
BIASAKAN LIKE DAN KOMEN SEBELUM MEMBACA!!!
***
Di sebuah pesisir pantai, di bagian utara Kekaisaran Xuan.
“Apakah kamu sudah mendengar mengenai siapa yang diangkat menjadi Ratu Kekaisaran Han, Anakku?” tanya Fang Ho pada putrinya yang terlalu sering diam setelah kejadian di benteng tersebut.
“Biarkanlah, Ayah! Bagaimanapun aku sudah tahu bahwa ini semua akan berakhir seperti ini, setidaknya aku beruntung bisa menerima cintanya, meskipun hanya sesaat,” jawab Fang Yin coba menguatkan diri sendiri.
Mengenai hatinya yang hancur, jangan ditanya lagi. Setelah mendengar mengenai pernikahan Han Chen dan Lian Jiangshi beberapa hari yang lalu, setiap malam dia selalu menangis sendiri di dalam kamar.
“Aku tahu kamu masih mencintainya, apalagi kamu memutuskan untuk tidak memberitahukannya kebenaran yang lebih rinci lagi, bukankah ini menyebabkan jurang kesalahpahaman diantara kalian semakin lebar?” tanya Fang Ho sambil mengelus rambut anaknya.
Fang Yin menatap nanar ayahnya, kemudian dia mendekat dan memeluknya dengan erat, entah sejak kapan wanita yang dulunya dingin dan selalu kuat menghadapi masalah menjadi lemah seperti ini.
“Aku tahu ayah, aku tahu, tapi … apakah dia mau mendengarkanku sekarang? Apakah dia tahu bahwa aku selama waktu itu dalam kondisi dikendalikan oleh ratu bajingan itu? Apakah Han Chen mau mendengarkan? Hiks … hiks … ”
Fang Yin sudah tidak bisa menahan tangisannya di pelukan Fang Ho. Dia sudah memutuskan untuk mengarungi samudra menuju daratan yang katanya di utara.
Alasan terbesarnya karena jika harus bertemu dengan Han Chen lagi, dia merasa tidak kuat dan selalu merasa bersalah, padahal tidak sepenuhnya dia salah dalam hal ini.
“Baiklah! Baiklah! Ayah tidak akan bertanya lagi, kita akan coba peruntungan untuk pergi dari benua ini menuju benua yang ada di utara, entah benua itu benar adanya atau tidak, tapi patut dicoba.”
Fang Ho menenangkan putrinya, kemudian mereka berdua naik ke sebuah kapal besar yang sudah disewa oleh keduanya untuk mengarungi lautan luas di depan mereka.
Tanpa sepengetahuan Fang Yin, Fang Ho sudah mengirimkan sepucuk surat pada Han Chen mengenai apa yang terjadi sebenarnya waktu itu dan menjelaskan kemana mereka pergi sekarang.
Surat itu akan sampai pada Han Chen beberapa bulan lagi, karena utusan yang dikirim untuk menyampaikan pesan itu, memang sengaja melakukan hal tersebut atas perintah Fang Ho.
*
*
__ADS_1
*
Hari Pernikahan Tiba.
*DEG!
“Kenapa tiba-tiba hatiku sangat sakit, apakah ada seseorang yang mengkhawatirkanku?” Hati Han Chen tiba-tiba sangat sakit, namun karena tidak ingin merusak pesta pernikahan hari ini, dia mencoba untuk tetap tersenyum pada semua orang.
Sekarang Han Chen dan Lian Jiangshi sudah resmi menikah, semua kenalan diundang dalam acara ini, bahkan teman-temannya yang pernah ditemuinya dulu, seperti Nuan Nuan dan Jiang Minghao.
Nuan Nuan dan Jiang Minghao tidak menyangka bahwa Han Chen malah menikah dengan wanita lain, padahal dulu yang saling merebut Han Chen satu sama lain adalah Fang Yin dan Nuan Nuan.
Keduanya juga tidak berani bertanya mengenai alasan Han Chen menikah dengan Lian Jiangshi, yang mereka tahu hanya Lian Jiangshi lebih cantik beberapa kali lipat dari Fang Yin.
Apalagi jika mengatakan mengenai bentuk tubuh, Lian Jiangshi lebih seksi dan lebih berisi daripada Fang Yin. Jiang Minghao berpikiran ini adalah alasan Han Chen menikahi Lian Jiangshi.
“Selamat datang semuanya dalam pesta pernikahanku, kalian semua bisa memakan semua hidangan dan menikmati pagelaran yang memeriahkan pesta pernikahan ini,” teriak Han Chen dari lantai dua.
