
Tiara tidak berani untuk mengangkat wajahnya demikian juga bersuara, Sandy hanya mampu menarik nafas panjang Melihat gadis cantik di depannya ini seolah takut kepadanya.
" Tiara...maafkan aku. Aku tidak bermaksud untuk membentakmu." kata Sandy perlahan
" Tiara tahu mas, tapi apa yang harus Tiara lakukan?" Tanya Tiara perlahan.
" Nggak ada, kamu benar benar cinta aku?"tanya Sandy sekali lagi untuk meyakinkan keraguannya sendiri.
Tiara mengangguk sambil menunduk kan wajahnya untuk menyembunyikan rona merah yang langsung terlihat di pipinya, tanpa bisa di sembunyikan lagi.
" kamu siap hidup sengsara denganku?" tanya Sandy sambil menatap Tiara tajam.
" maksudnya bagaimana mas?" tanya Tiara
" kalau harus memberikan kemewahan seperti yang sudah ayahmu berikan seperti saat ini mana mungkin aku sanggup?" kata sandy pada gadis Itu.
" Kapan aku meminta semua Itu?" tanya Tiara bingung.
" Apa kamu serius denganku?" tanya Sandy dengan tatapan sendu pada Tiara
" harusnya Tiara yang bertanya seperti Itu mas." kata Tiara pada Sandy sambil tersenyum
" Tapi kenyataannya aku yang harus bertanya begitu." jawab Sandy perlahan.
" apa yang harus Tiara lakukan agar mas Sandy percaya kalau Tiara sungguh sungguh sangatlah mencintai mas Sandy." tanya Tiara
" saat ini belum ada, suatu saat nanti pasti kamu harus bisa membuktikannya padaku." kata Sandy dengan pasti
" Mas...papa tidak ada berbicara hal yang aneh di depanku tentang mas Sandy. apa mas Sandy yakin papa meminta Pak Santoso untuk mengawasi Kita?"tanya Tiara tidak yakin.
" Itu Menurut pengakuan Pak Santoso. Aku Nggak tahu dia berbohong apa tidak." jawab Sandy
" mas..aku janji sama kamu, Apapun yang terjadi cintaku hanya untuk kamu." kata Tiara sambil memandang wajah Sandy, sedangkan Sandy hanya menatapnya tanpa berkedip. Sandy sangat bahagia mendengar perkataan Tiara, tetapi dia juga ragu ragu dengan kemungkinan yang harus dia hadapi di depan nanti. Perlahan lahan sandy menggeser duduknya mendekati Tiara dan meraih jemari tangannya.
" kamu tahu? bohong kalau aku tidak senang mendengar kata katamu. Tetapi kamu harus sadar jalan yang terjal harus Kita hadapi demi memperjuangkan rasa Itu, kamu sanggup?" tanya Sandy sambil meremas jemari yang ada di genggaman nya
" Sanggup, Tiara pasti sanggup jika mas Sandy juga mau berjanji akan selalu berjalan bersamaku dan tidak pernah melepaskanku." jawab Tiara.
" Baiklah, mulai hari ini aku hanya akan memikirkanmu dan mulai hari ini kamu juga hanya milikku." kata Sandy sambil tersenyum, Tiara mengangguk den tersenyum bahagia.
" Pulanglah, sebentar lagi hari akan gelap, tidak baik seorang gadis keluyuran diluar rumah pada jam begini." kata Sandy pada Tiara
__ADS_1
" Baiklah, Tiara pulang, tolong pamitkan pada bibi ya." pinta Tiara
" Iya." kata Sandy sambil mengangguk dan bangkit berdiri diikuti Tiara.
" Mas.." Tiara tidak melanjutkan kata katanya bahkan ia langsung memeluk erat pinggang Sandy tanpa ragu ragu. Sandypun terkejut dengan perlakuan Tiara, ia hanya terpaku namun perlahan lahan dia membalas pelukan Tiara dengan hangat.
" Sudah ya...nanti di lihat bibi nggak enak." bisik Sandy perlahan.
Tiara pulang dan segera hilang dari pandangan mata Sandy setelah melewati belokan pada ujung gang. Sandy benar benar tidak mempercayainya bagaimana bisa Tiara gadis yang kaya, cantik dan pintar bisa menyukai dirinya.
