
Karena kesibukan Pak Kuncoro, Sandy mendapatkan tugas untuk menggantikannya hadir dalam pertemuan di pertamina. Awalnya dia sempat tidak percaya diri karena ia merasa tidak mempunyai kemampuan yang memadai, namun karena di desak terus menerus oleh Pak Kuncoro akhirnya ia menerima tugas tersebut.
Dengan dibantu Sisca ia menyiapkan semua documen yang di minta oleh pertamina.
" mas Sandy, documennya sudah saya siapkan,silahkan dipelajari, jika masih ada yang di butuhkan nanti akan saya bantu menyiapkan nya."kata Sisca pagi itu dengan sangat canggung. Sejak kejadian semalam Sisca menjadi sangat malu jika berhadapan dengan Sandy, tetapi Sandy pura pura tidak tahu dengan perubahan sikap Sisca, I tidak ingin membuat Sisca semakin tidak enak hati.
" saya akan pelajari dulu Sis, nanti kalau ada kesulitan saya akan tanyakan langsung." jawab Sandy
" baiklah mas, kalau begitu saya permisi dulu."
" iya terima kasih." jawab Sandy tanpa memandang wajah Sisca.
Sisca segera berlalu dari ruangan Pak Kuncoro yang sementara ini menjadi ruangan kerja Sandy, sedangkan Sandy dengan sangat serius mempelajari documen yang di berikan kepadanya. Dan dari documen dokumen itu Sandy bisa melihat kalau perkembangan usaha Pak Kuncoro dalam 5 tahun terakhir ini terbilang sangat pesat, bahkan bisa di bilang sangat membanggakan. Sandy semakin mengagumi pria tersebut. Bahkan kini Pak Kuncoro berniat akan melebarkan usahanya di bidang lain.
Saat Sandy tengah mempelajari documen yang di serahkan Sisca, Pak Kuncoro tiba tiba menelepon.
" Sandy, kamu sudah pegang dokumennya?"
" iya Pak, ini sedang saya pelajari."
" bagus, apa yang sudah kamu lihat Dan bisa kamu simpulkan?"
" yang saya tahu perkembangan usaha bapak ini sangat bagus, setiap tahun ada peningkatan keuntungan yang significant."
" bagus, berapa tahun yang sudah kamu lihat?"
" baru Lima tahun terakhir ini pak."
" iya, jadi nanti selesai meeting, saya minta kamu mengajukan permohonan untuk mbuka SPBU lagi pada pertamina, seharusnya itu tidak jadi masalah."
"bapak mau buka cabang lagi?"
" iya, sekaligus saya juga ingin membuka distributor elpiji. Kamu sampaikan saja nanti seusai meeting. Jawabannya pasti nggak akan langsung disetujui. Untuk selanjutnya biar nanti saya yang akan mengurusnya."
" baik Pak,nanti kalau saya ditanya kapasitas saya mewakili bapak saya harus jawab apa?"
" jangan bilang kamu pegawai saya, Bilang saja kamu Manager saya."
" Manager Pak? apa saya pantas?"
" Sandy, kamu harus percaya diri, saya tahu kamu bisa."
" baiklah Pak, kapan meeting itu akan dilaksanakan."
" Dua hari lagi, kamu Masih ada waktu untuk mpersiapkan diri, seandainya nanti ada yang meragukan kemampuan pengelolaan kita, kamu bisa tunjukkan data perkembangan perusahaan kita yang positif."
__ADS_1
" bukanlah kalau sudah jadi mitra pertamina akan lebih mudah untuk membuka cabang baru?".
" tidak semudah itu juga San, tetap ada ketentuan yang harus kita penuhi juga, memang jauh lebih mudah dibandingkan yang baru awal pengajuan kerja sama."
" Bapak ingin buka cabang di daerah mana, Dan untuk distributor elpiji mau didaerah mana?"
"SPBU kita buka di dalam kota 2, di pinggiran 1, sedangkan distributor elpiji buka di pinggiran kota saja. Untuk lahannya nanti biar saya email ke Sisca, biar nanti it sebagai pelengkap proposal."
" baik Pak. Semoga saya tidak mengecewakan."
" saya tahu kamu bisa."
