali mempersiapkan ujian sekolah saja." jawab Tiara mantap


" Tiara...kamu jangan bertindak konyol ya...mama akan selalu membela kamu, jadi sebaiknya kamu jujur sama mama Nak, jangan ada yang kamu sembunyikan dari mama." kata mamanya mulai cemas


" mama nggak usah berlebihan begitu, Tiara hanya bersikap sesuai dengan tindakan papa, kalau papa mau Tiara bertunangan dengan Stefan silahkan, gak papa Tiara akan menjalani, tetapi kalau di minta menikah,maafkan Tiara ma..tiara tidak bisa menjalaninya." jawab Tiara mantap


" Mama ingin kamu bahagia Nak, tapi mama tidak bisa menolak keinginan papamu. papa ingin mamaenyiapkan acara pertunanganmu secepatnya." kata mamanya yang membuat Tiara terlihat kaget sejenak namun kembali dengan ekspresi datarnya dengan cepat.


" lakukan saja ma..kan hanya pertunangan, nggak ada yang berubah kan, Tiara masih akan tinggal di sini kan, tetep jadi Anak mama dan Papa juga kan?" tanya Tiara


" Iya..jadi kapan sebaiknya mama persiapkan acara Itu?" tanya mamanya


" setelah ujian sekolah saja mam....dua minggu lagi." kata Tiara tenang


" kamu menerimanya? ikhlas menjalaninya?" tanya mama meyakinkan


" menerima Iya, ikhlas menjalani tentu saja tidak."


" baiklah Nak...mama akan menyiapkan sesuai dengan waktu yang kamu minta, terimakasih kamu bisa mengerti kemauan papamu Nak." kata mamanya sambil memeluk Tiara sebelum meninggalkan kamar anaknya.


sepeninggal mamanya tiara memutar otak bagaimana caranya agar ia bisa menemui Sandy dan mengatakan apa yang akan orang tuanya lakukan dan apa rencana yang sudah Tiara persiapkan. Tiara tidak mungkin mengirimkan Surat ataupun pesan lewat pembantu pembantunya karena ia tidak yakin mereka bisa merahasiakannya dari kedua orang tuanya. Tiara harus bertindak jauh lebih hati hati

__ADS_1


__ADS_2