
Beberapa hari setelah pertemuan yang tidak disengaja pagi Itu, Tiara dan Sandy tidak pernah punya kesempatan untuk bertemu. Hingga suatu hari Sandy yang tak mampu lagi menahan perasaannya ada keperluan ke Kota dan memutuskan menyempatkan waktu untuk menemui Tiara di sekolahnya. Saat Itu Sandy tiba di sekolah Tiara bertepatan dengan jam istirahat, Sandy meminta bantuan kepada seorang siswa yang kebetulan teman sekelas Tiara untuk memanggilkannya. Sandy menunggunya di luar pagar sekolah di bawah pohon yang cukup rindang.
" Tiara...ada yang Cari kamu tuh di luar sekolah." kata Santi begitu menemukan Tiara di perpustakaan, tempat favoritnya menghabiskan jam istirahat.
" Siapa?" tanya Tiara terkejut
" cowok. Ganteng banget . Namanya Sandy." kata Santi sambil ikut duduk di kursi di depan Tiara.
" hah... Sandy? orangnya dimana sekarang?" tanya Tiara sambil membelalakkan matanya karena terkejut.
" tadi sih nunggu di luar pagar sekolah di dekat lab komputer." jawab Santi
" thanks ya San." kata Tiara sambil berlari meninggalkan perpustakaan menuju arah yang di maksud Santi. Tanpa menunggu penjelasan Santi lebih lanjut.
Tiara sempat celingukan mencari keberadaan Sandy yang sedang duduk di bawah pohon sehingga tidak terlihat dari tempatnya berdiri.Namun ketika berhasil menemukan keberadaan Sandy,Tiara bukannya segera memanggil Sandy malah hanya memandang satndy sambil tersenyum menunggu Sandy menyadari keberadaannya di tempat Itu. Sandy agak terhenyak ketika menoleh ke belakang dan melihat Tiara sudah berdiri di belakangnya dengan tembok pagar sekolah sebagai penghalangnya.
" eh...non Tiara, sudah lama berdiri di situ?" tanya Sandy menutupi kegugupannya sambil segera bangun dari posisi duduknya.
" belum mas, ada apa mencari Tiara sampai di sekolah?" tanya Tiara sambil tersenyum
" soalnya kalau mencari non Tiara di rumah pasti nggak akan bisa ketemu." jawab Sandy sambil tersenyum dan berjalan lebih mendekat ke arah Tiara berdiri.
"Ada hal penting apa mas?" tanya Tiara sambil mencoba meredam debaran jantungnya.
" Sebenarnya saya hanya mau tanya sesuatu pada non Tiara." kata Sandy terus terang.
" Apa Itu mas?"tanya Tiara Makin deg degan di buatnya.
" Saya ingin tahu... perasaan non Tiara pada saya sebenarnya bagaimana?" tanya Sandy sambil menatap wajah cantik Tiara meskipun tidak ada make up yang menghias di wajahnya. Tiara hanya tertegun mendengar pertanyaan Sandy tanpa mampu menjawab sedikitpun, seolah olah bibirnya beku tidak mampu di gerakkan sedikitpun. Tiara bingung harus menjawab seperti apa.
"Maksud saya begini Non, selama ini banyak orang menganggap Kita memiliki hubungan istimewa, sampai sampai Pak Leman pun datang untuk memberikan peringatan pada saya, agar menjauhi non Tiara" kata Sandy terus terang.
" Maafkan saya mas, gara gara saya mas Sandy jadi susah." kata Tiara sambil menunduk menyadari akibat yang ditimbulkan karena sikapnya.
" Jangan mintà maaf pada saya, kalau tidak merasa melakukan kesalahan apapun. Saya hanya mau tahu tentang perasaan non Tiara pada saya, Itu saja." kata Sandy terus terang dengan nada yang mulai gusar.
" saya...saya..." Tiara semakin gugup hendak mengatakannya.
" Jawab terus terang non, karena jawaban non Tiara yang akan menentukan sikap saya selanjutnya." kata Sandy sambil menatap wajah Tiara yang menunduk semakin dalam untuk menyembunyikan rona merah di pipinya.
"Saya sebenarnya suka sama mas Sandy." jawab Tiara lirih namun cukup sampai ke telinga Sandy
__ADS_1
" Apa? katakan sekali lagi." kata Sandy sambil lebih mendekatkan wajahnya pada Tiara.
"Nggak ada pengulangan kalimat." kata Tiara cepat sambil tersenyum dan mengangkat wajahnya menyadari Sandy pura pura tidak mendengar apa yang Tiara katakan barusan.
" Katakan lebih jelas, tadi aku benar benar nggak dengar, kamu terlalu pelan mengatakannya." perintah sandy sambil tersenyum dan meraih jemari tangan Tiara yang terasa sangat dingin di tangan Sandy, dan Tiara tidak menolaknya.
"Aku suka mas Sandy." jawab Tiara lebih jelas meskipun masih lirih.
" Suka apa cinta?" tanya Sandy berusaha memastikan.
"dua duanya." jawab Tiara cepat
"Sejak kapan?" tanya Sandy penasaran.
