
BIASAKAN LIKE DAN KOMEN SEBELUM MEMBACA!!!
***
Selama seminggu penuh, Han Chen dan Fang Yin mencari bukti-bukti atas informasi yang ada di kedua buku yang mereka dapatkan. Hampir 95 persen semua informasi di sana akurat.
[Mungkin bisa dikatakan semua informasi dalam kedua buku ini memiliki keakuratan 100 persen. Namun karena bukti-bukti itu ditemukan beberapa tahun lalu, jadi ada beberapa bagian yang sudah berubah atau sengaja diubah oleh sesuatu kekuatan.]
“Aku mengerti, Sistem. Terima kasih telah menganalisisnya, setelah aku memastikan sebagian informasi mengenai kota ini dan sekitarnya, apakah sesuai dengan informasi yang ada, aku bisa mengatakan bahwa kedua buku ini bisa dijadikan acuan untuk rencanaku nanti,” gumam Han Chen.
[Sistem akan selalu mendukung semua keputusan, Host.]
“Baiklah sekarang waktunya kembali ke Rumah Dagang Bulan Perak!” ajak Han Chen mengejutkan Fang Yin yang masih menimang-nimang buku mengenai informasi kekaisaran.
“Kalau begitu mari kita berangkat ke sana. Chen Gege biarkan aku membawa buku ini, apakah boleh? Aku ingin menganalisis sesuatu lebih lanjut,” pinta Fang Yin.
“Tentu saja, dua-duanya pun boleh jika kamu membawanya dalam cincin penyimpanan milikmu, Yin’er!” jawab Han Chen.
Han Chen mengatakan hal tersebut karena, selain dia sudah hafal sebagian besar informasi itu. Kedua buku informasi tersebut sudah disalin oleh sistem dan bisa dibuka kapan pun olehnya.
Setelah itu mereka berdua meninggalkan penginapan tempat menginap seminggu penuh dan berjalan menuju ke Rumah Dagang Bulan Perak.
*
*
*
Setelah sampai, Han Chen tidak bermalas-malasan, dia langsung menghampiri Han Xue.
Dia ingin menepati janjinya untuk melatih kakak pertamanya dan membuat menjadi salah satu bantuan besar di masa depan.
"Kakak Pertama, aku akan membuat latihan yang sangat sulit dalam kurun waktu 1 tahun penuh. Apakah Kakak siap?" tanya Han Chen serius.
"Tentu saja, aku sudah menyiapkan diri!" jawab Han Xue penuh semangat, dia ingin menjadi lebih kuat karena sekarang semakin banyak orang yang akan menjadi tanggungannya.
"Baiklah kalau begitu mari kita mulai sekarang juga!"
__ADS_1
Selama satu bulan penuh Han Chen memukuli tubuh Han Xue hingga berdarah dan kemudian membiarkan sembuh seperti sedia kala.
Tentunya, Han Chen tidak mengincar titik vital tubuh. Dia hanya ingin membuat kulit dan daging Han Xue menjadi lebih kuat dan tidak gampang tertembus serangan lawan.
Di bulan kedua sampai ketiga, Han Xue melakukan pukulan dan tendangan dasar sesuai dengan Kitab Bela Diri Naga Hijau yang diberikan Han Chen dulu.
Han Xue melakukannya sampai ratusan ribu kali, dia hanya beristirahat tiga kali waktu makan dan tidur selama 4 jam sehari.
Selain waktu itu, Han Xue selalu melakukan latihan itu hingga dia bisa melakukan 100 pukulan, dalam satu tarikan nafasnya.
Di bulan keempat sampai bulan keenam, Han Chen setiap hari melakukan latih tanding dengan Han Xue dengan kekuatan penuh.
Yang awalnya Han Xue hanya bisa bertahan sepersepuluh dupa, sekarang dia sudah bisa bertahan selama 3 dupa penuh, padahal dia belum menaikkan kultivasinya.
Di bulan ketujuh sampai kedua belas. Han Chen memberikan pil-pil berkualitas dan membeli array pengumpul energi qi alam.
Dan tak terasa setahun penuh berlalu begitu saja, dengan semua hal yang sudah dilakukan oleh Han Chen.
Sekarang, Han Xue memiliki fondasi serta ketebalan energi yang sedikit lebih kuat dari orang lain. Dia juga sudah boleh meningkatkan kultivasinya.
