
BIASAKAN LIKE DAN KOMEN SEBELUM MEMBACA!!!
***
Di Tenda Pasukan Kekaisaran Xuan.
“Kenapa mereka semua masih bisa bersatu dan bisa menembakkan senjata itu berkali-kali, apakah provokasi dan pecah belahku tadi gagal membuat kaisar kecil itu menyerah?”
“Aku juga sudah membuat pasokan air yang digunakan untuk membuat obat, pil dan ramuan beracun, seharusnya mereka tidak bisa memberikan serangan itu selama seharian penuh.”
Ratu Xuan Yi sedikit bingung dengan hasil dari rencananya tersebut, seharusnya Han Chen dan lainnya akan masuk dalam kondisi bingung dan kebingungan komando karena permasalahan yang ditimbulkannya.
“Sepertinya mereka hanya menurut pada kaisar, sedangkan Fang Ho dan Fang Yin ternyata tidak memiliki kekuasaan sebesar itu, bahkan untuk para Berlian Hitam yang merupakan pasukan milik Fang Ho, mereka hanya mengikuti perintah Han Chen!”
Sang Jenderal Besar Kekaisaran memberikan laporannya setelah seharian penuh mereka saling adu tembak dari jarak jauh, dia kemudian memberikan usulan melakukan sesuatu.
“Jika kita terus dalam posisi ini, maka banyak pasukan kita yang akan kalah Yang Mulia Ratu Xuan, bagaimana jika kita memaksa mereka untuk melakukan pertarungan jarak dekat?” simpul Jenderal Besar.
“Kita akan meminta tolong pada 3 Leluhur Saint untuk menghalau serangan Han Chen dan membuatnya membuat keputusan konfrontasi langsung, hal ini akan sedikit menguntungkan kita karena menang secara jumlah pasukan!” usul Jenderal Besar.
“Baik mari kita lakukan itu, Jenderal Besar! Aku tidak bisa membiarkan kekaisaran baru nan kecil ini terus mengusikku, jika memang aku gagal memecah belah mereka, maka kita harus membantai mereka semua! Lakukanlah rencana ini!” jawab Ratu Xuan Yi.
Akhirnya 3 Leluhur tingkat Saint itu diturunkan dan membuat semua serangan benteng tidak berefek banyak pada pasukan Kekaisaran Xuan, hal ini memaksa Han Chen untuk melakukan konfrontasi secara langsung.
*
*
*
Han Chen memimpin pasukan bagian barat karena disana tempat dimana 3 Leluhur Saint dan para petinggi kekaisaran musuh berada termasuk Ratu Xuan Yi.
Sedangkan pasukan barat, mereka dipimpin oleh Pedang Keempat, Kakek Liu Changhai, Han Xue dan Han Yuwen, mereka juga bersama dengan para petinggi fraksi dari kerajaan lain.
__ADS_1
“Seluruh pasukan yang bisa terbang, gunakan kemampuan kalian di sampingku, sedangkan bagi yang tidak bisa terbang, buka gerbangnya dan bunuh semua musuh yang kalian semua temui!”
“Baik, Yang Mulai Kaisar!”
Han Chen mengeluarkan Pedang Asura Pelahap miliknya, kemudian dia juga sudah masuk dalam Mode Bertarung Asura, Saint Qi miliknya semakin banyak dalam mode ini.
Para Jenderal yang ada di samping Han Chen meneriakkan kata-kata motivasi dan penyemangat bagi pasukan dibawahnya. Mereka mengatakan untuk membawa kemenangan bagi Kaisar Han Chen yang mau turun ke medan perang secara langsung, tidak seperti musuh mereka.
“Lihatlah bagaimana kaisar kita turun secara langsung di medan perang, tidak seperti lawan yang hanya bisa duduk di tengah tenda yang tenang, oleh karena itu jangan buat kaisar kalian malu, bunuh semua musuh yang terlihat!” teriak Para Jenderal Pasukan Kekaisaran Han.
“Hidup Kaisar Han! Bunuh Semua Musuh!” teriakan pasukan terdengar menggema, kesatuan dalam hati dan perilaku mereka membuat lawan sedikit gemetar.
Yang ada dihadapan mereka ada sebuah pasukan yang dipimpin oleh kaisar yang masih muda dan baru dibentuk beberapa bulan saja, namun keteguhan hati mereka layaknya sudah bertarung selama ratusan tahun lamanya.
Han Chen sudah berhadapan dengan 3 Kultivator Saint dilangit, begitu juga dengan pasukan yang ada di darat, mereka semua sudah berhadapan dengan musuh dalam jarak 100 meter saja.
