Hati Selembut Sutera

Hati Selembut Sutera
bab 39


__ADS_3

Sandy sibuk mempelajari dokumen yang di berikan Sisca kepadanya, ia benar benar harus bisa menguasai materi meetingnya jika tidak ingin malu saat harus menggantikan Pak Kuncoro besok. Meskipun ada rasa takut, Sandy benar benar bahagia karena Pak Kuncoro sudah memberikan kepercayaan kepadanya sebesar ini. Tiara yang duduk di sofa depan meja kerjanya seolah tak kasat mata karena keasikanya membaca documen documen itu. Dan Tiara juga cukup tahu diri dengan memilih menyibukkan diri dengan bermain ponsel miliknya. Hingga sampai ada suara seseorang yang mengetuk pintunya


" Maaf mas Sandy saya mengganggu, ini ada dokumen tambahan yang harus mas Sandy pelajari juga." kata Sisca sambil berjalan menuju meja Sandy dan menyerahkan 2 map besar dokumen di tangannya.


" wadduh....boleh aku bawa pulang nggak dokumen dokumen ini, takutnya nanti nggak keburu kalau aku baca semua di sini Sis."


" boleh saja mas, tapi tolong hati hati ya, jangan sampai tercecer ya, semua ini documen penting."


" iya, nggak mungkin tercecerlah, memangnya aku anak kecil." jawab Sandy sambil terkekeh, sedangkan Sisca hanya tersenyum saja melihat Sandy dengan senyuman yang tak lepas dari bibirnya.


" Yang...kamu nanti bantu aku ya mempelajari dokumen dokumen ini." kata Sandy sambil melihat ke arah Tiara yang sibuk bermain ponsel


" kok aku?" tanya Tiara bingung dengan perkataan Sandy yang tiba tiba.


" ya nggak papa lah...nanti kamu tinggal ceritain saja ke aku garis besarnya biar menghemat waktu." jawab Sandy sambil mengedipkan sebelah matanya.


" memangnya bisa begitu?"


" bisa dong, kalau kamu yang ceritain pasti aku akan lebih cepat mengerti, ya sayangku ya..?"


"iya...iya, aku ngerti, ujung ujungnya aku lagi yang ribet." jawab Tiara sambil cemberut dan di sambung dengan tawa Sandy, Sisca hanya bisa melihat keakraban mereka sejenak lalu seaaat kemudian ia segera berlalu meninggalkan ruangan itu.


"Kebiasaan amat sih mas...suka pamer ganjen begitu." kata Tiara setelah Sisca keluar dan menutup pintu ruangan.


" pamer? nggaklah...aku pamer bagaimana?"


" mas...aku malu loh...nanti dikira aku ini orangnya cemburuan sama teman temanmu."


" ya baguslah kalau begitu. Emang salahnya dimana?"


" nggak ada yang salah sih, cuma nggak enak aja."


" nggak usah di telen kalau nggak enak, buang aja."


" tuh kan...mulai, setahuku kamu dulu tuh orangnya misterius gitu, kok sekarang jadi kaya begini mas?" tanya Tiara sambil memicingkan matanya.


" sekarang bagaimana?kamu suka yang mana?"

__ADS_1


" sekarang jadi lenjeh...genit...cerewet."


" masa sih..." tanya Sandy sambil senyum senyum jahil


" dulu aja kalau nggak aku yang ngajakin ngomong mana ada suara kamu keluar, sekarang.....?"


" ya...dulu kan beda."


" beda bagaimana mas"


" kamu anak bos besar, kalau aku macam macam bisa berantakan nanti."


" berantakan bagimana?"


" ya...begini, pasti aku bakalan jadi buronan papamulah."


" kita juga sekarang jadi buronan papa."


"Salah, aku nggak buronan, yang jadi buronan sekarang kamu, setidaknya baru kamu. Tapi nanti kalau papamu tahu kamu ikut aku disini pasti aku juga menjadi buronan yang paling dicari."


" kamu menyesal mas?"


