Hati Selembut Sutera

Hati Selembut Sutera
strategi awal


__ADS_3

Bibi dan paman Sandy keluar dari persembunyian mereka menemui kedua sejoli yang sedang saling berpelukan Itu. Suara deheman paman mengejutkan keduanya sehingga membuat pelukan mereka terlepas tiba tiba. Sandy dan Tiara menjadi salah tingkah di buatnya. Terlebih Tiara, wajahnya merona karena ketahuan sedang berpelukan.


" Sandy...sekarang sudah malam bahkan menjelang pagi, segera antarkan non Tiara pulang sebelum penduduk desa mulai beraktifitas dan mengetahui kebersamaan kalian." kata paman dengan bijaksana


" Iya paman. Ayo Tiara aku akan mengantarkan mu pulang sampai rumah."kata Sandy untuk menutupi rasa grogi terhadap paman dan bibinya.


"tunggu dulu, pakai sarung paman untuk jaga jaga kalau nanti berpapasan dengan orang di jalan." kata bibi sambil mengulurkan sarung paman


" Iya bi, terima kasih. " kata Tiara sambil menundukkan kepalanya sambil menerima sarung yang di berikan bibi.


" non...bibi bahagia kamu mencintai keponakan bibi dengan tulus, tapi pesan bibi kalian jangan pernah melanggar batasan selama nanti tinggal bersama di pelarian ya.. Usahakan kalian tetap bersabar hingga sudah benar benar halal.untuk melakukan semuanya." pesan bibi sambil tersenyum


" bibi..." Sandy memotong perkataan bibinya


" kenapa? bukannya mungkin saja kan kamu akan khilaf. atau kamu sengaja khilaf." ejek bibinya kepada keponakannya itu


"Diingat ingat pesan bibimu Sandy, satu lagi paman harap non Tiara juga tidak membawa apapun yang bukan jadi milik non Tiara saat pergi nanti . Dengan alasan apapun." pesan pamannya


" apa maksud paman?"tanya Tiara bingung.


" Tinggalkan semua barang berharga yang menjadi milik orang tuamu non, walaupun Itu sudah di berikan untukmu, agar nanti kalian tidak di tuduh mencuri apapun dari rumah Itu." kata paman memperjelas.


" Iya paman, saya tahu Itu, saya nggak akan mungkin membawa apapun barang berharga pemberian papa, mas Sandy nanti kamu tunggu aku di batas desa selepas maghrib ya, saat semua orang tengah sibuk mempersiapkan acara aku akan berusaha menyelinap pergi." kata Tiara


" baiklah..kamu hati hati ya." pesan Sandy sedikit khawatir.

__ADS_1


" doakan kami ya paman, bibi agar rencana kami lancar." pinta Tiara


" pasti non. Meskipun tindakan kalian ini salah,tapi bibi tidak melihat cara lain yang lebih baik, jadi bibi harap kalian tidak membuat dosa yang lain." kata bibi


" Nggak bi.., jangan khawatir Kita akan menjaganya sampai kami benar benar halal. Iya kan Tiara" kata Sandy yang langsung mendapat anggukkan dari gadis Itu.


" janji ya...kamu laki laki harus bisa di pegang omongannya." kata bibi dengan serius


" Iya." jawab Sandy sambil memasangkan sarung pada Tiara seperti menggunakan cadar, jadi tidak terlihat sama sekali wajahnya jika nanti berpapasan dengan orang lain di jalan.


"Ayo Tiara, kita jalan." kata Sandy sambil menggandeng tangan Tiara dan membimbingnya keluar dari rumah. Sandy benar benar mengantarkan Tiara sampai rumah dan gadis Itu Selamat masuk ke dalam rumah. Tiara masuk dari pintu belakang untuk menghindari penjaga rumah.


Setelah Tiara masuk ke dalam rumah Sandy benar benar lega dan baru meninggalkan rumah Tiara. Ada rasa lega dan bahagia mengetahui apa yang dikatakan tempo hari adalah serius. Ia merasa Tiara benar benar mencintainya, maka kini tugasnya untuk melindungi gadis yang sudah benar benar tulus mengasihinya.


