Hati Selembut Sutera

Hati Selembut Sutera
memancing bersama


__ADS_3

Suasana siang Itu sungguh terik, angin berhembus sepoi sepoi, suara gemerisik daun bambu yang sesekali terdengar di terpa angin. Sepasang pemuda pemudi nampak duduk di tepi sungai dengan kail di tangan sang pemuda, sementara sang gadis nampak sedang gelisah duduk di sampingnya. Sesekali sang gadis menggerutu karena di ganggu semut juga nyamuk.


" Kamu bisa diam nggak? ikannya takut mendekat di kailku." sentak sang pemuda kesal


" Aku tidak bicara apapun kok."


" Tapi kamu nggak bisa duduk tenang. Sudah kubilang dari tadi, kamu nggak usah ikut, kenapa memaksa? sekarang lihat sudah hampir satu jam Tak ada satu ikanpun mendekat pada kailku." kata sandy marah


Tiara hanya tertunduk diam mendengar sandy menyalahkan kehadirannya membuat Tak ada satu ikanpun mendekat pada kailnya. Namun tiba tiba ia terkejut mendengar sandy berteriak kegirangan melihat kailnya ada yang menarik.


" Dapat.. tolong ambilkan ember Itu Ra." perintah sandy pada tiara.


dengan segera Tiara mengambilkan ember sesuai dengan permintaan sandy, seekor ikan gabus yang cukup besar berhasil sandy pancing siang Itu. Tiara dan aandy terlihat sangat senang melihat usahanya siang Itu tidak sia sia. Dengan cekatan sandy melepaskan ikan Itu dari mata kailnya, dan memasukkan ya kedalam ember yang sudah diisi sedikit air.


" Besar sekali ikannya ya Mas." kata Tiara


"Iya." jawab sandy singkat sambil kembali melempar kailnya ke sungai kembali. Tiara kembali membisu dengan wajah yang sedikit kesal


" Kenapa kamu mau mengikutiku ke sini?"


" Maksud mas Sandy apa?


" Kamu tidak malu dekat dekat dengan aku?"


" Nggak. Kenapa malu?"


" Tiara..., kamu kaya, cantik, berpendidikan, kenapa kamu mau berteman denganku yang hanya seorang kuli ayahmu?"


"Apa salahnya?"

__ADS_1


" Sangat salah Tiara. Kau hanya Akan membuat kedua orang tuamu murka." Kata sandy sangat tegas


"Bilang saja terus terang kalau mas Sandy tidak ingin dekat denganku." jawab Tiara sambil menahan tangisnya


" Aku tidak bicara seperti Itu." kata Sandi sambil melirik tajam pada tiara


Tak ada sahutan suara dari Tiara, hanya suara isak tangis yang terdengar, bahkan bahunya terlihat terguncang menahan agar tangisnya tidak meledak. Sandy hanya bisa menghela nafasnya dan meletakkan mail yang di pegangnya. Dia menggeser duduknya mendekati Tiara. Hanya dalam satu tarikan Tiara jatuh dalam pelukan Sandy. Gadis Itu menumpahkan tangisnya pada dada bidang sandy semakin keras. Sandy hanya mampu mengusap punggung Tiara untuk menenangkannya.


" Sudah..jangan menangis lagi, aku minta maaf kalau menyakiti hatimu. aku hanya mengatakan apa yang harus aku katakan." kata sandy pelan.


sambil masih sesenggukan Tiara menjawab perkataan sandy


"Apa salahnya aku dekat dengan Mas Sandy, orang tuaku memang kaya, sehingga dia bisa menyekolahkan aku, lalu apakah lantas aku tidak boleh berteman dengan orang yang aku sukai?" tanya Tiara sambil menatap wajah tampan pria didepannya dengan maya yang basah karena airmatanya Tak berhenti mengalir. Sandy tertegun mendengar perkataan Tiara.


" Coba ulangi.. apa yang kamu katakan barusan." perintah sandy


" Ulangi.."


" Nggak mau."


" Ulangi...


