Hati Selembut Sutera

Hati Selembut Sutera
bab 34


__ADS_3

Adzan Isya telah lewat ketika Sandy memasuki halaman rumah yang di tempatinya bersama Tiara. Tiara yang sedang asik melihat lihat fiture ponsel barunya di kamar seketika bangun dan keluar dari kamar ketika mendengar ada seseorang yang memasuki halaman rumah itu untuk memastikan siapa yang datang. Ternyata Sandy yang datang dan tengah duduk di terasa rumah sambil melepas sepatunya.


" Sudah pulang mas, aku pikir tadi paman yang datang." kata Tiara setelah melihat yang datang adalah Sandy sambil membuka pintu rumahnya lebar lebar.


" bukannya hari ini paman dapat shift malam?" tanya Sandy heran


" entahlah, aku lupa nanya tadi, jadi nggak tahu juga paman pulang apa tidak. Mas Sandy mandi dulu ya, sembari aku siapkan makan malamnya."


" iya. Kamu masak apa hari ini?"


" sayur lodeh, ikan asin dan tahu tempe goreng."


" hmmm....kayaknya enak tuh."


"tahu dari mana itu enak?"


" imajinasiku sendiri kayaknya enak, siapkan sambal terasinya sekalian Yang.."


" iya kalau enak, kalau nggak enak gimana?"


" nggak enakpun pasti jadi enak kalau kamu yang masak."


" gombal banget sih mas, dulu aku pikir kamu itu orangnya nggak suka gombal, eh ternyata jago gombal juga ya, aku jadi curiga."


" curiga bagaimana? aku gombal? aku begini juga cuma sama kamu aja, calon istriku, kalau sembarang perempuan ya aku nggak begitulah."


" iya.., mas Sandy mandi dulu ya, selesai mandi tinggal makan terus istirahat, mas Sandy capek kan?."


" siap bu....laksanakan." jawab Sandy sambil bersikap hormat layaknya mengikuti upacara bendera. Tentu saja sikap Sandy itu membuat Tiara tertawa geli. Sambil mendorong Sandy ke kamar mandi Tiara segera menuju dapur untuk menyiapkan makanan bagi Sandy. Tawa Sandy masih terdengar sesaat sebelum ia masuk ke kamar mandi. Tiara mulai memanaskan sayur dan lauknya sebelum ia sajikan di meja makan. Belum selesai Tiara menyiapkan meja makan, Sandy sudah memanggilnya dari kamar mandi.


" Tiara.... sayang...."


" apa sih mas, teriak teriak gitu, kedengeran tetangga nggak enak, kaya Tarzan aja."


"tolong ambilin handuk, tadi kamu dorong dorong aku, jadi aku belum sempat bawa handuk."


" iya, tunggu sebentar ya." Tiara segera berlalu mengambil handuk Sandy di jemuran belakang rumah, dan segera menyerahkan pada Sandy takut takut dengan hanya membuka sedikit pintu kamar mandinya.


" nggak usah merem gitu Yang..."kata Sandy saat melihat Tiara mengulurkan handuk ditangannya sambil memejamkan matanya.


" kenapa?" tanya Tiara masih tetap dengan mata tertutup


" aku juga punya kira kira kok Yang..., buka pintunya gak lebar lebar amat."


" baguslah." kata Tiara sambil berlalu dari kamar mandi dan melanjutkan pekerjaannya kembali.

__ADS_1


Di ruang makan semua telah tertata dengan rapi, nasi berserta sayur dan lauk pauknya. Sandy keluar dari kamar mandi dengan bertelanjang dada dan handuk yang melingkar di pinggangnya, tanpa malu malu ia menghampiri Tiara sambil melihat isi meja makannya.


" hmm...apa aku bilang dari baunya saja aku tahu kalau ini pasti enak." kata Sandy yang tiba tiba telah berada di belakang Tiara.


" Mas...bisa nggak sih nggak ngagetin aku." kata Tiara langsung menatap Sandy Sandy di belakangnya sambil memegang dadanya namun buru buru ia berbalik badan kembali sambil menutup kedua matanya dengan telapak tangannya sendiri.


" mas..! kamu ini apa apaan sih...buruan pake baju." teriak Tiara tanpa bisa menutupi Rona merah di wajahnya.


