Hati Selembut Sutera

Hati Selembut Sutera
menyadari perasaan


__ADS_3

Keesokan paginya seperti biasa Tiara bersiap siap akan berangkat sekolah. mamanya telah menyiapkan sarapan di meja makan dan telah siap membawakan bekal makan siang untuk Tiara seperti biasanya. Memang sudah menjadi kebiasaan Tiara untuk selalu membawa bekal makanan dari rumah walaupun Itu hanya sepotong roti isi. Saat Tiara makan paginya belum selesai, papanya menghampiri Tiara dan berkata dengan lembut.


" Tiara, nanti papa antar kamu sampai sekolah. Sekalian pulangnya nanti papa jemput." kata Pak Handoko pada putrinya. Tiara yang terkejut mendengar perkataan papanya langsung mengangkat kepalanya untuk memperhatikan wajah Papanya yang tampak sedang serius.


" Kenapa pa? apa papa akan memperlakukan Tiara seperti anak SD lagi?" tanya Tiara tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.


"Papa ada urusan sedikit di Kota hari inj, pulangnyapun mungkin tidak jauh berbeda dengan jam kepulanganmu dari sekolah, jadi daripada kamu naik bus, apa salahnya papa mengantar dan menjemputmu?" tanya Pak handoko sambil menatap wajah putrinya yang sekarang telah beranjak dewasa.


" oh...Tiara kira papa akan memperlakukan Tiara seperti anak kecil lagi." kata Tiara perlahan sambil melanjutkan sarapannya.


" Seharusnya kamu bisa pakai sopir untuk mengantar jemputmu tiap hari, kanapa kamu lebih senang bersusah payah memilih naik angkutan umum?" tanya papanya penasaran.


" Nggak masalah papa, justru dari situ Tiara punya teman banyak, dan Tiara bisa belajar bersyukur dengan semua keberuntungan yang Tiara miliki hingga hari ini. Termasuk memiliki papa dan mama dalam hidup Tiara." jawab Tiara


Pak.handoko mendekati anaknya yang masih makan, lalu di peluknya kepala putrinya dan di kecupnya ujung kepala putrinya Itu dengan penuh perasaan


" Papa sangat menyayangimu anakku." kata Pak Handoko sambil menahan air matanya yang ingin menetes dari kedua matanya. Tiara dapat merasakan apa yang papanya rasakan membuatnya membalas pelukan Ayahnya dengan melingkarkan kedua lengannya pada pinggang papanya. Mamanya yang datang dari dapur dengan.membawa bekal tiara langsung menegurnya.


" pa.. Tiara harus makan dulu, kok malah peluk pelukan nanti anaknya terlambat lo.."


" Nggak mungkin terlambat ma.. hari ini papa antar Tiara sampai sekolah, papa ada urusan di Kota." jawab Pak Handoko


" oh...ya sudah kalau begitu, aku kira Tiara mau naik bus seperti biasa." kata mamanya


"Ma...Pa... maafkan Tiara semalam ya, Tiara sudah membuat papa mama marah, Tiara tahu kalau papa dan mama Sayang Tiara, tapi Tiara mohon jangan jodohkan Tiara dengan siapapun, Tiara nggak mau." kata Tiara

__ADS_1


" Sudahlah Tiara jangan bahas ini lagi, papa janji tidak akan membahas perjodohanmu asalkan kamu berjanji akan menjauhi Sandy." kata papanya


Sebenarnya Tiara ingin menantang perkataan papanya namun kali ini dia memilih diam karena pagi ini ia akan menghabiskan waktu di perjalanan menuju sekolah bersama papanya, jadi ia tidak ingin moodnya menjadi rusak karenanya.


Segera ia menghabiskan sarapannya dan memasukkan bekal yang disiapkan mamanya kedalam tas sekolah yang dia bawa. Dan segera pamit kepada mamanya.


Tiara masuk ke dalam mobil Ayahnya dan menunggunya di dalam bersama sopir kepercayaan papanya.


" Papa mau kemana pak Diman, kok pagi pagi sudah berangkat ke Kota, biasanya juga kalau ke Kota siangan." tanya Tiara


" Nggak tahu Non, Pak Diman hanya di minta mengantar ke kota, belum bilang mau pergi kemana."jawab Pak Diman


" oh....Tiara kira Pak Diman tahu." kata Tiara


" Nggak tahu Non. Maaf ya.." kata Pak Diman


" Pak, mampir ke toko sebentar ya, ada yang harus saya ambil." kata Pak Handoko pada mang Diman sesaat setelah melajukan mobilnya


" Iya Pak, tapi apa non Tiara nggak akan terlambat Tuan?" tanya Pak Diman


" Nggak, cuma sebentar kok, nggak papa ya nak." tanya papanya


" Iya pa...masih banyak waktu kok pa." kata Tiara, dalam hatinya ia bersorak senang berharap di toko nanti dia akan bertemu dengan Sandy.


