
BIASAKAN LIKE DAN KOMEN SEBELUM MEMBACA!!!
HARI TERAKHIR CRAZY UP NIH! DUKUNG AUTHOR DENGAN LIKE, KOMEN DAN GIFT YA, TERIMA KASIH SEMUANYA..
😄😄😄😄😄
***
Selama masa-masa penyebaran secara diplomasi memang hanya ada beberapa kerajaan yang tetap tidak mau tunduk di bawah Kekaisaran Han.
Dan kebanyakan dari mereka sudah ditawarkan dengan berbagai kesepakatan sebanyak tiga kali dan jika masih tidak tunduk juga, maka mereka akan dianggap musuh dan membela Kekaisaran Xuan.
Pedang Pertama, Fang Ho, juga menggunakan cara-cara yang bisa dikatakan cukup licik, bagaimanapun dia dan seluruh Berlian Hitam dulunya adalah pembunuh bayaran.
Jadi, tidak heran juga cara memegang kekuasaannya hampir mirip dengan masa lalu. Dimana dia terkadang menggunakan cara sandera untuk memperlancar rencananya.
Han Chen sudah mengetahui mengenai ini dan membiarkannya, tapi dia selalu menekankan untuk tidak membunuh sandera-sandera itu.
Dan dengan cara yang cukup kejam ini, dari sekitar dua belas kerajaan yang berada di bawah kekaisaran, kini 2 kerajaan sudah bergabung secara langsung dan 3 kerajaan masih dalam masa diplomasi.
Menurut banyak orang, cara yang digunakan Han Chen ini sangat efektif, karena bagaimanapun dia tidak serta merta menggunakan perang sebagai jalan satu-satunya.
Karena jika dia total tangan besi menggunakan perang, maka sudah bisa dipastikan Kekaisaran Han yang dibentuknya tidak akan bisa berlangsung lama.
Dan begitulah seharusnya seorang pemimpin bijaksana melakukan perluasan wilayah, kadang dia harus licik, kadang dia harus tegas, kadang dia juga harus lembut.
*
*
*
__ADS_1
“Bagaimana dengan perkembangan tiga kerajaan yang sedang ingin kita tarik menjadi wilayah kita? Apakah mereka masih menolaknya?” tanya Han Chen.
“Dua dari tiga kerajaan sudah menyatakan sepenuhnya untuk bergabung dengan kita, Yang Mulia Kaisar. Sedangkan Kerajaan Bangau Putih masih menolaknya,” jawab Fang Ho.
Meskipun dia ayah angkatnya, tapi di depan umum seperti ini, mereka harus tetap menggunakan panggilan formal demi terciptanya sistem hirarki yang baik.
“Memangnya alasan mereka menolak apa? Apakah semua janji yang sudah aku berikan masih kurang di depan mereka? Bukankah itu terlalu serakah?” balas Han Chen.
“Bukan, Yang Mulia Kaisar. Penguasa kerajaan itu adalah orang-orang dengan harga diri tinggi, mereka semua mengatakan tidak akan tunduk pada kekaisaran baru yang hanya memenangkan satu pertempuran,” jawab Fang Ho sopan.
“Kenapa tidak menggunakan cara lama, apakah ada kendala yang membuatmu tidak bisa membunuh para petinggi Kerajaan Bangau Putih tersebut?” tanya Han Chen.
“Sesuai dengan namanya, Kerajaan Bangau Putih disokong dengan dukungan kuat dari Sekte Bangau Putih yang merupakan salah satu dari 7 Keajaiban Benua.”
“Dan saya mengambil keputusan untuk tidak melakukan cara tersebut karena pasti seluruh murid di sekte yang berjumlah 100 ribu lebih orang akan menyerbu kekaisaran kita.”
“Kita memang bisa menang, tapi korban yang berjatuhan akan terlalu banyak dan menurut hemat saya, bagaimana jika Yang Mulai membentuk Fraksi dengan mereka.”
Fang Ho memberikan ide yang bagus dan penuh pertimbangan, Han Chen juga baru ingat bahwa dulunya dia juga sering berhubungan dengan Sekte itu ketika Klan Han masih ada dahulu kala.
“Baiklah, sebagai bentuk penghormatan untuk kawan lama klanku dulu, aku akan mengunjungi Sekte Bangau Putih itu sendiri, aku akan bersama Pedang Pertama dan Pedang Keempat!”
