
BIASAKAN LIKE DAN KOMEN SEBELUM MEMBACA!!!
MULAI TANGGAL 13 - 21, AUTHOR MAU CRAZY UP.
JADI JANGAN LUPA UNTUK KOMENTAR YANG BANYAK YA TIAP BAB, BIAR SEMANGAT KALAU MAU CRAZY UP LAGI.
😄😄😄😄😄
***
"Apa yang paman katakan! Paman adalah ayah angkat saudaraku, jangan berlutut seperti itu. Lebih baik kita membicarakannya sambil minum teh, bagaimana?"
“Baiklah dan perkenalkan namaku adalah Xu Xin dan ini adalah Ma Long. Dia adalah anak buahku nomor satu, meskipun kepribadian anaknya tidak mencontohnya sama sekali.”
“Kakak kamu sangat jahat, siapa yang bilang dia adalah anak kandungku. Bukankah ini semua adalah idemu dengan menjadikannya anakku. Padahal bukan sama sekali,” protes Ma Long.
“Baiklah Paman Xu Xin dan Paman Ma Long. Bagaimana jika mengobrol sambil minum teh sekarang? Dan aku melihat bahwa dengan semua orang yang ada di penginapan ini, tentunya kalian tidak sedang berwisata kesini bukan?”
Pertanyaan Han Chen memecahkan candaan Paman Xu Xin dan Ma Long. Mereka berdua langsung menatap tajam Han Chen. Tapi keduanya langsung paham bahwa yang ada di depan mereka ini bukanlah orang biasa.
“Tidak heran jika anak angkatku, selalu mengatakan bahwa adik kecilnya adalah yang paling pintar di antara empat saudara. Kamu bahkan bisa menebak mengenai jumlah pengawal yang tidak biasa ini,” puji Paman Xu Xin.
“Sudah aku bilang ayah, aku ini memang lemah jika menyusun strategi, tapi untuk masalah kekuatan aku bisa diadu. Tapi itu hanya berlaku untuk orang lain, bukan para saudaraku ini,” ucap Han Yuwen mendukung.
Memang pada dasarnya seorang pemuda dengan usia masih menginjak 25 tahun sepertinya sudah bisa dianggap jenius karena sudah mencapai tahap Transformasi Puncak.
Namun, jika dibandingkan dengan Han Chen dan Han Xue, kultivasi Han Yuwen masihlah tergolong rendah, oleh karena itu dia mengatakan hal tersebut pada ayah angkatnya.
“Apakah kamu tertarik dengan apa yang akan aku lakukan di ibukota ini, Keponakanku?” tanya Paman Xu Xin yang sudah menganggap Han Chen keponakannya.
“Tentu saja! Kami bertiga akan mendengarkannya dengan seksama!” ucap Han Chen, kemudian langsung duduk di salah satu kursi panjang bersama dua orang lainnya.
__ADS_1
*
*
*
“Apakah rencana paman ini tidak terlalu tergesa-gesa? Dan apakah Keluarga Kerajaan Qin ini begitu lemah, sampai harus takut dengan pemburu iblis seperti paman dan lainnya?” tanya Han Chen serius.
“Apakah kamu tahu bahwa selama ini, dalam Keluarga Kerajaan Qin ini sudah banyak yang berkomunikasi dan meminta bantuan iblis dalam beberapa hal?” jawab Paman Xu Xin.
“Aku diperintahkan oleh pusat organisasi untuk mengurus keluarga kerajaan yang tengah melakukan hal tersebut. Terlebih lagi mereka sudah banyak mengorbankan umat manusia dalam berbagai persembahan dan banyak lainnya,” tegas Paman Xu Xin.
“Aku tahu bagaimana perasaan Paman Xu. Tapi, coba pikirkanlah, kenapa tiba-tiba perintah pembunuhan orang-orang kerajaan ini tiba-tiba keluar? Ada peristiwa apa dibalik ini semua?” tanya Han Chen yang merasakan ada yang tidak beres.
Paman Xu Xin terlihat sedang berpikir, sedangkan Paman Ma Long yang sedari tadi diam, mulai berbicara mengenai fakta-fakta mengenai kerajaan ini selama setahun terakhir.
“Keluarga kerajaan ini sering menolak permintaan kekaisaran, mereka juga sedang berseteru dengan salah seorang pangeran dari kekaisaran, mereka juga menolak beberapa peraturan baru yang akan diberlakukan oleh kekaisaran.”
“Oleh karena itu, dalam setahun terakhir, tidak ada aktivitas pemburu iblis di sana, bukan? Dan yang paling parah adalah mereka tidak mengirimkan upeti tiga kali lipat sesuai dengan peraturan baru.”