" Sejak pertama kali melihat mas Sandy." kata Tiara Makin berani menatap wajah pria yang berdiri di depannya.
" benarkah?" tanya Sandy hampir tidak mempercayainya.
" Iya, bahkan rasa Itu semakin besar tiap harinya, tanpa bisa Tiara cegah." jawab Tiara kembali menundukkan wajahnya menahan malu
" Non Tiara tahu ujung dari perasaan non Tiara pada saya?" tanya Sandy sambil mengangkat dagu Tiara agar menatapnya kembali.
"Iya,saya tahu, sangat tahu."jawab Tiara sedih.
" Kalau mas Sandy mau memperjuangkan saya, pasti saya akan siap menghadapinya, apapun resikonya." kata Tiara yakin.
"dengan semua kekurangan dan kelemahan yang saya miliki, non tahu kan perbedaan Kita terlalu jauh?" tanya Sandy pada Tiara.
"Iya, sangat tahu." jawab Tiara putus asa.
" Non yakin mampu hidup susah dan miskin bersama saya?." tanya Sandy meyakinkan.
" Iya. asalkan mas Sandy berjanji akan selalu menyayangi dan mencintai saya selamanya." kata Tiara pada pria di depannya sambil menatap wajah tampannya.
" Sulit bagi saya untuk tidak mencintaimu Non." kata Sandy akhirnya.
"jangan panggil saya non lagi, panggil saja Tiara." kata Tiara dengan senyum manisnya setelah mendengar perkataan Sandy.
" aku juga sangat mencintai mu Tiara." kata sandy sambil meremas jemari Tiara yang berada di genggaman tangannya sambil tersenyum dan membawà jemari Itu untuk di ciumnya.
"Terima kasih mas Sandy mau membalas perasaan Tiara." kata Tiara sambil merasakan desiran halus di hatinya saat merasakan bibir Sandy menyentuh kulit tangannya.
__ADS_1
" Harusnya Itu kalimatku Tiara." kata Sandy sambil tersenyum.
" Sama saja. Yang penting mas Sandy sudah tahu perasaan Tiara Itu saja sudah cukup bagiku." kata Tiara, Tak lama terdengar bel sekolah berbunyi menandakan istirahat telah usai.
" Mas..aku harus masuk kelas. Nanti Tiara akan menemui mas Sandy jika memungkinkan." kata Tiara sambil melepaskan genggaman tangan Sandy.
"Boleh mas cium keningmu?" tanya Sandy seolah berat melepaskan kekasihnya yang baru saja ia dapatkan. Dan Tiara hanya mengangguk kan kepala menyetujui keinginan Sandy. Perlahan Sandy mengecup kening Tiara sambil memejamkan matanya menikmati harum rambut Tiara yang tercium hidungnya.
" Sudah mas...nanti Tiara terlambat masuk kelas." pamit Tiara. sandy hanya bisa mengangguk melepaskan Tiara yang Segera berlari menuju jelasnya dengan sesekali menoleh kepadanya.
Sandy dengan perasaan bahagia kembali pulang menuju kampungnya. Dan kembali pada pekerjaannya karena memang ia ke Kota untuk mengurus keperluannya pekerjaannya.
" Ada yang bahagia rupanya." kata Santoso salah satu tukang pukul bayaran tuan Handoko yang tiba tiba sudah mensejajari langkah Sandy. Walaupun terkejut sandy mampu menguasai sikapnya.
"eh..Pak Santoso kok bisa disini." tanya Sandy dengan tenang
" Iya, tadi ada urusan sedikit di sekitar sini." jawab Santoso sambil tersenyum
" ini mau kemana?" tanya Sandy
" pulang." jawab Pak Santoso pendek
" oh...berarti kita bisa bareng ini, Pak Santoso naik apa?"tanya Sandy sambil.menatap pria setengah baya yang berjalan di sampingnya.
"naik bus." jawab Santoso sambil menoleh pada Sandy.
".oh...sama, kalau begitu, Itu busnya Pak. Mau naik sekarang?" tanya sandy pada pria di sampingnya
" Ayo. " kata Pak Santoso langsung naik bus yang dimaksud begitu bus Itu mendekat dan mengurangi kecepatan nya. Mereka tidak kebagian tempat duduk dan terpaksa berdiri menikmati perjalanannya.
" Sandy... aku hanya ingin Mengingatkanmu, jauhilah masalah kalau kau ingin hidup tenang di kampung Kita." kata Pak Santoso sambil menatap wajah Sandy
" maksudnya bagaimana Pak?"tanya Sandy pura pura bodoh.
" Kau pasti tahu maksudku." kata Pak Santoso tegas.
" Kalau aku tahu aku tidak mungkin tanya Pak, bisa di jelaskan apa maksudnya?" tanya Sandy sambil membalas pandangan Pak Santoso
" jauhi non Tiara." jawab Pak Santoso tegas.
" bagaimana kalau aku tidak mau?" tanya Sandy.
__ADS_1
" kau tega membuat paman dan bibimu ikut menanggung akibat keegoisanmu?"jawab Pak Santoso tanpa beban mengatakannya.