
BIASAKAN LIKE DAN KOMEN SEBELUM MEMBACA!!!
MULAI TANGGAL 13 - 21, AUTHOR MAU CRAZY UP.
JADI JANGAN LUPA UNTUK KOMENTAR YANG BANYAK YA TIAP BAB, BIAR SEMANGAT KALAU MAU CRAZY UP LAGI.
😄😄😄😄😄
***
“Kenapa aku harus menyerahkannya padamu, ketika yang membeli barang ini adalah aku?” balas Han Chen kesal.
“Aku adalah anak dari gubernur utara, aku tadi tidak sengaja melihat barang yang kamu beli adalah barang berharga!”
“Jadi, aku ingin memilikinya, apakah kamu tahu seberapa berharga barang yang kami beli secara tidak sengaja itu?”
Tuan muda dari gubernur utara itu mengolok Han Chen, karena tidak tahu betapa berharganya gulungan naga emas yang dipegangnya.
“Entah apa aku tahu atau tidak, apa urusannya denganmu? Barang ini sudah menjadi milikku. Jika kamu memiliki kemampuan silakan ambillah dengan kekuatanmu yang tidak seberapa itu,” balas Han Chen sudah bersiap bertarung.
[Gulungan Naga Emas – berasal dari era kuno, hanya saja ini merupakan tiruan. Namun isi yang terkandung di dalamnya masih berharga. Karena meliputi Seni Bela Diri Naga Emas Kuno.]
“Jika, sistem saja memberikan penjelasan bahwa barang ini berharga. Mana mau aku menyerahkannya pada tuan muda sombong di depanku ini,” gumam Han Chen dalam hati.
Tuan muda yang tidak mendapatkan tanggapan baik dari orang di hadapannya itu langsung memecahkan sebuah giok dan hanya dalam beberapa tarikan nafas 4 orang berpakaian hitam muncul.
“Aku memang tidak bisa mengalahkanmu. Tapi, apakah kamu yakin bisa mengalahkan keempat pengawal yang sudah aku sewa dan memiliki kekuatan ranah Transformasi Puncak ini?”
Tuan muda sombong itu terus mengoceh menyombongkan pengawalnya, dia tidak tahu bahwa Han Chen bahkan bisa mengalahkan 4 pengawalnya hanya dengan tangan kanannya saja.
Namun, pandangan Han Chen langsung berubah tatkala melihat salah seorang dari pengawal itu, dia bisa yakin bahwa pengawal paling kanan itu adalah Han Yuwen, salah satu saudaranya.
__ADS_1
Meskipun wajahnya ditutup oleh kain hitam, tapi dari mata dan kerutan dahinya, Han Chen bisa yakin bahwa salah satu pengawal itu adalah saudaranya yang selama ini dia cari.
“Han Yuwen! Kamu tidak mengingatku?” tanya Han Chen dengan lirih.
Pengawal paling kanan tiba-tiba bergetar hebat, bagaimana orang di depannya ini bisa tahu mengenai nama aslinya, dia menganggap Han Chen adalah seorang musuh dan langsung menyerangnya.
“Aku tidak tahu kamu tahu dari mana mengenai kalimat itu! Tapi, yang pasti aku tidak akan membiarkan orang-orang tahu mengenai identitasku!” Salah satu pengawal itu menyerang secara membabi buta.
Han Chen semakin yakin bahwa pengawal yang menyerangnya ini adalah saudaranya, dia memiliki karakter yang bodoh namun kuat, dia bahkan tidak bisa mengenai saudaranya sendiri.
Bahkan, dia sekarang bertarung dengan Han Chen tanpa menanyakan identitas asli Han Chen, dia memang benar-benar bodoh, masih sama seperti beberapa tahun yang lalu.
“Hei pengawal bodoh! Apa yang sudah kamu lakukan! Aku memanggilmu hanya untuk menakuti saja. Aku tidak ingin gulungan itu menjadi rusak akibat pertarungan kalian berdua! Cepat berhenti!”
Tuan muda sombong dari utara itu berteriak keras, dia saat ini dilindungi oleh tiga pengawal lainnya agar tidak terkena dampak pertarungan Han Chen dan Han Yuwen.
*
*
*
Dalam pikiran Han Yuwen, semua orang yang tahu mengenai identitas aslinya harus mati, agar tidak menjadi bencana di masa depan ketika dia mencari para saudaranya.
Sedangkan Han Chen, berpikiran untuk menguji Han Yuwen yang sudah tidak lama bertemu, dia ingin melihat kelemahan dari serangan saudaranya itu agar bisa membenahinya.
