
Sementara itu di rumah di rumah Pak Handoko terjadi keributan besar saat menyadari Tiara menghilang. Tuan Handoko benar benar marah karena tidak ada seorangpun yang menyadari kepergian Tiara. Para pengawal yang di bayar tuan Handoko pun tak lepas dari amukannya karena tidak bekerja dengan baik.
Tidak hanya Pak Handoko, keluarga Stefan pun dibuat kalang kabut karena rasa malu. Bagaimana mungkin acara yang sudah sedemikian mewah mereka rancang tiba tiba harus di batalkan karena calon mempelainya menghilang begitu saja. Padahal siang tadi mereka masih sempat melihat Tiara yang sesekali Mondar mandir ke dapur sekedar untuk mengambil camilan kesukaannya. Pak Handoko benar benar marah namun tidak bisa berbuat apa apa terlebih melihat istrinya yang tidak henti hentinya menangis sambil memanggil nama anaknya.
" Pa...kemana perginya Tiara, ini sudah malam lo pa.., bahaya anak perempuan keluyuran di jalan sendirian." kata mama sambil menangis
" Sudahlah ma...anak buahku sudah bergerak mencarinya. Kita tunggu saja kabar dari mereka." jawab Pak Handoko
" Pa....kita lapor polisi saja pa.." rengek bu Handoko mulai tidak sabar
" nggak bisa begitu ma, Tiara bukan anak kecil lagi, harus lebih dari 2x 24 jam kita baru bisa menganggap Tiara hilang Dan kita baru bisa lapor." jawab Pak handoko
" tapi pa..."
" anakmu pergi nggak jauh kok ma...dia nggak membawa barang barangnya, lagipula kemana anakmu bisa pergi, nanti anak buahku pasti bisa menemukannya. kamu sabar dulu ya...aku juga panik ini ma."
mama hanya bisa menangis tersedu sedu mendengar perkataan suaminya. Ibu itu begitu terpukul melihat kenyataan kenekatan Tiara yang tidak pernah mereka duga sebelumnya. Bagaimanapun selama ini Tiara adalah gadis yang baik, selama ini ia tidak pernah berbuat di luar batas kewajaran, Tiara sangatlah penurut, dan sesekali sangat manja kepada kedua orang tuanya meskipun Tiara sudah cukup dewasa . Mama tidak bisa membayangkan bagaimana kehidupan Tiara di luar sana tanpa perlindungan orang tuanya.
" ma...apakah akhir akhir ini Tiara ada bercerita tentang sesuatu?" tanya Pak Handoko pada istrinya tiba tiba
" tentang apa pa?" tanya istrinya
__ADS_1
" apa saja, mungkin ia sedang dekat dengan siapa begitu?"
"nggak ada pa, yang aku lihat Tiara cenderung terlihat masa bodoh dengan lingkungannya akhir akhir ini bahkan ia seolah nggak mau tahu tentang acara yang sedang kita rancang, ia serius dengan belajarnya dan papa tahu sendiri ia nggak pernah keluar kamar sepulang sekolah."
" apakah ia pernah membicarakan tentang Sandy?"
" nggak pernah pa... Bukannya pemuda itu sudah tidak ada lagi di kampung sini pa?"
" iya, pemuda itu langsung pergi keluar kota sejak mengundurkan diri dari toko, dan belum pernah terlihat kembali hingga saat ini." kata Pak Handoko sambil bergumam, ia juga selama ini selalu mengawasi hal itu, ia tak ingin keberadaan Sandy di kampungnya akan mengganggu saat acara pertunangan Tiara.
" coba aku tanya pada Bibinya Sandy, ia ada di sini tadi sedang bantu bantu menyiapkan hidangan." kata mama sambil berlari ke arah dapur, ia segera menghampiri Bibi yang tengah sibuk mengelap buah.
" Sandy?ada apa nyonya mencari keponakan saya?" tanya Bibi terlihat bingung.
" Tiara hilang bi, siapa tahu ia nyusul Sandy."