" iya...ini juga mau pakai baju." kata Sandy sambil berlalu segera menuju kamarnya sambil tersenyum melihat reaksi Tiara.


" awas ya...kamu ini memang.."


" kenapa sih Yang....namanya juga baru selesai mandi." jawab Sandy dari dalam kamar


" Aku nggak mau ya, kamu ngulangi lagi kejadian kayak hari ini." omel Tiara di ruang makan. Tak berapa lama Sandy telah kembali dengan memakai kaos oblong dan celana pendeknya, sehingga bulu buku di kakinya langsung tertangkap oleh mata Tiara. Ia segera duduk di ruang makan berhadapan dengan Tiara yang hanya dibatasi dengan meja makan, Tiara masih terlihat marah dan enggan menatap wajah Sandy, selain itu Tiara juga harus meredakan desiran halus di dadanya karena sempat berfikiran melantur setelah melihat bulu bulu di kaki Sandy. ia tak ingin Sandy Thu apa yang ada di fikirannya.


" Yang...kok marah sih? Nggak baik loh... marah marah di depan makanan."


" Mas Sandy jangan ulangi lagi ya..aku nggak bisa..."


" iya..maaf. Aku nggak sengaja ngagetin kamu tadi." kata Sandy


" nggak itu saja, jangan pernah sekali kali tanpa pakaian di depanku mas. Aku nggak suka..." kata Tiara perlahan sambil menunduk menyembunyikan rona merah di wajahnya.


" loh...nanti kalau aku sudah nikah sama kamu bagaimana?" tanya Sandy


" beda bagaimana?"


" ya kalau sudah menikah kan bebas mas.."


" oh..jadi maksud kamu karena kita belum menikah aja aturan larangan telanjang dada itu berlaku? aku jadi bingung Yang kalau itu berlaku selamanya."


" bingung?"


" iya bingung lah...kalau aku nggak boleh buka baju di depanmu, bagaimana kalau nanti aku pingin ngapa ngapain kamu setelah kita menikah?"


" ih...jangan dibahas sekarang, masih lama."


" nggak papa Yang...dibahas sekarang juga, biar aku nyicil tahu mana yang kamu suka mana yang nggak."


" ih... emang mas Sandy nggak punya malu."


" ngapain malu, sama calon istri sendiri."


" tapi kan aku masih kecil mas.."

__ADS_1


" masih kecil apanya?"


" tuh...kan...sebel deh.."


" kok sebel, mas cuma nanya, masih kecil apanya? anak kecil kok berani kabur dari rumah."


" iya sudah..aku sudah besar."


" apanya yang besar?"


" tuh..kan..., bodo ah...mas Sandy memang bener bener dech.. nyebelin."


" gimana sih Yang...mas cuma nanya di bilang nyebelin.Salahnya dimana?"


"udah ah...makan aja mas jangan banyak nanya." kata Tiara sambil mulai menyendokkan nasi untuk Sandy, sedangkan Sandy hanya tertawa sambil memandang wajah cantik di depannya.


Selesai makan Sandy mengajak Tiara duduk di ruang tamu sambil bercerita tentang kegiatan mereka sepanjang siang tadi. Hingga tiba tiba suara ponsel Sandy di kamar berbunyi.


" mas ponselmu bunyi." kata Tiara


" Tolong ambilkan Yang..."


Tiara berjalan menuju kamar dan segera menemukan ponselnya.


" nggak ada namanya mas.." kata Tiara sambil menyerahkan ponselnya pada Sandy, Sandy segera mengangkat telpon itu."


" hallo.."


" hallo mas..sudah sampai rumah?"


" maaf..ini siapa?"


" duh...mas Sandy..ini Sisca."


" oh.. Sisca, ada keperluan apa?"


" nggak...nanya aja, sudah sampai rumah?"


" sudah..ini barusan selesai makan, masih ngobrol sama istriku di kamar."kata Sandy yang langsung mendapat pelototan mata dari Tiara.


" masa sih...?"


"mau aku kenalin?"


" boleh...mana coba, Sisca mau kenal."

__ADS_1


" sebentar... Sayang...ini temen kantor ada yang mau kenalan sama kamu." kata Sandy sambil mengedipkan matanya pada Tiara. Meskipun awalnya Tiara menolak akhirnya ia bisa memahami situasi yang dihadapi Sandy.


__ADS_2