" Sandy...sini duduk, paman ingin bicara." kata paman sambil melambaikan tangan nya pada Sandy yang baru saja masuk rumah, sebenarnya ia ingin kembali ke kamarnya meneruskan tidurnya yang tertunda.


" Iya paman, ada apa?" tanya Sandy.


" apa maksudmu ada apa? bagaimana rencanamu sekarang.?" tanya paman


" pagi ini saya akan keluar dari tempat kerja paman, setelah Itu saya akan pergi ke Surabaya menemui paman Susilo, saya akan mencari pekerjaan disana sekaligus minta ijin untuk tinggal di rumahnya sementara waktu sambil saya mencari tempat tinggal lain." jelas Sandy


" bagus, tapi kenapa kamu memilih Surabaya? "


" Surabaya Kota yang sibuk sama seperti Jakarta paman, jadi saya kira peluang di sana juga akan sama besarnya dengan Jakarta." kata Angga

__ADS_1


" baiklah... segera lakukan rencanamu, jangan di tunda. kamu hanya punya waktu dua minggu. Paman berharap dalam waktu dua minggu kamu sudah mendapat pekerjaan untuk bekal hidupmu di Surabaya." kata paman


" doakan saja paman, saya bisa mendapatkan pekerjaan secepatnya." jawab Sandy


" Ingat ya nak, apa yang akan kamu lakukan ini salah kalau di lihat dari sisi manapun tetaplah salah, jadi paman benar benar berharap kamunbisa menjaga non Tiara baik baik, jangan kamu rusak dia kalau kamu memang benar mencintainya." kata paman sungguh sungguh.


" percayakan semuanya pada saya paman, saya yakin bisa mengendalikan diri saya." kata Sandy dengan percaya diri


Keesokan harinya Sandy sengaja datang awal ke toko untuk minta ijin keluar dari pekerjaan. Meskipun awalnya banyak teman temannya yang menyangka bahkan menghalangi keinginannya untuk berhenti namun karena keteguhan Sandy akhirnya mereka pun melepaskan Sandy bahkan Pak Handoko sendiri juga mengijinkan langsung bahkan ia mberikan pesangon yang lumayan besar di samping gaji bulan terakhir. Handoko melakukan semua Itu karena ia merasa bahagia karena Sandy tidak lagi bisa mengganggu Tiara. Sandy juga menceritakan akan bekerja di luar kota tanpa menyebutkan Kota yang akan dia tuju.


Di sisi lain Tiara bersikap seolah tidak terjadi apa apa, bahkan saat mendengar Sandy keluar dari pekerjaan untuk pindah ke Kota lain ia pura pura terkejut untuk membuat kesan pada papanya.


" kenapa Sandy harus keluar kerja pa...ini bukan papa yang pecat dia kan?" tanya Tiara saat papa menceritakan tentang pengunduran diri Sandy saatereka sedang berkumpul di ruang tengah malam hari.


" sembarangan kalau bicara, ngapain papa harus pecat dia?" tanya Pak Handoko


" siapa tahu, papa dendam sama Sandy. Lalu papa sengaja membuat mas Sandy tertekan sampai harus keluar dari pekerjaan." jawab Tiara terlihat acuh


" nggak, untuk apa papa lakukan Itu, nggak ada untungnya juga buat papa." jawab papanya


" Pa...untuk dua minggu ke depan tolong bantu Tiara dengan doa ya.., Tiara mau ujian sekolah, sekalian tolong jangan ganggu Tiara dengan hal hal yang nggak penting selain urusan sekolah, aku harus benar benar konsentrasi untuk Masa depanku." kata Tiara sambil memegang telapak tangan Papanya.


" Iya.., Masa depanmu sudah terlihat jelas di depan mata akan cerah kok, apa yang kamu takutkan? kamu tinggal jalani saja apa yang sudah papa atur untukmu." kata Pak Handoko


" papa...sudahlah... Tiara sedang gak minta untuk berdebat ya..tolonglah.." jawab Tiara yang dinjawab papanya hanya dengan tersenyum dan menggeleng gelengkan kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2