" Apa? non Tiara hilang? nggak mungkin itu nyonya, saja saja tidak tahu keberadaan Sandy sekarang ada dimana, dia hanya bilang ingin pergi merantau bagaimana mungkin non Tiara akan menyusulnya ." jawab Bibi panik
" apakah Bibi tidak pernah berkirim kabar dengan Sandy?"
" belum nyonya, Sandy pergi baru 2 minggu, kalau saya berkirim kabar dengannya takutnya ia malah rindu dan ia tidak bisa sepenuhnya konsentrasi pada pekerjaannya."
__ADS_1
" Sandy kerja dimana sekarang bi?" tanya nyonya Handoko
" saya juga belum tahu nyonya, baru Dua minggu sejak kepergiannya mungkin ia belum mendapatkan pekerjaan juga."
"benar juga bi...kemana ..Aku harus cari Tiara, tolong kabari aku ya bi, kalau dengar kabar apapun dari Sandy."pinta nyonya Handoko penuh harap.
" iya nyonya..., apakah...nyonya merasa yakin kalau non Tiara pergi mencari Sandy?"
"semua kemungkinan bisa terjadi bi...duh... Tiara....kemana kamu Nak...." kata nyonya Handoko masih sambil menangis tersedu sedu.
Seluruh orang yang ada di rumah tuan Handoko ikut mencari Tiara, namun ada juga yang malah bergunjing tentang kekejaman tuan Handoko dalam menjalankan rencana perjodohan ini sehingga non Tiara memutuskan kabur dari rumah.
Sementara itu keluarga Stefan akhirnya memutuskan pulang dengan tangan kosong meskipun seserahan yang mereka bawa tetap mereka tinggal, dianggap lamaran mereka telah di terima tinggal menunggu kesanggupan pengantin wanita untuk di nikahi. Itu yang membuat Pak Handoko merasa semakin pusing karena ia belum bisa memastikan apakah Tiara bisa di temukan dalam waktu dekat atau tidak.
Hingga tengah malam tak satupun pengawal yang di tugaskan Pak Handoko mampu memberikan kabar yang menggembirakan. Tiara hilang bagai di telan bumi. Tak ada satupun orang yang sempat melihat kepergian Tiara dari rumah. Mereka tidak tahu kalau Tiara pergi dengan menyamar seperti seorang lelaki dengan jacket besar, topi, dan masker yang menutupi hampir seluruh wajahnya. Selain itu Tiara juga pergi di saat orang orang tidak ada yang bersliweran di jalanan karena memang waktu maghrib adalah waktu bagi mereka semua berada di rumah untuk beribadah.
Hari yang seharusnya merupakan hari bahagia bagi keluarga Handoko karena pertunangan anaknya akan di gelar malah menjadi hari yang mengerikan bagi keluarga itu karena kenyataan nya putri mereka satu satunya memilih kabur dari rumah daripada mengikuti kehendak orang tuanya. Nggak ada yang bisa di salahkan, siapapun di sini tidak ada yang salah, tuan Handoko merasa benar, sebagai orang tua ia ingin yang terbaik untuk anaknya, dengan menjodohkannya dengan anak sahabatnya yang memiliki kekayaan yang setara, sehingga ada jaminan anaknya tidak akan pernah menderita karena kekurangan. Tiara juga tidak bisa di salahkan, Karena ia ingin melanjutkan sekolahnya ke jenjang yang lebih tunggu terlebih memang otaknya kategori sangat cerdas, sayang kalau harus berakhir semua mimpi mimpinya oleh sebuah pernikahan yang tidak ia inginkan.
mungkin kalau di minta menikah dengan orang yang benar benar ia cintai pasti akan lain ceritanya.
Tuan Handoko benar benar sangat kesal dengan keteledorannya menjaga anaknya hingga hal ini bisa terjadi. Kekhawatiran terhadap keselamatan Tiara semakin menjadi ketika ia menyadari hari sudah menjelang pagi. Semalaman ia tidak tidur hanya untuk mendengar kabar dari para pengawalnya yang di tugasnya untuk mencari informasi tentang keberadaan Tiara.
__ADS_1