Hati Selembut Sutera

Hati Selembut Sutera
besan datang


__ADS_3

Hari sudah mulai gelap ketika sebuah mobil mewah memasuki halaman rumah besar milik tuan Handoko. Tuan Handoko dengan senang hati menyambut kedatangan keluarga Darmawan yang berniat untuk mempertemukan anak mereka. Tuan dan Nyonya Darmawan berikut Stefan putra mereka turun dari mobil dan langsung di sambut oleh tuan Handoko sendiri.


" Wah...akhirnya sampai juga ke rumahku Mas Darmawan, Mari masuk." ajak tuan Handoko sambil menjabat tangan tuan Darmawan.


" Wah... rumahmu besar juga dik, Mana halamannya juga luas begini." puji tuan Darmawan


" Namanya di kampung mas, ya beginilah... pasti beda dengan di Kota." jawab tuan Handoko sambil tersenyum


" Mana anak dan istrimu?" tanya tuan Darmawan


" Sabar mas....nanti juga keluar, paling mereka masih sibuk di dapur." jawab tuan Handoko sambil tertawa


" Mereka masak sendiri?" tanya tuan Darmawan


" Iya, kalau lagi malas masak baru kami beli makanan di luar, tapi lebih seringnya masak sendiri sih." jawab Handoko sambil tertawa


" wow....hebat ya, dengar tuh mom...bu Handoko masih mau terjun sendiri ke dapur lo untuk nyiapin makanan keluarga."Puji tuan Darmawan


" Iya...Iya...dari dulu aku nggak mau ke dapur...aku kalah ya pap." jawab Nyonya Darmawan sambil tertawa lembut


" kok malah dianggap perlombaan ini bagaimana sih mas, kalau di kampung macam Kita ini nggak banyak juga yang jual masakan mateng mas, nggak seperti di Kota kan?" tanya tuan Handoko yang di sambut tawa oleh tuan Darmawan dan keluarga.


Tak lama Mama dan Tiara masuk ke ruang tamu sambil membawa minuman dan camilan yang sudah di siapkan mereka.


"ma..perkenalkan ini Mas Darmawan dan istrinya, dan yang ganteng Itu putranya namanya Stefan." kata tuan Handoko kepada istrinya


" oh iya... terima kasih mau mampir ke rumah kami. " kata Nyonya Handoko sambil tersenyum dan menyalami ketiganya


" Nah yang cantik Itu pasti anak perempuanmu kan dik?"tanya Darmawan sambil memperhatikan sosok Tiara dengan seksama. Tiara sampai merasa di kuliti oleh tatapan ketiga tamunya.


" Iya mas, namanya Tiara. Ayo Tiara kasih salam pada mereka semua." perintah Tuan Handoko sambil memandang wajah Anak perempuannya yang sore ini terlihat sangat manis dengan gaun berwarna pink muda


" Selamat malam om, tante dan mas Stefan." sapa Tiara sambil menangkupkan kedua tangannya di dada.


" kasih salam dong Sayang..." pinta tuan Handoko pada anaknya namun hanya dintanggapi dengan senyuman saja.

__ADS_1


" Sama saja dik, nggak salaman gak papa. Anakmu ini bener bener cantik ya dik." kata Pak Darmawan memuji Tiara.


" Terima kasih mas...Tiara duduk sini, bergabung sama papa mama." perintah Tuan Handoko pada anaknya.


Tiara mengangguk dan ikut duduk diantara papa mamanya. Tuan Handoko malam Itu terlihat benar benar bahagia bisa mempertemukan tiara dan Stefan .


" Tiara sekarang masih sekolah atau sudah kuliah ini dik?" tanya Pak Darmawan kepada Handoko.


" Sudah lulus sekolahnya tahun ini, ini sudah mendaftar kuliah di beberapa kampus swasta juga, tapi sepertinya ia ingin kuliah di Perguruan Tinggi Negeri." jawab Pak Handoko


" oh...begitu, kuliah di kampus nya Stefan saja, biar ada yang jagain sekalian nantinya." kata Pak Darmawan sambil memandang Tiara


" Itu bisa diatur nanti, semua tergantung Tiara juga." jawab Pak Handoko . Sedangkan Stefan terlihat tersenyum dengan pandangan matanya yang tidak pernah lepas dari wajah Tiara yang nampak sesekali menunduk karena menyadari pandangan Stefan yang menatapnya genit.