" tuh kan....mulai deh.." jawab Tiara sambil menggeser duduknya. Sandy hanya tersenyum dan mengambil duduk tepat di samping Tiara. Ia mulai meraih wajah Tiara dan mulai mengusap pipinya lembut dengan punggung jarinya. Tiara hanya mampu mengunci rapat bibirnya sambil matanya tertegun menatap wajah tampan Sandy yang masih mengagumi kecantikannya tanpa berkedip. Perlahan lahan Sandy mulai mendekatkan wajahnya pada wajah Tiara dan dengan lembut bibirnya mulai mengecup bibir Tiara perlahan lahan seolah takut nanti akan melukai bibir itu. Dan tanpa perlawanan sama sekali, Tiara hanya mampu memejamkan matanya sambil menikmati ******* bibir hangat milik Sandy juga debaran jantungnya sendiri yang berdetak lima kali lebih cepat dari biasanya seolah ia sedang berlaru maraton. Ini adalah pengalaman pertama bagi Tiara mendapatkan ciuman dari Sandy Dan cukup lama, selama ini mereka hanya berani saling bergandengan tangan, memeluk atau paling jauh hanya membelai rambutnya, namun hari ini di ruangan sementara Sandy, Tiara mendapatkan kecupan manis di bibirnya.


Tidak bisa tidak wajah Tiara merona bagaikan tomat yang masak dipohonnya, Tiara merasakan malu luar biasa kepada Sandy, tetapi ia juga merasa senang dan ingin mendapatkan lagi dan lagi.


" kenapa wajahmu merah sayang?"


" em...masa sih?" tanya Tiara sambil memegang kedua belah pipinya yang terasa panas tiba tiba


" kamu malu? ini ciuman pertamamu?" tanya Sandy sambil tersenyum jahil. Tiara tidak menjawab namun hanya memukul lengan Sandy perlahan.


" apaan sih mas, pertanyaanmu bikin aku malu."


" kenapa malu, jawab saja kalau memang ini ciuman pertama bagimu. Mas justru merasa bangga."


" Iya, ini ciuman pertamaku, kamu bagaimana?."

__ADS_1


" sungguh? berarti mas sangat beruntung ya."


" maksudnya bagaimana?"


" kamu kan cantik, sekolah di kota, pastinya banyak dong teman teman sekolahmu yang ingin jadi kekasihmu, masa nggak ada yang berhasil mendekati mu sayang?"


" kamu pikir aku perempuan apaan? kalau cuma teman aku banyak, tapi nggak mungkinlah aku ijinin mereka menyentuhku."


"masa? bagaimana caranya?"


" ya aku menghindar sebisaku kalau memang ia mulai kurang ajar."


"wah...berarti mas satu satunya pria yang bisa dekat sama kamu dong?" tanya Sandy yang dijawab Tiara dengan hanya mengangguk kan kepala. Sandy serta merta memeluk tubuhnya dan mengecup puncak kepala Tiara.


" kalau kamu sendiri bagaimana? pasti sudah banyak pengalaman nih cium perempuan."


Sandy hampir saja menjawab pertanyaan Tiara, bersamaan dengan Tyo yang mengetuk pintu ruangan itu dan langsung membukanya.


"ups...maaf bro..aku nggak niat mengganggu." kata Tyo mundur berniat mengurungkan masuk keruangan Sandy.


" Nggak papa, masuk saja, kenalkan ini istriku." kata Sandy sambil merangkul Tiara.


" maaf ya mbak, saya mengganggu.'


" nggak kok." jawab Tiara sambil menundukkan wajahnya, namun Tyo semakin leluasa memandanginya Dan berjalan mendekat ke arah mereka berdua.


" ada apa?" tanya Sandy


" ini..aku mau nanya soal laporan harian,begini benar kan?"


" kamu kan bisa lihat laporanku yang hari hari kemarin."


" iya, tapi aku lebih mantap kalau kamu bantu langsung.Kalau nggak begini kan aku nggak bisa lihat istrimu." jawab Tyo sambil menatap wajah Tiara lekat.


" nggak usah genit ya, sudah jadi punyaku."


" yaelah bro..cemburuan amat sih."

__ADS_1


" ya harus, bini cantik begini."


" iya, memang cantik, tapi masak aku tega rebut dari kamu sih...kalaupun aku punya niatan jelek merebut dari kamu, apa mbak Tiara mau??" jawab Tyo sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali, Dan Sandy langsung tertawa ngakak, sementara itu tiara hanya tersenyum dan geleng geleng kepala.


__ADS_2