
Para pembantu di rumah Tiara terlihat sibuk, mereka mengolah berbagai jenis masakan. Ikan, ayam dan daging juga disediakan sebagai menu lauk pauknya, selain berbagai sayur matur yang terlihat sangat menggugah selera. Mama terlihat sibuk memilih buah buahan yang akan di sajikan untuk tamu. Tiara yang baru saja keluar dari kamarnya terlihat heran dengan kesibukan mereka semua yang ada di rumah. Tiara mendekati mamanya yang terlihat sibuk hingga Tak menyadari kehadirannya.
" Mau ada acara mom, kok kayaknya repot banget?" tanya Tiara sedikit heran.
" Iya, papamu berencana mau mengundang rekan bisnisnya dari kota, mama diminta menyiapkan menu makan malamnya."jelas mamanya kepada putri kesayangannya sambil kasih mengerjakan pekerjaannya.
" oh...pantas...mama sibuk banget. Biasanya papa pesan makanan dari restoran, ini kenapa repot repot masak sih ma?"tanya Tiara lagi.
" Kan mereka sudah biasa makan makanan dari restoran, jadi papamu ingin memberi kesan lain, Ayo bantu mama kalau nggak ada yang mau di kerjain, jangan hanya tanya tanya saja" jawab Mama sambil tersenyum.
" Iya mom, Àyu harus ngapain?" tanya Àyu bingung karena sudah banyak orang yang membantu mamanya saat ini.
" kamu cuci dan lap saja buah buahan yang akan di sajikan biar terlihat bersih." perintah mamanya
" baik mom." jawab Tiara sambil langsung mengerjakan apa yang mamanya perintahkan.
" Tiara nanti bantu mama mengatur acara makan malamnya ya. " pinta mama sekali lagi
" Biasanya bibi yang mengerjakan mom, tumben Tiara diminta bantu, tugas Tiara apa ?" tanya Tiara heran
" Papa ingin memberi kesan homy untuk acara makan malam kali ini, jadi kamu Bantu mama menyajikan saja, pokoknya ikut terlibat di acara makan malamnyalah." jawab mamanya.
" Sepenting apakah rekan bisnis papa sih mom, kayaknya kok papa ingin acaranya sempurna sekali." tanya Tiara bingung karena merasa harus ikut terlibat, tidak seperti biasanya.
" Ya pasti pentinglah bagi papamu, mama hanya membantu saja agar bisnisnya semakin lancar, ujungnya untuk kita juga kan hasilnya, nggak usah membantahlah" kata mamanya.
Tiara mengangguk membenarkan semua perkataan mamanya. Dan menurutnya memang tidak ada salahnya jika ia dan mamanya ikut mbantu agar hubungan papanya dengan rekan bisnisnya semakin baik, sehingga papanya akan makin lancar dalam menjalin bisnisnya.
Seharian Tiara sibuk membantu mamanya sehingga Tak ada waktu sama sekali untuk menemui Sandy, ditambah mamanya juga ingin dia ikut terlibat dalam acara makan malam Itu, sehingga mau tidak mau Tiara juga harus mempersiapkan penampilan nya. Berita tentang akan diadakannya acara makan malam di rumah tuan Handoko untuk menyambut tamu yang ternyata adalah calon besannya sekaligus rekan bisnisnya terdengar hingga ke telinga seluruh pekerja tuan Handoko termasuk Sandy yang sedang memastikan jumlah stock di gudang tempat tugasnya.
" Wow berarti Sebentar lagi akan ada pesta besar di rumah tuan Handoko dalam waktu dekat ini." ucap salah satu pegawai yang bekerja seruangan dengan Sandy dengan berbisik bisik.
" Pesta apa sih malam nanti?" tanya yang lain
__ADS_1
" pertunangan anaknya lah...apa lagi memangnya?" jawabnya agak keras kali ini
" Loh... bukannya non Tiara ..."
" Iya, bagaimana sih San, sebenarnya hubunganmu dengan non Tiara Itu jelasnya bagaimana? tanya temannya penasaran dengan kebenaran desas desusnya selama ini yang terdengar juga sampai ke telinga teman temannya.
" hubungan apa?" tanya Sandy pura pura tidak tahu arah pembicaraan teman temannya.
"kalian bukannya dekat selama ini, malah aku dengar kalian pacaran?" tanya teman Sandy dengan sangat jelas.