“Terima kasih, Yang Mulia.” Semua orang ikut senang dengan pernikahan kaisarnya yang masih muda. Dengan begini, mereka berharap Han Chen bisa lebih bijaksana dalam mengambil keputusan nanti.
Setelah pesta yang berlangsung selama beberapa hari tersebut, kini semua orang penting yang memiliki undangan khusus sedang melakukan pertemuan khusus dengan Han Chen.
*
*
*
Di Aula Dewan sudah sesak dengan para petinggi yang diundang.
“Salam Kaisar Han Chen & Ratu Lian Jiangshi! Selamat atas pernikahan Kaisar dan Ratu, dengan begini kami bisa berharap segera mendapatkan Pangeran Mahkota,” ucap beberapa petinggi.
Han Chen dan Lian Jiangshi hanya tersenyum ringan saja, kemudian mereka berdua duduk di kursi utama yang berada diantara 4 Pedang Kaisar dan beberapa menteri lainnya.
__ADS_1
“Jadi, mari kita masuk dalam pembahasan utama! Bagaimana dengan Rencana Penyerangan Ibukota Kekaisaran Xuan?” Sejak Han Chen membuka topik ini, wajah semua orang berubah menjadi serius.
“Izinkan saya memberikan laporan, Yang Mulia. Setelah pembentukan pasukan pengintai musuh, kita mendapatkan beberapa informasi yang cukup penting.”
“Yang pertama kenapa Kekaisaran Xuan tidak melakukan pergerakan tajam selama ini karena mereka ditekan oleh Kerajaan Iblis, hal ini akibat bantuan Ratu Xuan yang memerintah mereka seenaknya.”
“Bahkan para pengintai mendapati bahwa Raja Iblis meminta banyak tumbal manusia dan kebanyakan berasal dari 3 kerajaan yang sekarang sudah bergabung menjadi wilayah kita, hal itu sudah dikonfirmasi.”
Pedang Pertama, Kakek Kang Jian menatap perwakilan 3 Kerajaan yang juga ada dalam aula dewan tersebut. Setelah mendapat konfirmasi, dia melanjutkan laporannya.
“Selanjutnya mengenai kekuatan musuh, sekarang mereka hampir jatuh dalam perang saudara, karena 3 Leluhur Kekaisaran Xuan tidak ingin ikut bergabung dengan peperangan lagi, setelah mendapatkan sebuah ramalan dari seseorang.”
“Kami belum mengkonfirmasi mengenai apakah berita itu benar atau salah, yang pasti mereka bertiga tidak akan ikut dalam peperangan apapun lagi, begitu juga dengan Jenderal Besar mereka.”
“Saya mendapat kabar, bahwa Jenderal Besar lawan mengundurkan diri dari posisinya dan sekarang menjadi warga negara biasa di daerah utara, dia sepertinya sudah tidak berminat lagi dalam peperangan dan mengasingkan diri.”
“Dan setelah mengatur perhitungan yang matang, kemungkinan kita menang lebih 70 persen, karena pasukan kita yang berjumlah 1 juta prajurit sudah memiliki kultivasi yang tinggi.”
“Apalagi mereka semua sekarang sudah menjadi kapten dan memiliki setidaknya 10 sampai 15 prajurit di bawah perintah mereka, itu artinya pasukan aktif kita sekitar 13 juta pasukan siap tempur.”
“Jadi, kami semua siap untuk melakukan penyerangan dan pembebasan ibukota musuh serta menjadikannya milik Kekaisaran Han, begitu laporan saya, silakan Anda putuskan!”
Kakek Kang Jian menyelesaikan laporannya, kemudian Han Chen menyuruh semua orang untuk memberikan pendapatnya juga, lalu setelah beberapa saat, akhirnya sebuah kesimpulan muncul.
“Baik, karena semua persiapan dan kekuatan musuh sudah sangat lemah, kita akan menyerang Ibukota Kekaisaran Xuan dalam waktu satu bulan dari sekarang. Aku ingin kalian semua bersiap!” tegas Han Chen.
“Kami akan bersiap, Yang Mulia.” Seluruh orang menjadi bersemangat, akhirnya setelah selama ini mereka menunggu, peperangan terakhir melawan Kekaisaran Xuan akan benar-benar terjadi.
***
PENGUMUMAN
ADA 2 NOVEL BARU NIH, CEK PROFIL AUTHOR YA 😉
__ADS_1