Hati Selembut Sutera

Hati Selembut Sutera
mulai petualangan


__ADS_3

Pagi menjelang ketika bis yang di tumpangi Sandy Dan Tiara memasuki sebuah terminal. Suasana hiruk pikuk khas terminal sangat kentara. Sandy segera membangunkan Tiara agar bersiap untuk segera turun. Sebenarnya Tiara sudah lebih dahulu terbangun tetapi ia enggan lepas dari pelukan hangat Sandy yang setia memeluknya selama perjalanan. Tiara berpura pura terusik dari tidurnya karena Sandy membangunkannya.


" sudah sampai kita mas?" tanya Tiara dengan suara serak khas orang bangun tidur.


" iya, kamu tidurnya nyenyak?" tanya Sandy sambil mengusap kepalanya lembut sambil tersenyum


" iya, lumayanlah walaupun pegal pegal sedikit karena tidurnya sambil duduk begini." jawab Tiara manja


" setelah sampai di rumah nanti kamu bisa lanjutkan tidurnya. Aku harus kerja, nggak papa ya nanti aku tinggal." kata Sandy sambil menatap mata Tiara


" gak papa, mas Sandy nanti pulang jam berapa nanti?"


" Nggak tentu,tapi biasanya sampai rumah selepas maghrib, jangan kangen dulu ya." goda Sandy sambil tersenyum yang hanya di jawab dengan senyuman Tiara yang semakin menambah kecantikannya pagi itu.


Kedua orang itu turun dari bis, segera mereka keluar dari terminal dan segera mencari becak untuk mengantar mereka sampai ke rumah, karena rumah yang mereka tuju tidak terlalu jauh letaknya dari terminal, tidak lebih dari sepuluh menit mereka sudah sampai di depan sebuah gang yang hanya bisa di lalui oleh motor, kalau tidak sedang bersama Tiara pasti Sandy memilih berjalan kaki sambil berolahraga, tapi karena ini bersama Tiara Dan ia melihat Tiara masih mengantuk maka ia tidak tega membiarkannya jalan kaki. Sandy membawa Tiara memasuki gang tersebut. Di ujung gang terlihat sebuah rumah dengan halaman yang cukup asri dan bersih, mereka berhenti di rumah tersebut. Sandy segera membuka pintu pagar dengan kunci yang di bawanya. Kemudian ia membuka pintu rumah itu lalu mempersilahkan Tiara untuk masuk.


" masuklah Tiara, aku akan buatkan kamu minuman hangat agar kamu tidak masuk angin."


" jangan mas, harusnya akulah yang membuatkannya untukmu."


" kamu kan belum hafal dimana letak dapurnya. dan bahan bahannya"


" aku akan segera mempelajarinya, dimana paman pemilik rumah ini?"


" oh iya, hampir saja aku lupa, untung kamu ingatkan. Sebentar aku akan panggilkan dia."


Sandy segera berlalu menuju kamar dengan pintu berwarna coklat tua di sisi sebelah kanan dari pintu utama. Sandy berulang kali mengetuknya sebelum kemudian membukanya. Namun rupanya pintu itu memang tidak terkunci dan Sandy tidak menemukan pamannya ada di sana. Ia hanya menemukan selembar kertas di atas meja yang bertuliskan kalau sang paman sedang ada pekerjaan di luar kota dan akan kembali pulang besok pagi kalau tidak ada perubahan acara.


" paman sedang ada pekerjaan di luar kota, pulangnya mungkin besok, jadi malam ini aku bisa tidur di kamar paman sedangkan kamu tidur di kamar yang aku pakai, di situ." kata Sandy menunjuk pada kamar yang satunya dengan pintu yang terdapat tempelan poster Bruce Lee di depannya setelah ia keluar dari kamar sang paman pemilik rumah.


" Apakah paman tahu kalau aku akan tinggal bersama kalian?" tanya Tiara khawatir.


" tentu saja beliau tahu, bagaimana mungkin aku berani membawamu kemari tanpa seijinnya."


" apa yang kamu katakan padanya?"


" aku katakan apa adanya, tanpa ada yang aku tutup tutupi."

__ADS_1


" Lalu bagaimana nanti tanggapan paman kalau melihat kita tidur sekamar?"


" Awalnya beliau juga bingung karena kamar di rumah ini hanya ada dua, tapi aku yakinkan padanya kalau aku tidak akan berbuat melebihi batas, apalagi setelah beliau tahu siapa orang tuamu."


" paman kenal papaku?"