“Baik, Yang Mulia!” Fang Ho dan Kakek Liu Changhai mengangguk paham dengan perkataan Han Chen.
“Sedangkan Pedang Kedua kamu akan mengurus sebagian besar urusan dalam negeri selama aku tidak berada di tempat, sedangkan Pedang Ketiga akan mengurus seluruh administrasi dan urusan luar negeri!”
“Baik, Yang Mulai Kaisar!” Kakek Zhao Junpeng dan Raja Qin Nan menjawab secara bersamaan.
“Yin’er kamu akan ikut bersama, sekaligus kamu juga Lian Jiangshi, ikutlah denganku agar kamu semakin yakin bahwa tidak semua manusia jahat seperti yang kamu pikirkan,” ajak Han Chen.
“Baik, Tuan!” Lian Jiangshi adalah Budak Iblis yang dibeli oleh Han Chen waktu itu, secara bertahap namun pasti, dia sudah mau berkomunikasi dengan Han Chen.
__ADS_1
Menggunakan array teleportasi jarak jauh, Han Chen, Fang Ho, Kakek Liu Changhai, Fang Yin dan Lian Jiangshi langsung menghilang dari istana dan sampai di gerbang masuk Sekte Bangau Putih.
“Siapakah gerangan orang-orang terhormat dan kuat yang datang ke sekte kami ini? Apakah ada yang bisa saya bantu tuan-tuan dan nona?” tanya Penjaga Gerbang sedikit gemetar merasakan kekuatan beberapa orang di depannya itu.
“Kami semua ingin bertemu dengan Ketua Sekte sekaligus Raja dari Kerajaan Bangau Putih ini. Katakan padanya kawan lamanya dari Klan Han datang untuk berkunjung,” ucap Han Chen.
Penjaga gerbang tersebut langsung masuk ke dalam dan memberitahukan informasi itu pada Ketua Sekte, sedangkan penjaga gerbang lainnya menuntung rombongan Han Chen menuju ke ruang tamu sekte.
Setelah beberapa saat menunggu, seorang kakek tua dengan jubah putih bersama beberapa orang dengan pakaian yang sama datang dan memberikan hormat bela diri pada rombongan Han Chen.
“Halo Kakek Bangau, apakah kamu masih mengenalku?” Han Chen berperilaku seperti seorang cucu pada Ketua Sekte Bangau Putih yang terkenal pendiam dan tidak mudah tersenyum itu.
“Siapa kamu? Tidak mungkin kamu si anak kurang ajar yang selalu memanggang bangau-bangau berhargaku dan memakannya kan?”
Ketua Sekte Bangau Putih itu langsung kenal dengan perawakan Han Chen, meskipun dia sudah besar dan mengenakan pakaian seperti seorang kaisar itu.
Dia juga sedikit teringat dengan kegagalannya waktu itu menyadari maksud kekaisaran sampai menghancurkan Klan Han yang notabene adalah sahabatnya sendiri.
“Han Chen! Maafkan kakek yang waktu itu–”
“Sudahlah Kakek Bangau, tidak usah membahas masa lalu kelam itu, lebih baik kita mengobrol dan mengenang masa-masa indah saja.”
Han Chen memegang tangan Ketua Sekte Bangau Putih dan mengajaknya berjalan-jalan ke beberapa area yang dulunya merupakan tempat kenalakan Han Chen dan menangkap bangau-bangau milik sekte ini.
Meskipun Han Chen dan Ketua Sekte terlihat akrab dan bisa tertawa bersama, atmosfer berbeda terjadi antara bawahan keduanya.
Karena selama ini mereka semua sudah sering bersinggungan maka suasana canggung dan tidak bersahabat terjadi.
Bahkan sampai Han Chen dan Ketua Sekte itu kembali lagi ke ruang tamu, bawahan keduanya masih saling memandang dengan sinis.
“Perkenalkan kek, ini adalah Yin’er calon istriku, sedangkan ini adalah ayah angkatku Fang Ho dan ini adalah orang yang sering sekali memarahiku sama sepertimu, Kakek Liu Changhai,” ucap Han Chen.
__ADS_1
“Lalu siapa iblis yang ada di sana itu, aku bisa merasakan energi qi iblis yang sangat kuat darinya, bahkan dia lebih kuat dari semua iblis yang sudah aku kalahkan sejauh ini,” ucap Ketua Sekte ketika melihat Lian Jiangshi.