“Seraaaaaaaaang!” Teriakan Han Chen memicu peperangan sesungguhnya, bentrok dari kedua kekaisaran kini sudah dimulai, peperangan antar kultivator yang terbesar kuartal ini terjadi.
*BOOOM!
*DUAAAR!
“Mari kita bertarung para pak tua jelek! Niat Pedang Asura!” Han Chen mengayunkan tangannya pada ketiga orang di hadapannya, hal ini mengawali pertempuran antara ranah saint.
Ketiga orang di depannya terlihat berlindung pada salah satu orang yang memiliki jalur Perisai, tak disangka dia mampu menahan serangan Han Chen.
*BOOOM!
Tabrakan serangan niat pedang dan perisai energi itu membuat sebuah ledakan yang sangat besar di langit, bahkan sempat membuat tekanan yang berat untuk semua orang yang ada di bawah.
“Hanya pedang biasa, jangan terlalu besar kepala anak muda! Meskipun kami sedikit kagum karena di usia yang kurang dari 30 tahun itu kamu bisa mendapatkan ranah saint, tapi tetap saja pengalaman tidak akan mengkhianati usaha dalam pertarungan ini!” ucap Leluhur Perisai tingkat Saint itu.
“Apakah begitu pak tua, kalau begitu bagaimana dengan serangan ini! Jalur Pedang : Ribuan Niat Pedang!” Han Chen mengeluarkan salah satu jurus dari pengembangan Seni Pedang Tertinggi.
__ADS_1
“Jalur Perisai : Perisai Penghakiman Surgawi!” Leluhur Perisai itu mengeluarkan jurusnya juga, ternyata dia sudah hampir menguasai seluruh kekuatan perisai hingga puncak, dia benar-benar lawan yang menyusahkan.
“Jalur Panahan : Panah Api Neraka!” Leluhur lainnya yang memiliki Jalur Panah menggunakan serangan jarak jauh dari balik perisai terbentang luas, panah itu mengincar ulu hati Han Chen.
*SRING!
*SRING!
“Jalur Pedang : Tebasan Menyilang!” Han Chen bisa memotong belasan panah api neraka itu dengan pedangnya, bagaimana bisa serangan itu mengenainya ketika pedangnya sendiri adalah jelmaan dari penguasa neraka.
Sepertinya Leluhur Panah itu masih belum mengerti seberapa ngeri dari Han Chen yang sudah masuk dalam mode bertempur ini, mereka masih mengira bahwa Han Chen masih pemula sebagai seorang ranah Saint.
*CRACK!
*CRACK!
Akibat serangan ribuan pedang milik Han Chen, perisai yang melindungi mereka bertiga sudah terdapat retakan berantai, namun hal itu bisa diantisipasi dengan cepat oleh Leluhur lainnya yang mengambil Jalur Tombak.
Leluhur Tombak itu menerjang maju tepat ketika beberapa titik di perisai itu mulai hancur, dia mengeluarkan serangannya yang membuat serangan layaknya tombak raksasa yang mengarah pada Han Chen.
*KLANG!
*KLANG!
Ratusan pedang Han Chen terpental akibat serangan Leluhur Tombak yang membuat tombaknya sebesar sebuah pohon yang sudah hidup 1000 tahun, benar-benar sangat besar dan kuat.
Han Chen menghindari serangan itu dan kemudian mencoba mematahkan tombak raksasa yang ada di depannya itu, namun serangannya gagal dan karena tombak itu terus mengincarnya, Han Chen dipaksa untuk terus menghindarinya.
Sebuah kombinasi perisai, panahan dan tombak yang sangat bagus diperlihatkan oleh 3 Leluhur Saint musuh tersebut, Han Chen sebagai Jalur Pedang dan kebanyakan menggunakan serangan jarak dekat agak tidak diuntungkan dalam posisi ini.
Untung saja sejak Han Chen memulai pertempuran, dia sudah menyuruh seluruh jenderal dan petinggi yang berada di sampingnya tadi untuk ikut bergabung melawan petinggi pasukan musuh beberapa ratus meter di bawah pertarungannya.
“Hebat juga kau anak muda bisa lolos dari serangan kombinasi kita bertiga, namun ingatlah ini masih awal dan kamu tidak akan bisa lolos dari serangan kami lagi. Jalur Tombak : Tombak Dewa Naga!”
__ADS_1
Leluhur Tombak mengecilkan tombak miliknya dan mengubahnya menjadi bentuk seorang naga yang mengaum keras, serangan ini lebih fleksibel dan terus mengikuti Han Chen kemanapun dia menghindar.