" memangnya kalau dekat kenapa, apa ada pengaruhnya?" tanya Sandy
" selama ini kan beritanya kamu pacaran sama Non Tiara, kok sekarang malah non Tiara mau tunangan dengan orang lain."jawab temennya
"menurutmu orang tuanya akan diam saja melihat anak satu satunya dekat dengan orang biasa macam Kita? jangan ngimpi ah, pasti tuan Handoko akan mencari cara untuk memudahkan mereka." kata teman yang lainnya sambil memandang ke arah Sandy dengan wajah simpatinya.
" Non Tiara pernah cerita kalau dia akan segera bertunangan dengan orang lain?" tanya teman sandy
" kabarnya sih yang bakalan dijodohin dengan non Tiara Itu adalah anaknya bos travel. Tuan Handoko ingin juga punya bisnis travel, makanya ia ingin menggandeng rekannya ini sebagai mitra sekaligus besan" jelas salah satu temannya yang lain
Dalam hati Sandy ada rasa jengkel, dan marah dia merasa Tiara sengaja menyembunyikan hal ini darinya, dia tidak percaya Tiara tidak mengetahui sama sekali rencana papanya, karena orang lain saja tahu bagaimana mungkin anaknya yang tinggal serumah malah tidak mengetahuinya, ini sangat tidak mungkin. Namun kemarahan itu tidak mungkin ia perlihatkan di depan teman teman kerjanya, sebisa mungkin sandy menutupi perasaannya saat ini, meskipun Hingga seharian Sandy tidak mampu menghilangkan pikirannya untuk tidak memikirkan Tiara.
Saat waktunya tutup toko, Sandy segera menyelesaikan pekerjaannya dan bergegas ingin pulang ke rumah, rasanya ia sudah benar benar kesal dan ingin Segera melepaskan penat dan kemarahannya dengan tidur saja.
Sesampainya di rumah Sandy segera mandi dan melanjutkan berbaring di dalam kamarnya agar bisa menekan emosinya. Bibi yang melihat hal yang tidak biasa terjadi pada sandy merasa heran dengan kelakuan ponakannya Itu, akhirnya bibi mendekati Sandy.
" Ada apa lagi?" tanya bibinya sambil bersedekap do pintu kamar Sandy.
" apa bi?" tanya Sandy malas malasan
" kenapa wajàhmu mendung begitu?" tanya bibi sambil tersenyum
" Nggak papa kok." jawab Sandy cepat.
__ADS_1
" Nggak usah berbohong sama bibi." kata bibi Tak kalah cepat
" Sandy nggak bohong bi.." jawab Sandy
" Sandy... bibi tahu kegundahan hatimu. jangan difikirkanapa yang kamu dengar sekarang. Percaya pada Tiara." kata bibi menasehati
" Apa yang harus Sandy percaya bi?seluruh warga kampung sudah tahu berita pertunangan Tiara, mungkinkah Tiara tidak tahu? kenapa dia nggak memberitahu saya kemarin." tanya Sandy terlihat kesal dan emosi
" Kalau non Tiara tahu, gak mungkin kemarin dia menyatakan sukanya padamu." jawab bibi sambil tersenyum sinis
" Bibi tahu?" tanya Sandy malu
" bibi dengar semua pembicaraan kalian semua." kata bibu
" lalu apa yang harus Sandy lakukan sekarang bi?
" Kita tunggu dulu saja, bibi masih yakin kalau non Tiara belum tahu rencana orang tuanya." kata bibi menenangkan Sandy yang terlihat masih emosi.
"Lalu apa yang harus Sandy lakukan setelah Tiara do jodohkan orangtuanya bi?" tanya Sandy
" semua terserah Tiara San, kalau memang ia masih ingin denganmu dan kamu juga menginginkan nya lebih kalian tinggalkan kampung ini dan memulai hidup di luar sana." saran bibu
"maksud bibi kawin lari?" tanya Sandy heran dengan ide bibinya
" jangan kawin lari, tetap usahakan kalian mendapatkan restu dari orangtua non Tiara. Hanya buat mereka tidak punya pilihan saja." jawab bibinya
" bibi...Itu akan membahayakan paman dan bibi di sini." kata Sandy
" jangan khawatir kan kami, pamanmu juga akan setuju dengan pemikiran bibi." jawab bibi tegas
"lalu aku harus pergi kemana bi? kalau ke rumah ayah dan bundaku di Kota, aku yakin tuan Handoko pasti akan bisa dengan mudah menemukanku." jawab Sandy
" Kamu ke tempat sahabat pamanmu saja, nanti bibi kasih alamatnya. Nanti kamu bawa Surat dari pamanmu." kata bibi mantap
__ADS_1