
Pak Handoko mau nggak mau mengikuti apa keinginan Tiara, dengan memberikan waktu untuk Tiara mempersiapkan ujiannya. Pak Handoko dan bu Handoko yang sibuk sendiri mempersiapkan rencana pertunangan Tiara dan Stefan. Tiara bukannya tidak tahu,tetapi ia sengaja pura pura tidak tahu, Tiara mulai mengumpulkan barang barang berharga milik pribadinya.Uang tunai yang tidak seberapa jumlahnya dan buku tabungan pribadinya dengan kartu ATM nya. Selama ini Tiara selalu menyimpan kelebihan uang sakunya pada rekening pribadinya karena dia.tidak suka berfoya goya dengan uang sakunya yang di berikan orang tuanya yang sangat berlebih.
Hari hari Tiara diisi dengan belajar. Tiara ingin mendapatkan nilai yang maksimal karena ia tahu tidak mungkin setelah lulu's dia bisa kuliah tahun ini. Ia sudah mempersiapkan diri sebagai pelarian, mungkin ia akan kuliah beberapa tahun ke depan. Jadi ia ingin mendapatkan nilai yang benar benar maksimal. Setiap hari Tiara hanya berada di kamarnya untuk belajar, ia benar benar tidak memperdulikan apapun selain belajar, hingga suatu siang mamanyaasuk ke kamarnya dan memintanya untuk mencoba gain yang akan ia pakai nanti pada acara pertunangan.
" Tiara...maaf mama ganggu waktu belajar kamu ya.."
" ada apa ma..."
" cobain baju ini ya, mama sudah pilihan baju untukmu" kata mamanya sambil memberikan gaun panjang dengan hiasan payet yang Indah sehingga terlihat mewah.
" gaun apa ini ma, menor sekali..." kata Tiara
" menor bagaimana sih Nak, bagus gini kok.. nggak menor ah, kan memang biar kamu terlihat menonjol diantara banyak orang, jadi ya harus dibuat menarik dong." jawab mama sambil memperhatikan gaun pilihannya yang tidak di suka Tiara.
" Tiara nggak suka mam...ini terlalu mewah untuk dipakai hanya pada acara tunangan saja." kata Tiara tidak mau kalah.
" ya sudah, nanti mama carikan gaun yang lainnya..maunya Tiara yang seperti apa biar kamu nyaman pakainya?" tanya mama
" yang sederhana saja ma.., jangan terlalu banyak aksesorisnya, apalagi banyak payet payet begini, kesannya berat." kata Tiara
__ADS_1
" baiklah...nanti mama tukar gaunnya dengan yang lain saja ya."kata mama sambil melipat baju yang awalnya ia minta untuk Tiara coba.
" Iya ma, aku gak nyaman sekali pakai baju Itu." kata Tiara sambil melihat baju yang berada di tangan mamanya.
" Tiara..boleh mama bicara sebentar?"tanya mama sambil lebih mendekat ke arah Tiara.
" mama mau bicara apa sih? " tanya Tiara masih sambil membuka buku yang ada di depannya, dan hanya sesekali mengangkat wajahnya untukelihat ekspresi mamanya.
" Tiara...apakah kamu benar benar sudah siap menerima Stefan sebagai tunanganmu?" tanya mamanya perlahan.
" Apakah Tiara punya pilihan lain ma?" tanya Tiara kepada mamanya dengan nada yang sedikit keras, ia kemudian menundukkan matanya.
" Tiara..." ucap mamanya tertahan karena tiara sudah berkata kembali
" Tiara...mama sudah berusaha mencegah keinginan papa, tapi rupanya keinginan papamu itu sulit untuk di cegah lagi."kata mama
"sudahlah ma... Tiara nggak papa kok ma. Tiara sedang belajar untuk ikhlas." jawab Tiara sambil berusaha tersenyum.
" Tiara.., jujur mama nggak pernah setuju dengan rencana papamu ini, mama sebenarnya ingin kamu pergi tapi mama nggak tahu kamu harus pergi kemana, papamu pasti akan segera menemukanku kalau kamu nekat kabur." kata mamanya
__ADS_1
" ma...kenapa mama berfikir seperti itu." jawab Tiara terkejut mengetahui isi hati mamanya.
" sungguh Tiara, mama sebenarnya nggak rela kamu menjadi milik Stefan, mama merasa dia tidak pantas untukmu. Tapi mama bisa apa kalau papamu sudah menentukan?"kata mama lagi
" sudahlah mama...biarkan saja, mungkin sudah jadi nasib Tiara, makanya sekarang Tiara ingin mengukir prestasi sebaik baiknya sebelum pasrah jadi istri orang." jawab Tiara
"Tiara...maafkan ketidak berdayaan mama ya." kata mamanya dengan ekspresi sedihnya
" sudah ya ma..kasih waktu Tiara untuk belajar ya, nanti kita bisa ngobrol bebas setelah ujian Tiara selesai."
" baiklah...maafkan mama ya Nak, mama nggak bisa bantu kamu."kata mama pasrah
" apa sih ma... Tiara cuma minta doa sama mama untuk kesuksesan dan kebahagiaan Tiara selamanya, dimanapun Tiara berada, bisa kan ma?" tanya Tiara.
"Tentu Sayang...mama akan selalu mendoakan kamu setiap saat dimanapun kamu berada. Mama selalu doakan kamu untuk semua hal baik yang seharusnya kamu terima." kata mamanya sambil meluk dan mengecup kening Tiara.
" Terimakasih mama,saat saat seperti inilah yang nantinya pasti akan Tiara rindukan kalau Tiara berada jauh dari mama." jawab Tiara sambil tersenyum.
" baiklah Nak, Selamat belajar...semoga kamu dapat nilai maksimal ya nak..., semoga kamu nanti bisa kuliah seperti keinginanmu." kata mamanya
__ADS_1
" doakan saja mam..semoga tiara bisa mewujudkan semua mimpi Tiara." jawab Tiara
Mamà akhirnya meninggalkan kamar Tiara dengan mbawa kembali gaun pilihannya. Dalam hatinya mama merasa àda yang tidak beres dengan ketenangan Tiara dalam menghadapi hari hari menjelang pertunangannya. Ia merasa yakin kalau Tiara menyembunyikan sesuatu darinya, namun ia tidak tahu apa yang sedang di pikirkan Tiara, terlebih seolah Tiara sengaja menjaga jarak dengan kedua orang tuanya.