"Bagaimana kalau Anak anak ini kita jodohkan saja, biar pertemanan Kita semakin erat dik." kata tuan Darmawan tiba tiba sambil tertawa.


" Wah...kalau saya dengan senang hati menerimanya, hanya saja Tiara bagaimana?" tanya tuan Handoko bertanya pada anaknya. Tiara terkejut mendengar perkataan Ayahnya,sambil terbata bata ia berusaha menjawab


" Tiara...Tiara..." Tiara terlihat shock hingga tidak bisa menyelesaikan kata katanya.


" benar...dik Handoko biarkan Stefan dan Tiara kenal dekat dahulu." kata istri Pak Darmawan


" Bagaimana kalau Kita langsung saja ke acara inti Kita, sudah di siapkan ma.." tanya Pak Handoko pada istrinya


" Sudah..., Mari bu Kita langsung ke ruang makan saja." ajak bu Handoko pada bu Darmawan. Mereka berdua berjalan mendahului suami dan anak mereka. Lalu di susul Pak Handoko dan tuan Darmawan.Sementara Tiara dan Stefan masih terlihat duduk di ruang tamu. Stefan menghampiri Tiara dan menyapanya


" Yuk, Kita susul mereka, kenapa malah bengong?" tanya Stefan mencoba mendekati Tiara.


Tiara tidak menjawab hanya memandang wajah Stefan dan melihat tangan Stefan yang terulur ingin menggandengnya. Tiara hanya tersenyum dan berdiri tanpa menyambut tangan Stefan dan mempersilahkan pemuda Itu untuk berjalan mendahuluinya.


Stefan mengambil posisi duduk tepat di depan Tiara, dalam hatinya ia memuji kecantikan alami Tiara, walaupun tanpa make up berlebihan Tiara malam ini benar benar terlihat cantik.


" Stefan, kamu boleh kapan kapan main ke sini, kan sekarang sudah kenal Tiara." kata tuan Handoko


" Iya om, nanti saya akan sering datang." jawab Stefan sambil menatap wajah Tiara yang terlihat tidak peduli.

__ADS_1


Makan malam hari ini ini terasa menyenangkan bagi kedua keluarga Itu kecuali Tiara yang sedikit banyak bisa memahami arah yang akan menjadi tujuan papa nya.


Keluarga Tuan Darmawan akhirnya berpamitan pulang setelah waktu menunjukkan pukul 11 malam. Dalam perjalanan Stefan langsung menjadi bulan bulanan pertanyaan mama dan papanya


" Bagaimana penilaian mu terhadap Tiara Steve?" tanya papa


" penilaian apa nih pa?" tanya Stefan balik


" semuanya lah.." kata papanya lagi


" cantik."jawab Stefan ambil tersenyum dan membayangkan wajah cantik Tiara


" Itu saja?" tanya mamanya


" kan Stefan belum pernah jalan bareng mom, Mana tahu selain Itu." jawab Stefan


"tadi memangnya nggak sempat ngobrol apa gitu?" tanya mamanya penasaran karena tadi beliau sempat melihat Tiara dan Stefan berbincang sebentar


" ngobrol sih, tapi nggak di tanggapi maksimal, Tiara masih terkesan cuek." jawab Stefan sambil menarik nafas.


" jual mahal dong ya....cantik gitu." kata mamanya menimpali


" Aku malah Makin tertantang kalau dia sok jual mahal mom, tapi ini sepertinya lain lo, Tiara sepertinya nggak tertarik ama aku mom." jawab Stefan


" awas.. jangan kurang ajar ya...qjangan pakai alasan penasaran untuk mendekati anak gadis orang, jaga sikapmu, bagaimanapun juga dia pasti akan di jodohkan denganmu walaupun dia tidak mau sekalipun." pesan mamanya


" kok bisa begitu mom?" tanya Stefan heran


" ya bisa dong... malam ini papa dan ma hanya ingin melihat wajah Tiara saja, dan mama suka dengan kecantikan nya, nggak malu maluin untuk jadi menantu mama." jawab mama Stefan


" maksudnya bagaimana sih mom?"


" tanya papi saja, dia yang paling berhak bercerita padamu."


" maksudnya bagaimana pap?" tanya Stefan

__ADS_1


__ADS_2