Pak Kuncoro mengakhiri telponnya, dan Sandy kembali sibuk dengan dokumen di tangannya. Hingga waktu jam makan siang tiba ia tidak menyadaringa kalau bukan Tiara yang menelponnya untuk mengingatkan.
" mas...baru apa?" sapa Tiara mengawali pembicaraan mereka.
" ini baru mempersiapkan dokumen untuk meeting besok, ada apa telpon?"
" nggak boleh ya? aku ganggu?"
" boleh kok..gitu aja ngambek sayangku.."
" gombal. sudah makan belum?"
" loh...memangnya ini jam berapa?"
" ya Allah..nggak tahu Yang kalau sudah siang, rasanya kaya Masih pagi aja, soalnya mas ruangannya sejuk dan bagus, jadi lupa diri."
" hmm...nilainya belagu."
" kok belagu, ini beneran, selama ruangan mas belum jadi, mas pakai ruangan Pak Kuncoro."
" oh...gitu, mas...boleh nggak aku daftar kursus modiste, aku sudah browsing ada kok yang deket deket sini."
" boleh dong..., kenapa nggak kursus memasak aja?"
" nggak ah, memasak bisa belajar lewat YouTube, menjahit susah kalau nggak ada yang bimbing."
" ya terserah kamu Yang..asal kamu senang aja."
"mku daftar sekarang ya."
" sendirian?"
" iyalah...mau sama siapa?"
__ADS_1
" mau aku temani?"
" katanya sibuk?"
" nggak papa, sekalian keluar makan siang."
" nanti merepotkan tidak?"
" nggak Yang.., kamu sekarang siap siap ya, mas jemput."
"iya mas..aku tinggal touch up dikit."
" tunggu ya...10menit mas sampai."
Tak sampai 10 menit Sandy sudah sampai di depan rumah mereka, Tiara sudah siap dengan dress cantik warna buru muda dengan motif bunga bunga kecil, rambutnya yang hitam sebahu di biarkan tergerai bebas menambah kecantikan wajahnya yang alami. Makeup tipis yang di sapukan di wajahnya menambah kesan segar dan cantik alami. Sandy tertegun melihat penampilan Tiara yang siang itu sangat menawan.
" cantik amat kamu Yang, mas jadi malas mau kemana mana, pinginnya ngelonin kamu aja." kata Sandy sambil meraih tangan Tiara Dan membawanya dalam genggamannya
" apaan sih mas bahasamu." jawab Tiara sambil melepaskan tangannya dari genggaman tangan Sandy.
" beneran sayang..., kamu cantik sekali, mas nggak sabar ingin segera menghalalin kamu." jawab Sandy tanpa lepas menatap wajah Tiara.
" banyakin doanya, biar hati papa tergerak untuk segera merestui kita." jawab Tiara sambil menundukkan wajahnya yang merona
"tiap hari juga sudah mas lakukan kalau cuma doa sayang. Sudah ah...yuk kita jalan, keburu siang." kata Sandy sambil memeluk pundak Tiara
" loh...mas bawa Mobil siapa?"
" ini Mobil operational kantor, mas bawa karena tadi nganggur nggak ada yang pakai."
" oh..begitu, ya sudah Ayo kita jalan." kata Tiara sambil berjalan menuju Mobil yang di parkir Sandy.
Di dalam perjalanan Sandy mulai menceritakan pekerjaannya hari ini, Dan Tiara sangat antusias mendengarkannya.
" baik sekali Pak Kuncoro it ya mas, ia begitu percaya sama mas Sandy, padahal baru kenal sebentar kan?"
" iya. Aku juga heran Yang... ada orang sebaik dia."
" apa Pak Kuncoro it sudah Tua?'
" belum, tapi beliau sudah sangat sukses usahanya."
" hebat ya dia."
"iya Yang..aku juga kagum sama beliau. Suatu saat nanti aku kenalin kamu sama beliau."
__ADS_1
" iya mas."
Tak berapa lama mereka sampai di LPK yang mereka tuju. Tempat itu memang tak seberapa jauh dari rumah mereka, setelah melakukan pendaftaran Dan mendapatkan jadwal kursusnya Tiara Dan Sandy segera pergi untuk membeli beberapa peralatan yang akan di butuhkan Tiara nantinya baru kemudian mereka pergi untuk makan siang bersama di sebuah warung makan.