Dan benar saja saat mobil yang di tumpangi Tiara masuk mendekati halaman toko nya, Tiara melihat Sandy sedang sibuk mengangkat karung karung berisi tepung untuk di masukkan ke dalam gudang. Tentu saja wajah dan baju sandy menjadi kotor karenanya. Tiara yang melihat penampilan Sandy yang berantakan seperti itu tentu saja tersenyum geli di dalam mobil. Pak Handoko segera turun dari mobil dan segera masuk ke dalam toko tidak menghiraukan keberadaan Sandy karena memang beliau sedang terburu buru. Tiara sengaja menurunkan kaca jendela agar Sandy bisa melihat keberadaannya di tempat Itu. Seperti ada magnet yang sangat kuat yang membuat Sandy secara tidak sengaja menoleh ke arah mobil Pak Handoko, sehingga matanya langsung menemukan mata Indah Tiara yang sedang memperhatikannya dengan senyum di kulum.

__ADS_1


Sandypun membalas tersenyum kearah Tiara sambil berjalan sehingga tanpa sengaja ia menabrak tembok gudang karena pandangannya tak lepas dari wajah cantik Tiara. Tentu saja kejadian Itu membuat Sandy menjadi bulan bulanan ejekan temannya. Tiara hanya tersenyum melihat kekonyolan Sandy walaupun tadi sempat mengkhawatirkannya karena benturan Sandy tadi cukup keras dan terlihat menyakitkan. Tak berapa lama Pak Handoko sudah terlihat keluar dari toko dan segera menuju mobilnya, pandangan mata Pak Handoko sempat melirik keberadaan Sandy di situ.


" Ayo Pak, segera jalan." perintah Tuan Handoko.


mobil segera berjalan meninggal kan halaman toko milik Pak Handoko perlahan menuju ke arah Kota. Tiara tiba di sekolah 15 menit sebelum bel masuk sekolah,setelah mencium tangan papanya maka Tiara segera turun dari mobil dan masuk ke halaman sekolah dengan hati yang riang karena pagi ini diawali dengan melihat wajah konyol Sandy. Walaupun wajah tampannya tertutup oleh belepotan tepung dimana mana namun tetap tidak bisa menutupi ketampanan Sandy di mata Tiara.


Sedangkan di Toko, Sandy juga tidak mampu menutupi kebahagiaannya karena sepagi ini sudah bisa melihat wajah cantik alami milik Tiara walaupun dia dalam keadaan yang memalukan. Kini Sandy mulai menyadari getaran lain di hatinya saat melihat Tiara. Teman teman Sandy menyadari perubahan wajah Sandy setelah bertemu Tiara semakin riuh menggodanya


" cie...cie...yang habis melihat bidadari dari surga, wajahnya biasa aja kali... dari tadi senyam senyum nggak karuan gitu." kata salah satu teman Sandy.


Sandy hanya diam saja yang tanpa mau menanggapi nya.


"dih....pura pura nggak dengar.." kata temannya lagi sambil menyenggol pundak Sandy pelan


" Apa sih? ganggu aja." kata Sandy pura pura cuek


" Nanti kalau sudah jadi bos jangan lupakan kami ya san." kata teman yang lain


" maksudnya apa?" tanya Sandy


" kalau kamu jadian sama non Tiara kan pasti nanti kamu jadi bos Kita, jadi jangan lupakan kami ya." kata temannya


" Kalian kira pak Handoko akan menerimaku?" tanya sandy pura pura bodoh


" Kenapa tidak? kamu kan tampan,kalau anaknya suka, apa dia punya alasan menolakmu?" tanya temannya

__ADS_1


" Itu kan kalau kamu, Pak Handoko tidak sama sepertimu." kata Sandy sambil meninggalkan kedua temannya dan kembali melakukan pekerjaannya memasukkan tepung tepung ke dalam gudang, akhirnya teman temannya pun mengikuti Sandy menyelesaikan pekerjaannya.


Sandy mulai menyadari perasaannya pada Tiara tapi ia merasa ada keraguan tentang perasaan Tiara, dan ia ingin meyakinkan perasaannya itu. Hanya Tiara lah yang mampu menjawab semua keraguan dalam hatinya. Sandy memutuskan akan segera menemui Tiara begitu ada kesempatan.


__ADS_2