
Setibanya di kantor polisi, Sandy dan Pak Kuncoro segera melaporkan apa yang terjadi pada mereka sekaligus menyerahkan kedua orang yang telah berhasil mereka ringkus tanpa perlawanan yang berarti. Sementara itu beberapa petugas polisi mengambil motor yang mereka tinggalkan di lokasi kejadian begitu Sandy memberitahukan lokasinya untuk digunakan sebagai barang bukti kejahatan mereka.
Setelah memberikan keterangan yang dibutuhkan dan menandatangani berkas laporan, Sandy dan Pak Kuncoro melanjutkan perjalanannya untuk pulang ke rumah, mereka harus segera tiba di kota Surabaya karena anak Pak Kuncoro sedang di rawat di rumah sakit. Dan di perjalanan itulah Pak Kuncoro meminta Sandy untuk menjadi asisten pribadinya yang akan bertugas membantunya menyelesaikan seluruh pekerjaannya, bahkan sesekali Sandy juga akan di tugaskan menggantikan Pak Kuncoro menghadiri meeting jika Pak Kuncoro berhalangan hadir. Tapi khusus untuk yang urusan meeting nanti Sandy pasti akan di dampingi dan di bantu oleh sekretaris Pak Kuncoro, jadi Sandy tidak perlu khawatir tidak menguasai materi, hanya saja Pak Kuncoro memaksa Sandy untuk lebih cepat belajar dan bisa menyesuaikan diri, ia tidak ingin Sandy kelihatan tidak professional di depan para relasinya, karena bagaimanapun juga penampilan Sandy akan mewakili Pak Kuncoro dan akan menjadi cerminan sosok Pak Kuncoro dinmata para relasinya.
Awalnya Sandy merasa belum pantas menerima kepercayaan Pak Kuncoro, Dan merasa rendah diri namun berkat desakan dan bujukan Pak Kuncoro akhirnya ia mau menerima kepercayaan itu pada akhirnya, selain itu, ia merasa mungkin ini jalan Allah untuk mempermudah Sandy mewujudkan mimpinya segera menikahi Tiara.
" bapak yakin saya mampu melaksanakan tugas itu?" tanya Sandy ragu ragu.
" sangat yakin Sandy." jawab Pak Kuncoro dengan senyumannya.
" darimana bapak punya keyakinan sebesar itu, saya belum lama jadi karyawan bapak."
" dari kejujuranmu dan sikap yang kamu tunjukkan sehari hari selama ini, jangan kamu kira saya tidak perhatikan setiap karyawan saya." kata Pak Kuncoro
" Terima kasih atas kepercayaan bapak kepada saya, semoga saya tidak akan mengecewakan kepercayaan bapak." jawab Sandy sambil menatap wajah Pak Kuncoro sekilas karena ia harus tetap berkonsentrasi dengan kemudinya.
" bagus. Mulai besok tugas kamu sudah jadi asistenku, jadi semua pekerjaanmu saat ini nanti kamu serahkan pada Tyo, dia juga pemuda yang jujur, aku sudah lama ingin ia punya tanggung jawab yang lebih besar lagi."
" Baik Pak, besok saya akan minta Tyo menggantikan semua pekerjaan saya, Dan saya akan tetap memberikan pengarahan untuk hal hal yang ia kurang dia pahami."
" bagus. Oiya...nanti kamu pulang bawa Mobil ini, aku di drop saja ke rumah sakit International."
" lah...nanti pulangnya bapak sama ibu bagaimana?"
" aku nanti bisa pakai Mobil istriku, kamu bawa Mobil buat jaga jaga kalau sewaktu waktu aku butuh bantuan kamu, kamu bisa cepat datangnya, usahakan besok pagi jam 9 kamu sudah sampai di kantor."
" baik Pak, saya akan datang kurang dari jam 9 karena saya harus serah terimakan pekerjaan saya pada Tyo ."
Lewat tengah malam Sandy baru sampai di rumah. Tentu saja Tiara sudah terlelap dalam mimpinya. Sandy sengaja tidak membangunkan Tiara karena ia sudah membawa kunci rumah. Ia segera mandi baru kemudian menyusul Tiara ke kamarnya untuk memastikan Tiara tidak terganggu akan kedatangannya sebelum ia tidur di kamar Pamannya karena di lihatnya kamar paman dalam keadaan terbuka dan kosong. Namun ia terkejut ketika masuk ke kamar dan melihat Tiara sudah terbangun dari tidurnya bahkan kini ia sudah duduk di atas tempat tidurnya.