Di rumah tuan Handoko
" Dari mana kamu?" bentak Pak Handoko saat Tiara baru saja melangkah kan kakinya memasuki rumah. Tiara sempat terjingkat karena suara papanya yang cukup keras menyambutnya tanpa ia duga sebelumnya.
"Dari...dari..."
" Jawab jujur." bentak Pak Handoko untuk yang kedua kalinya.
" Dari jalan jalan pap.." jawab Tiara bergetar
" jalan jalan kemana?" tanyanya lagi
" Dari kios buah diujung desa papa." jawab Tiara dengan suara lembut nya.
" Nggak ada yang Tiara beli papa." jawab Tiara lebih tenang
" kenapa?" tanya papa sambil mengerutkan dahinya.
" Tidak ada yang sesuai keinginan Tiara." jawab Tiara sambil menatap wajah Papanya.
" memangnya apa yang kamu Cari?" tanya Handoko Makin mengerutkan dahinya.
" Tiara sedang mencari Alpukat papa, ternyata nggak ada, tiara ingin membuat kue avocado "jawab Tiara perlahan
" oh... " kata Pak Handoko melunak
" Kenapa papa marah pada Tiara tadi?"tanya Tiara mulai berani mendekati papanya.
" Papa melihat tadi kamu keluar rumah tanpa pamit." kata papanya sambil mengusap kepala putri satu satunya.
" maaf papa, tadi Tiara maunya buru buru, jadi lupa pamit sama papa." jelas Tiara sambil tersenyum.
__ADS_1
" jangan kamu ulangi lagi, papa tidak suka kalau kamu pergi tanpa ijin papa." kata Pak Handoko
"Iya papa. Tiara salah, maafkan Tiara ya pa." bujuk Tiara
" Iya, sana kamu ganti baju dulu sudah kena debu jalanan." perintah Pak Handoko. Tiara langsung berlalu dari hadapan papanya sambil memegang dadanya.
" untung papa marahnya nggak keterusan." batin Tiara ambil berlalu.
Pak Handoko kembali memeriksa pembukuan tokonya kembali namun kali ini pekerjaannya terganggu oleh kedatangan Pak Santoso.
" Ada yang mau kamu laporkan?" tanya Pak Handoko pada Santoso sesaat setelah pria Itu duduk di hadapannya tanpa mengalihkan pandangannya dari angka angka di hadapannya.
" Iya tuan, sesuai dengan tugas yang tuan berikan pada saya, maka saya akan melaporkan apa yang sudah saya lihat." kata Pak Santoso pada pria di depannya
" Apa yang mau kamu laporkan."
"Saya melihat non Tiara mengunjungi rumah Sandy tuan." kata Pak Santoso
" Kapan?"
" belum ada 2 jam yang lalu Tuan."
" Kamu tidak salah lihat?" tanya tuan Handoko memastikan
" Tidak tuan, tidak mungkin saya salah lihat . Saya bahkan membuntutinya." jawab Pak Santoso
" ada perlu apa Tiara mengunjungi rumah Sandy?" tanya Pak Handoko
" kalau Itu saya kurang tahu Pak, yang jelas sebelum menuju rumah Sandy non Tiara sempat membeli beberapa buah dinkios ujung jalan." jawab pak Santoso
Tuan Handoko langsung mengangkat wajahnya mendengar penjelasan Pak Santoso
" apakah lama Tiara berada di Rumah Sandy?" tanya Pak Handoko
" tidak tuan, hanya beberapa menit, nggak ada sejam kok tuan." jawab Pak Santoso
" baiklah, terima kasih." kata Pak Handoko sambil memberikan selembar uang seratus ribuan yang di terima dengan senang hati.
" terus awasi mereka, laporkan setiap apapun yang kamu lihat." perintah Pak Handoko pada Pak Santoso
" baik tuan. saya akan selalu melaporkan setiap perkembangan yang saya ketahui." jawab Pak Santoso.
__ADS_1
" ya sudah, sekaràng kamu boleh pulang." kata Pak Handoko pada orang suruhannya Itu. Tak.lama setelah kepergian Pak Santoso , Pak Handoko terlihat sedang berfikir untuk segera menjodohkan Tiara dengan anak rekan bisnisnya agar Tiara tidak lagi bisa menjalin hubungan dengan Sandy. ia tidak ingin terlambat dan keburu cinta mereka semakin berkembang.