“Kenapa kamu memberitahuku apa yang harus dilakukan, apakah kamu meremehkanku, anak muda! Dan aku heran, dari mana kamu mengetahui identitas asliku!”
“Tapi, karena kamu hanya tersenyum saja dan tidak mau menjawab. Maka, yang bisa aku lakukan hanyalah menghapusmu dari dunia ini, agar tidak menimbulkan masalah di masa depan.”
Han Yuwen sudah mengeluarkan senjatanya, kebetulan senjatanya adalah pedang melengkung atau biasanya disebut saber, dia menggunakan dua saber dengan kedua tangannya.
__ADS_1
Han Chen hanya tersenyum sambil terus menghindari serangan saber saudaranya itu. Kali ini, dia ingin memberikan sebuah kejutan dengan mengeluarkan senjata yang sama dengan yang di pegang Han Yuwen.
“Saber Ganda Naga Biru!” Han Chen memamerkan senjata yang baru saja dibeli dari sistem dan kemudian digunakan untuk melawan Han Yuwen dengan gerakan yang sama persis.
Han Chen sengaja menirukan gerakan Han Yuwen, untuk memberikannya pandangan baru bahwa penggunaan saber bisa lebih fleksibel dan efisien selama pertarungan dimulai.
“Kamu benar-benar mengejekku, aku tidak akan mengampunimu, dasar penipu!” Han Yuwen mempercepat gerakannya dan dia langsung melesat menggunakan saber gandanya yang penuh dengan energi qi berat.
“Kamu masih bodoh seperti biasanya saudaraku tersayang, kamu bahkan tidak mengenali lagi adik terkecilmu, aku adalah Han Chen, coba lihat wajahku!” Han Chen diam saja tidak menangkis serangan Han Yuwen.
Tapi, hanya dengan beberapa kata yang keluar dari mulutnya. Han Yuwen langsung berhenti menyerang dan menjatuhkan saber ganda miliknya.
Kedua tangannya langsung meraba wajah Han Chen dengan penuh kelembutan, selama ini dia mencari adik terkecilnya ini sampai harus menjadi pengawal bayaran seperti ini.
“Adik … kamu benar-benar adikku! Aku selama ini mencarimu kemana pun setelah aku diselamatkan oleh pemilik organisasi tempatku bernaung sekarang. Tapi dewa berkehendak lain, aku bisa bertemu denganmu dengan cara seperti ini.”
Han Yuwen menangis terharu karena telah bertemu dengan saudara yang dicarinya selama beberapa tahun terakhir, dia langsung memeluk erat Han Chen dan melepaskan penutup wajahnya.
“Apakah kalian melupakanku? Kamu memang pembuat onar yang benar-benar hebat saudaraku. Tapi, dengan ini juga kamu berhasil menemukan saudara kita yang lain,” ucap Han Xue yang tiba-tiba muncul di samping mereka.
“Kakak Han Xue, kamu juga bersama dengan adik Han Chen. Apakah kalian berdua sudah bertemu setelah sekian lama? Kenapa kalian berdua tidak mencariku!” protes Han Yuwen bercanda.
“Hahaha!” Mereka bertiga tertawa bersama dan kemudian Fang Yin datang dan mengajak ketiganya untuk melanjutkan pembicaraan dan reuni kecil itu di sebuah rumah makan yang tak jauh dari sana.
Sebelum beranjak pergi, Han Chen sempat mendekati tuan muda sombong tadi dan kemudian berkata padanya.
“Kamu katakan pada ayahmu dan ketua kelompok pengawal dari organisasi utara ini, aku akan membawa salah satu pengawal ini sampai pertemuan gubernur selesai!”
“Sebagai gantinya aku berikan gulungan ini padamu. Dan asal kamu tahu, aku juga paham dengan isi dari gulungan naga emas ini.”
“Tapi, karena saudaraku lebih penting dari ini dan aku tidak mau diganggu, aku akan memberikannya padamu! Terimalah!”
__ADS_1
Han Chen melemparkan gulungan tersebut, dia tidak benar-benar memberikannya dengan gratis karena sistem sudah menyalin isi gulungan itu untuknya. Jadi, percuma saja dia memiliki gulungan tersebut.
“Kalau begitu aku pergi dulu! Jangan ada yang mengganggu reuni kami, ingat!” ancam Han Chen sedikit, kemudian dia bergabung dengan lainnya dan berjalan menuju ke rumah makan untuk melanjutkan yang tadi.