Paman Ma Long menjelaskan semua hal dalam catatannya mengenai masalah Kerajaan Qin dengan kekaisaran, dia sekarang seperti seorang penasihat yang sedang memberikan pendapat pada Han Chen dan Paman Xu Xin.
“Aku sudah mengatakan semua ini pada Ketua Xu Xin. Tapi, dia hanya diam saja dan berniat langsung mengeksekusi keluarga kerajaan ini. Sebagai bawahan, aku hanya bisa menuruti permintaannya,” ucap Paman Ma Long.
“Paman Xu Xin, menurutku ada hal yang aneh. Meski aku benci mengatakannya, Kerajaan Qin ini merupakan salah satu wilayah di bawah kekaisaran yang paling jauh dan paling bersih dari iblis.”
“Dan dengan semua orang penting di kerajaan ini, tidak mungkin mereka melakukan semua penolakan pada kekaisaran jika tidak ada alasan. Aku memiliki usul, bagaimana jika bertemu dengan Raja Qin Nan setelah pertemuan gubernur?” tanya Han Chen.
Paman Xu Xin sedikit ragu setelah semua penjelasan dan kesimpulan yang diberikan Han Chen. Dia sendiri sedikit salah karena tidak mempertimbangkan bahwa organisasi pemburu iblis juga bisa berkomplot dengan kekaisaran.
“Aku akan mengikuti pengaturanmu, Keponakanku. Tapi, jika nanti dari keluarga kerajaan ada yang memiliki qi iblis, jangan tahan aku untuk membunuh mereka semua, apakah kamu bisa menjanjikan itu?” tanya Paman Xu Xin.
__ADS_1
“Tentu saja, Paman Xu bisa tenang. Sebagai gantinya, jangan biarkan semua pengawal penginapan ini untuk melakukan rencana yang kemarin. Jika tidak, maka Raja Qin Nan akan menganggap kita sebagai bagian dari kekaisaran,” ucap Han Chen.
“Baik, aku akan memerintahkan semua orang untuk tidak bergerak terlebih dulu,” ucap Paman Xu Xin.
“Kalau begitu mari kita berjumpa besok di istana kerajaan, setelah melakukan pertemuan gubernur yang membosankan, kita akan meminta bertemu dengan Raja Qin Nan!”
“Baik!” Semua orang setuju dengan Han Chen. Kemudian mereka kembali ke tempat masing-masing dan berharap pertemuannya dengan Raja Qin Nan besok bisa berjalan lancar dan tidak terbukti keterlibatan iblis di dalamnya.
*
*
*
Keesokan harinya, di Istana Kerajaan.
Seperti kebanyakan pertemuan gubernur tahunan biasanya, semua gubernur langsung menyombongkan hasil alam dan berbagai kemajuan yang sudah dilakukannya di wilayah masing-masing.
Beberapa juga ada yang tengah memperlihatkan produk baru yang berasal wilayah mereka. Bahkan mereka juga memberitahukan mengenai pendapatan pajak dan masih banyak yang lainnya.
“Baiklah, aku sudah mendengar semua laporan kalian semua. Sekarang sudah selesai mengenai pembicaraan prestasi, mari beralih ke apa yang kalian hadapi selama setahun ini?” tanya Raja Qin Nan yang memimpin pertemuan.
Di sampingnya ada beberapa pangeran dan putri yang sedang melihat sekaligus belajar bagaimana cara untuk memimpin sebuah negara. Memang beginilah tradisi di kerajaan ini dan beberapa kerajaan lainnya.
Raja memperkenalkan para pangeran dan putri mereka, agar suatu saat mereka mengenal dan tahu akan memihak pada siapa. Hal ini juga bertujuan untuk melihat ketertarikan para pangeran dan putri atas sesuatu.
Semua gubernur langsung terdiam, mereka semua hampir memiliki masalah yang sama, sanksi dari kekaisaran sudah dijatuhkan dan mereka semua hampir tidak bisa leluasa dalam menjalankan rencana mereka semua.
Terlebih lagi, pihak kekaisaran sudah menekan semua keluarga bangsawan di provinsi dan kota untuk terus berkhianat pada kerajaan. Namun, karena mereka semua masih sehat, tentu mereka masih memihak raja mereka yang adil itu.
“Permasalahan kami masih sama, Yang Mulia Raja!” Semua gubernur berwajah muram. Dan Raja Qin Nan langsung paham dengan maksud gubernur tersebut.
__ADS_1