" kamu kok bangun? apa aku mengganggumu?" tanya Sandy sambil mendekati Tiara.
__ADS_1
" Nggak mas, aku hanya kaget mendengar ada suara orang mandi. Lain kali bangunin aku ya kalau datang tengah malam gini." kata Tiara perlahan.
" kenapa? kamu takut? kamu pikir ada hantu di rumah ini?" tanya Sandy sambil tertawa geli melihat ekspresi Tiara.
" mending kalau hantu mas, aku takut kalau ada maling atau rampok. Aku kan awalnya sendirian, bagaimana nggak takut kalau tiba tiba ada suara orang lagi mandi." jawab Tiara sambil cemberut.
" maafkan aku ya...niatku aku nggak ingin mengganggu istirahatmu." kata Sandy sambil lebih mendekat ke arah Tiara dan meraih bahunya. Tiara langsung menjatuhkan dirinya dalam pelukan Sandy dan memeluknya erat erat.
" sudah...Ayo tidur lagi, ini sudah malam, aku juga akan segera tidur." jawab Sandy pelan.
" ngantukku jadi hilang mas."
" tapi aku besok masih kerja Tiara, jadi sekarang harus istirahat."
" Mas tidur saja, aku nanti tidur kalau sudah mulai ngantuk."
" sini, aku temani kamu tidur. Sekalian ada yang ingin aku berikan sama kamu." kata Sandy lalu ia keluar kamar mengambil kantong yang tadi ia letakkan di ruang tamu, tak lama kemudian ia masuk kembali ke kamar sambil membawa kantong belanjaan berwarna hitam Dan membukanya.
" ponsel. Tadi Pak Kuncoro membelikan ini untuk kita." kata Sandy sambil mengeluarkan kotak ponsel sebanyak dua buah. Dan memberikan satu untuk Tiara.
" baik banget bosmu mas, membelikan ponsel langsung dua, beneran ini untuk aku?."
" iya, beliau memang baik. Mulai besok juga aku sudah tidak lagi bekerja sebagai supervisor di SPBU, tapi sekarang aku diangkat jadi asisten pribadinya." jelas Sandy
" Maksudnya, mas Sandy naik jabatan?"
" kurang lebih begitu. Tapi tentunya sekarang jam kerjaku jadi jauh lebih panjang Sayang." kata Sandy sambil memegang jemari Tiara.
" nggak papa, yang penting mas Sandy senang, ini kan baik untuk masa depan kamu juga."
" Masa depan kita, bukan hanya saya. mungkin nanti aku juga akan sering dinas luar kota."
__ADS_1
" nggak papa mas."
" kamu nggak takut kesepian?"
"nggaklah..., kamu kan pergi untuk kerja, nggak ada alasan aku kesepian."
"bagaimana kalau sampai berhari hari?"
"aku nanti akan mencari kesibukan. Aku bisa ambil kursus kecantikan atau bikin kue."
" iya, itu juga bagus."
" kalau kue mungkin makan waktu lebih lama ya mas, mending aku kursus kecantikan saja, di dekat sini aku lihat belum ada salon, jadi nanti aku bisa buka salon di rumah, jadi aku nggak perlu keluar rumah tapi aku sudah cukup punya kegiatan."
" boleh juga, tapi khusus wanita ya salonnya."
" kok gitu?"
" aku nggak mau kamu nyentuh nyentuh lelaki selain aku."
" addduhhh... belum belum sudah cemburu aja."
" aku sudah ngomong diawal kan, lebih baik begitu kan?"
" iya, aku juga nggak mau kok pegang pegang lelaki."
" bagus itu."
keduanya tertawa menyadari kekonyolan mereka.
Akhirnya mereka menutup malam you dengan tidur sambil berpelukan. Niat Sandy yang akan tidur di kamar Pamannya menjadi batal karena pada akhirnya iapun juga tertidur di kamar yang sama dengan Tiara.
__ADS_1