Hati Selembut Sutera

Hati Selembut Sutera
kabur


__ADS_3

Tiara yang mengetahui rencana di balik makan malam yang diadakan oleh orangtuanya menjadi sangat kesal. Namun ia tidak bisa berbuat apa apa. Dengan rasa kesal yang masih bersarang di dadanya Tiara memilih masuk kamar dan pergi tidur, ia tidak membantu mama dan asisten rumah tangganya membersihkan meja makannya. Papa juga melakukan hal yang sama, segera masuk kamar dan segera beristirahat.


" Tiara kemana bi?" tanya mama kepada asisten rumah tangganya


" sepertinya tadi sudah masuk kamar bu, sepertinya sedang kesal."jawab bibi kepada majikannya


" kenapa?"tanya Nyonya Handoko


" kurang tahu juga bu , non Tiara tidak bicara, hanya terlihat kesal saja." jawab bibi sambil membereskan piring kotor


" ada masalah apa anak Itu, kenapa tiba tiba kesal? " gumam mama Tiara


Bibi membereskan piring kotor dan sisa makanan yang masih berada di meja makan. Sedangkan Nyonya handokoenuju kamar putrinya. ia mengetuk pintu kamar anaknya cukup lama baru kemudian do bukakan nya.


" Ada apa mom?"tanya Tiara begitu pintunya terbuka


" justru mama yang mau tanya kamu ada apa kok gak bantuin mama beresin meja."tanya mamanya


" nggak papa, Tiara capek ma." jawab Tiara malas malasan


" Kamu kesel? sama siapa?" tanya mama


" Sudahlah mom, Tiara beneran ngantuk, bahas ibunya besok aja ya." pinta Tiara


" baiklah...Selamat malam ya." kata mama


" malam ma.." jawab Tiara sambil menutup pintu kamarnya. Malam Itu menyisakan sebuah tanya di hati Tiara tentang rencana orang tuanya terhadap dirinya. Walaupun mereka tidak secara langsung menyebutkan rencana perjodohannya, tapi Tiara sangat tahu jika orang tuanya cepat atau lambat pasti akan menikahkannya dengan Stefan. Dan ia tidak ingin Itu terjadi, hatinya sepenuhnya sudah menjadi milik Sandy dan ia tidak ingin mengisinya selain dengan nama Sandy.


Pagi harinya ketika Tiara keluar untuk sarapan bersama mama papanya ia terlihat lebih pendiam dari biasanya, dan Itu membawa rasa penasaran pada papanya.


" Tiara, kenapa wajàhmu terlihat mendung begitu, ada masalah?"tanya papanya sambil menatap wajah putrinsemata wayangnya


" Nggak ada pap."jawab Tiara siangkat


" Sudah sejak semalam anakmu seperti Itu pap." timpal istrinya kepada tuan Handoko.


" ada apa Tiara, coba kamu cerita pada papa." tanya papanya sambil menatap wajah cantik putrinya yang semakin terlihat mendung


" pap... kenapa semalam papa bilang ingin menjodohkan aku dengan Stefan?" tanya Tiara, akhirnya ia tidak mampu juga menahan rasa penasarannya.


" kenapa? dia anaknya ganteng, pandai, berpendidikan, juga dari keluarga yang baik, apa kurangnya dia?" tanya papanya senang ketika Tiara membicarakan tentang Stefan.

__ADS_1


" Tiara masih ingin sekolah pap." jawab Tiara lemah


" setelah menikah, nggak ada larangan kok buat kamu meneruskan kuliah." jawab papanya sambil tersenyum


" ya nggak bisa begitu pap, kalau sudah memutuskan mau menikah ya harus konsentrasi nya ke keluarga." jawab Tiara lugas.


" Itu jauh lebih baik lagi, papa akan sangat mendukungmu." jawab papanya


" tapi pap, Tiara ingin kuliah, bekerja,dan bisa Cari uang sendiri." jawab Tiara.


" kamu bisa mengurus usaha papa dan suamimu, kamu tidak akan kekurangan uang." jawab papanya seolah tidak perduli dengan mimpi Tiara.


" tapi aku punya mimpiku sendiri dan di dalam mimpiku Itu tidak ada Stefan di sana ." kata Tiara perlahan.


" adanya siapa? Sandy?" tanya papanya dengan nada sinis tanpa melihat wajah anaknya.


" pap.." kata Tiara


" dengar Tiara sampai kapanpun papa tidak akan pernah merestui hubunganmu dengan Sandy. Titik." kata papanya dengan nada mulai meninggi.