" Aku ...menyukaimu." jawab Àyu sambil menunduk malu. Sandy tertegun memandang gadis cantik di depannya.Logikanya tiba tiba berhenti begitu saja saat mendengar Tiara mengatakan menyukainya. Dia bukan munafik, ada rasa bahagia dan bangga karna dialah pemilik hati si kembang desa. Perlahan namun pasti diangkatnya dagu Tiara yang masih berada dalam pelukannya, kini ia bisa melihat maya yang basah namun terlihat sangat Indah, hidung mancung,kulit wajah yang bersih serta bibir mungil yang tampak berwarna pink tanpa ada riasan disana. pandangan sandy terpaku pada bibir basah Itu, entah siapa yang memulainya, wajah mereka semakin mendekat dan mata mereka sama sama terpejam, namun seketika mereka di kejutkan dengan suara berbisik di belakang mereka sehingga dengan tiba tiba mereka tersadar dan saling menjauh. Ternyata suara berbisik dari arah belakang mereka mungkin hanya suara kadal atau binatang lain yang lewat menginjak dedaunan kering.


Tiara tersenyum sambil tertunduk malu dengan wajah yang merona ketika sandy memandangnya sambil menjilat bibirnya sendiri. Tak ada lagi pembicaraan yang mereka lakukan. Hanya mata mereka yang sesekali saling bertatapan seolah mengungkapkan perasaan masing masing.


Tanpa terasa matahari mulai berfikir ke arah Barat, Sandy mulai berkemas kemas hendak pulang, Hari ini hasil oancingannya sangatlah lumayan, beberapa ekor ikan besar dapat ia tangkap. Àyu mengekorinya dari belakang. Saat mereka berjalan melintasi pematang salah yang kecil Sandy membantunya dengan meraih tangannya, sejenak tatapan mata Mereka bertemu, senyum manisnya terkenang diantara keduanya.


Mereka akhirnya berjalan bergandengan, namun tiba tiba kebahagiaan mereka terganggu oleh datangnya seseorang yang merupakan suruhan orang tua Tiara.

__ADS_1


" Selamat sore Non..." sapa pria tambun dengan muka codet di depannya. Tiara dan Sandypun melepaskan tautan jari tangannya


" Iya, ada apa Pak leman? " tanya Tiara


" Saya di minta bapak untuk menjemput non Tiara." jawab Pak leman sambil melirik ke arah Sandy


" Iya, nanti aku pulang, sebentar lagi. pulanglah dahulu." kata Tiara


" Maaf non, saya harus membawa non Tiara bersama saya, kalau tidak nanti bapak alan marah pada saya." jawab Pak Leman dengan sopan


Tiara mendengus kesal mendengar perkataan Pak Leman, ia memandang wajah Sandy, ingin rasanya ia menolak, tapi Sandy memberikan isyarat lewat tatapan matanyà dan senyumannya untuk menuruti perkataan Pak Leman.


" Iya Pak, jalanlah dahulu.nanti aku menyusul."


" Maaf non, saya yang akan jalan di belakang non Tiara." jawab Pak Leman sambil menunduk


" huh...kenapa Pak Leman jadi sangat menyebalkan." kata Tiara sambil menghentakkan kakinya


" Maaf non, saya hanya melaksanakan perintah dari bapak, tidak lebih."


" baiklah." Tiara berpamitan kepada Sandy dan mengucapkan terima kasih untuk pengalaman baru yang didapat kan hari ini. Sandy hanya mengangguk sambil tersenyum. Dan Tiara segera berlalu dari hadapan kedua pria di dekatnya. Saat Sandy akan melangkah Pak Leman berkata


" Kamu sebaiknya hati hati Nak, aku tidak ingin terjadi apa apa padamu maupun pada paman atau bibimu."


" Maksud pak Leman apa?"


"kamu tahu siapa Pak Handoko dan bagaimana dia, jadi kalau bisa kamu hindari, sebaiknya hindari lah membuat masalah dengannya." nasehat Pak Leman pada sandy


" Aku tahu Pak, dan aku tidak merasa sedang membuat masalah dengannya." jawab sandy dengan tenang. Pak Leman hanya tersenyum sambil menepuk pundak sandy dan segera berlalu mengikuti Nona mudanya yang telah berjalan mendahuluinya. Tiara tahu di depannya masalah sudah menunggu, Ayahnya pasti telah mendapatkan laporan dari mata matanya tentang apa yang dilakukannya hari ini bersama sandy. Ada rasa takut yang sempat hadir dalam hatinya, namun rasa Itu ia abaikan karena ia merasa tidak sedang melakukan sesuatu yang salah. Ia justru takut jika Sandylah yang akan menjadi sasaran kemarahan Ayahnya.

__ADS_1


__ADS_2