" tentu saja, siapa yang tidak mengenali papamu, Paman ini dulu juga pernah tinggal di kampung kita. Aku juga sudah katakan kalau tekadku untuk mendapatkan restu dari kedua orang tuamu terlebih dahulu sebelum kita melangkah lebih jauh." jelas Sandy kepada Tiara


" lalu?"


" lalu apa?"


" Apakah paman percaya?."


" Karena percaya pada ku makanya beliau mengijinkanmu aku bawa kesini dan mengijinkan ku tidur sekamar denganmu, sesekali aku bisa pakai kamarnya juga karena beliau sering keluar kota jadi intinya kita diminta bertanggungjawablah atas perbuatan kita sendiri."


"oh...begitu, baiklah aku mengerti sekarang, Ayo mas temani aku di dapur, aku buatkan minuman hangat dan sarapan sebelum kamu berangkat kerja." ajak Tiara setelah mendengar penjelasan Sandy.


Sandy tersenyum dan menggandeng Tiara menuju dapur kecil di rumah itu. Untuk ukuran rumah yang di huni lelaki, dapur itu terlihat bersih dan rapi. Dengan cekatan,Tiara segera membuat teh hangat dan menyiapkan bumbu nasi goreng karena melihat ada sisa nasi semalam di rice cooker.


" gak papa kan mas kalau aku buatkan nasi goreng untuk sarapannya?"


" aku bisa istirahat nanti setelah mas Sandy berangkat kerja, waktuku masih banyak."


" Aku mandi dulu ya, siap siap mau kerja."


" iya, selesai mandi pasti sarapanmu sudah selesai"


"iya, terima kasih ya." kata Sandy


Sandy segera mengambil handuk dan segera mandi karena hari sudah semakin siang, ia tidak ingin terlambat menuju tempat kerjanya. Sebagai karyawan baru ia tidak ingin mendapatkan penilaian yang buruk karena terlambat masuk kerja terlebih lagi sekarang tanggung jawabnya bertambah dengan hadirnya Tiara dalam hidupnya. Setelah berpakaian Sandy segera menemui Tiara di meja makan. Nasi goreng dengan telur mata sapi sudah tersaji sebagai pelengkapnya.


Tanpa banyak bicara Sandy segera memakannya, masakan Tiara cukup enak untuk ukuran anak orang kaya yang selalu di layani.


" kamu pintar masak juga ya Tiara."


" hanya bisa bisaan saja mas, nggak pinter juga. bagaimana? enak?"

__ADS_1


" enak. sangat enak."


" beneran?"


" kapan aku bohong?"


" kalau enak di habiskan. Habis ini boleh kan aku belanja sayuran? Buat masakan nanti malam."


" boleh saja, mau belanja ke pasar atau mau nunggu tukang sayur lewat?"


" tukang sayur aja. Nggak banyak kok belanjanya."


" Ya sudah, sekitar jam 8an nanti ada tukang sayur lewat." kata Sandy sambil mengeluarkan dompetnya dari saku celananya.


" Aku ada uang kok mas, uangmu buat pegangan mas Sandy aja."


" jangan menolak, justru uangmu yang harus kamu simpan, kamu adalah tanggung jawabku saat ini." kata Sandy sambil mengulurkan Dua lembar uang ratusan ribu pada Tiara.


" Belanjanya jangan ken ya, jangan samakan Pola belanja di rumahmu, kita harus belajar hemat."


" iya mas, aku tahu, lagi pula aku tidak melihat ada kulkas di sini, bagaimana aku mau belanja banyak, mau disimpan dimana? O iya kapan mas Sandy libur?"


" kenapa?"


" aku butuh beli beberapa buah baju, aku hanya bawa baju sedikit sekali, takut ketahuan kabur dari rumah."


" nggak tentu, nanti begitu ada waktu kita beli."


" iya mas."


Sandy segera menyelesaikan makanannya Dan segera pamit berangkat kerja, Tiara mengantarkan nya sampai halaman rumah.


" hati hati di rumah ya, pintu di kunci kalau tidur." pesan Sandy


" iya...aku bukan anak kecil mas.. sudah sana kerja."


" aku hanya mengingatkan. Boleh aku minta ciuman sebelum berangkat kerja? " tanya Sandy ketika sudah sampai pagar.

__ADS_1


" Nggak boleh." jawab Tiara sambil lari meninggalkan Sandy di pagar yang tertawa puas karena berhasil mengerjai Tiara.


__ADS_2