" kenapa? karena dia miskin pap?" tanya Tiara tidak kalah tinggi juga


" Itu kamu sudah tahu." jawab papanya mulai merendah nadanya.


" kamu nggak ada pilihan lain." jawab papanya dingin


" aku maunya kuliah dulu pa...please." kata Tiara


"Kita lihat saja nanti, sudah Ayo siap siap berangkat sekolah, hari ini kamu papa antar, papa ada urusan di Kota." kata papanya


" pa..." kata Tiara


" sudah Tiara lekas bersiap siap sebelum papa nanti marah." kata mamanya menghentikan niat tiara yang masih terus ingin mendebatnya. Tiara segera masuk ke dalam kamarnya dan berganti seragam sekolah dan membawà tas sekolahnya. Setelah di rasa semua lengkap, Tiara segera keluar dari kamarnya dan menunggu papanya di dalam mobil yang sudah menyala mesinnya.


" Pagi non Tiara" sapa mang Jajang sopir papa


" Pagi mang." jawab Tiara sambil duduk di kursi penumpang di belakang. Tak lama tuan Handoko terlihat keluar dari rumahnya yang megah langsung menuju mobilnya


" Pagi tuan.." sapa mang Jajang


" pagi mang, Ayo kita berangkat, keburu siang." kata tuan Handoko

__ADS_1


" Kita antar non Tiara dahulu tuan?" tanya mang Jajang


" Ya." jawab tuan Handoko singkat


" baik tuan." jawab mang Jajang


Mobil tuan Handoko perlahan keluar dari halaman satu satunya rumah yang megah di desa itu dan keberadaannya cukup mencolok diantara rumah penduduk desa yang lainnya. Tiara tidak banyak bicara, sepanjang perjalanan ia hanya melihat jalanan dari jendela di sampingnya. Saat mobil yang di tumpanginya sampai di halaman sekolah tempatnya mencari ilmu, di ciumnya punggung tangan Ayahnya dan Tiara segera berlalu ingin masuk ke dalam kelas setelah mobil papanya berlalu meninggalkan Tiara yang berdiri mematung tanpa ekspresi. Langkah kakinya teras berat menuju kelasnya hingga ia mendengar suara Sandy yang berteriak memanggilnya.


" Tiara... Tiara..." panggil Sandy berulang ulang.


Dengan sigap dan cepat Tiara mencari arah datangnya suara, dan ia tampak terkejut hingga ia hanya bisa melotot memandang pemuda yang sudah sepenuhnya mengisi hatinya Itu.


" Tiara...kenapa kamu, kok bengong begitu?" tanya Sandy ketika sudah berada cukup dekat didepannya.


" nggak kenapa napa mas, kok mas Sandy bisa berada di sini sepagi ini." tanya Tiara akhirnya.


" aku sengaja mencarimu untuk minta penjelasan" jawab Sandy langsung pada intinya


" penjelasan? penjelasan apa?" tanya Tiara bingung


" Apakah kamu sudah bertunangan semalam?" tanya Sandy dengan wajah serius


" Nggak, mas dengar dari siapa?" tanya Tiara


" Dari semua orang yang bekerja di tempat ayahmu, sayang hampir seluruh orang kampung bekerja di tempat ayahmu, jadi seluruh kampung tahu kalau kamu semalam bertunangan." kata Sandy tampak kecewa.


" Nggak usah di dengar, Mana Tiara nggak pakai cincin kan?" tanya Tiara sambil tersenyum menyadari Sandy mulai menunjukkan rasa cemburunya.


" bukannya cincin bisa di bongkar pasang?" tanya Sandy tidak langsung percaya


" Mas Sandy mau percaya Tiara atau omongan orang?"tanya Tiara kembali bertanya


" kok kamu tanya begitu?" tanya Sandy


" habis bagaimana Tiara bisa meyakinkan orang mas Sandy, jika mas malahmemilih percaya omongan orang lain?" tanya Tiara


" lalu yang benar bagaimana?" tanya Sandy


" Semalam Itu papa mengundang makan malam teman bisnisnya, mereka memang berniat menjodohkan aku dengan anaknya, tapi aku tidak mau, karena masih ingin kuliah." jelas Tiara


" Bagaimana kalau nanti kamu di paksa?" tanya Sandy

__ADS_1


" aku memilih kabur." jawab Tiara


__ADS_2