Han Xue kemudian bermeditasi dan menyerap energi alam serta menyalurkannya ke dalam dantiannya.
Tak berselang lama …
*BOOOM!
Sebuah terobosan beruntun terdengar, orang-orang yang menyaksikan hal itu cukup terkejut. Tapi, Han Chen melarang bersuara agar tidak mengganggu konsentrasi Han Xue.
Setelah beberapa saat …
"Selamat! Sekarang kakak hanya tinggal menguasai semua jurus dan pengajaran dari kitab yang sudah kuberikan."
"Aku yakin, dalam 5 tahun, kakak akan menjadi salah satu dari kultivator yang terkenal akan kekuatannya. Jadi, selamat berjuang sendiri setelah ini. Aku harus melanjutkan perjalanan."
Han Chen sudah menahan diri selama setahun penuh demi memperkuat kakaknya, sekarang sudah waktunya dia mencari musuh-musuhnya dulu.
"Tapi–"
__ADS_1
"Aku tahu apa yang kakak pertama pikirkan. Tapi, aku harus menolaknya! Jujur saja dengan kekuatan kakak yang sekarang, agak sulit rasanya."
Han Chen mengatakan hal kasar itu, untuk membuat kakak pertamanya fokus dulu dalam latihan dan dia sudah menyiapkan sebuah tugas padanya.
"Aku tahu itu, tapi–"
"Kakek Liu Changhai dan Liu Annchi lebih membutuhkan kakak sekarang. Jadi daripada kakak ikut denganku, lebih baik mengerjakan sesuatu untuk masa depan. Bagaimana? Tertarik?" ucap Han Chen.
"Jelaskan apa yang harus kulakukan," ucap Han Xue sedikit sedih.
Han Chen akhirnya menjelaskan mengenai rencana jangka panjang miliknya. Yaitu, menjadikan Han Xue sebagai pemilik kekuatan dagang yang besar dan bisa melebihi kawasan kekaisaran ini.
Hal ini dimaksudkan untuk melemahkan kekaisaran dari segi perdagangan. Han Xue menjadi semangat lagi, tugas yang diberikan adik kecilnya ternyata tidak sederhana sama sekali.
"Baiklah! Aku akan membuat semuanya sesuai dengan rencanamu adik. Sepuluh tahun ya? Aku akan melakukannya!" seru Han Xue sangat bersemangat.
"Nah, dengan ini tugasku disini sudah selesai. Aku harap di pertemuan kita nanti aku sudah bisa melihat keponakan, (anak) dari Kakak pertama dan Kak Liu Annchi," goda Han Chen.
"Dan aku minta maaf sekarang karena tidak bisa menghadiri pernikahan kalian berdua. Dan ini adalah hadiah dariku."
Han Chen memberikan 3 Senjata tingkat Emas yang dibeli dari sistem, senjata ini sudah disesuaikan dengan tingkat kecocokan Han Xue, Liu Annchi dan Kakek Liu Changhai.
"Ini adalah tiga senjata tingkat emas spesial, karena jika kondisi khusus dari tiga senjata ini terpenuhi. Maka kemungkinan besar tiga senjata ini bisa meningkat ke Senjata Spiritual," ucap Han Chen.
"Ini adalah rahasia. Jadi, jangan biarkan orang lain tahu, kecuali orang-orang yang memang kakak percayai," imbuh Han Chen.
"Baik aku akan menjaganya dengan nyawaku sendiri," tegas Han Xue.
"Jangan! Lebih penting nyawa Kakak! Tidak peduli apa pun!" tolak Han Chen.
"Baiklah-baiklah, aku akan mengingatnya. Sekarang, lebih baik kamu berangkat, kasihan adik Fang Yin menunggu di sana." Han Xue memeluk adik kecilnya itu dan melepas kepergiannya.
Setelah Han Chen berpamitan dengan semua orang termasuk mengunjungi Kakek Zhang Yu dari Sekte Awan Biru Laut dan mengambil beberapa hal yang dimintanya dulu.
Dia kemudian melanjutkan perjalanan bersama Fang Yin menuju ke Pusat Provinsi. Karena di sana ada sebuah sekte yang sangat mencurigakan. Serta diduga memiliki keterlibatan dengan iblis atau lebih tepatnya menjadi sarang iblis.
Perjalanan Han Chen dan Fang Yin dimulai kembali.
__ADS_1