
BIASAKAN LIKE DAN KOMEN SEBELUM MEMBACA!!!
Tenda Pasukan Kekaisaran Xuan.
"Bagaimana bisa kalian semua berpikir untuk menyerah dan mundur dari peperangan, apakah tidak ada yang bisa kita lakukan lagi untuk memenangkan benteng itu?"
Ratu Xuan Yi sangat marah, dia kepalang tanggung menyerang, jadi jika dia disuruh untuk mundur, hal itu sangat melukai harga dirinya sebagai seorang ratu, dia benar-benar keras kepala.
"Lalu bagaimana jika Kaisar musuh sadar dan membentuk serangan raksasa seperti tadi, Ratu? Apakah kita semua mampu untuk menahannya?"
"Jika bukan karena tiga leluhur yang memblokir sebagian serangan itu, mungkin kita akan kehilangan lebih dari 3 juta pasukan, jangan memikirkan keegoisan sendiri!"
Jenderal Besar Kekaisaran Xuan yang selama ini sangat gila dengan perang dan selalu menang dalam peperangan apapun, meninggikan suaranya pada Ratu Xuan Yi.
Dia sudah sangat kesal dengan semua hal yang terjadi sampai sekarang, dia semakin yakin bahwa Ratu Xuan Yi ini beruntung memiliki pendamping yang kuat, namun tidak dengan mentalnya sendiri.
"Kamu berani membentakku, Paman? Bukankah tugas dari Jenderal Besar adalah melakukan semua perintah ratunya, apakah waktu itu hanya sebuah sumpah biasa?" bentak Ratu Xuan Yi.
"Apakah pengorbananku selama ini masih kurang, bahkan aku merelakan anak dan cucuku untuk meninggalkanku demi mengabdi pada Kekaisaran Xuan! Apakah ini masih belum cukup?"
"Aku menyarankan semua ini hanya untuk membuat pasukan kita berhenti sejenak dan bisa menyesuaikan kekuatan kembali, mental mereka semua sekarang sudah hancur karena serangan tadi."
"Bahkan selama beberapa jam terakhir, kita hanya bisa menyerang lapisan luar saja, bahkan untuk sebagian besar kultivator Nirwana Puncak kita tidak bisa menghancurkannya!"
"Berikan aku satu alasan terkuat, kenapa kita harus melanjutkan peperangan yang sudah pasti kita kalah? Coba sebutkan!"
Jenderal Besar sampai membentak balik Ratu Xuan Yi karena kebodohan ratunya itu dalam menghadapi sebuah peperangan.
Jika ada peperangan, Ratu Xuan Yi selama ini hanya tinggal menunggu kata berhasil dan sukses, hal ini membuatnya sedikit keras kepala.
Padahal orang yang terjun langsung dalam peperangan adalah Jenderal Besar dan Jenderal serta Kapten pasukan yang ada di tenda utama tersebut.
__ADS_1
Ratu Xuan Yi tidak bisa membantah lagi, dia baru kali ini melihat Si Jenderal Besar marah padanya dan sangat pesimis dari peperangan setelah melihat serangan pemusnah tadi.
Kondisi itu diperburuk oleh 3 Leluhur Saint mereka terluka cukup parah dan memerlukan perawatan jangka panjang demi untuk mengurangi dampak serangan Han Chen sebelumnya.
"Baiklah kita akan mundur, kita akan membuat perhitungan kembali di lain waktu, perintahkan semua pasukan untuk mundur dan kembali ke ibukota Kekaisaran Xuan!" perintah Ratu Xuan Yi.
Hal ini membuat semua pasukan terlihat sangat senang, akhirnya mereka bisa terbebas dari neraka peperangan menakutkan yang ada di depan mereka itu.
"Aku harap para iblis itu berhasil menguasai ibukota musuh, dengan begitu akan mudah menaklukkan mereka nanti," gumam Ratu Xuan Yi dalam hati.
Seluruh pasukan kekaisaran musuh terlihat mundur dan membuat seluruh pasukan di dalam benteng berteriak senang karena kemenangan sudah diraih oleh mereka semua.
Setelah beberapa jam, Han Chen terbangun dari tidurnya, dia kemudian mendengar riuh suara kemenangan dari semua orang, dimana teriakan kemenangan itu sangat masif terdengar.
Sedangkan beberapa orang yang berada di kamar Han Chen terlihat murung, wajah mereka semua seperti menyembunyikan sesuatu dari Han Chen.
"Kenapa kalian berwajah muram? Apakah pasukan kita kalah? Bukanlah di luar terdengar teriakan kemenangan? Coba jelaskan padaku!" pinta Han Chen.
Beberapa orang itu kemudian memberanikan diri untuk memberikan secarik surat berwarna putih lusuh pada Han Chen, kemudian dia membacanya dengan linangan air mata.
Dear Han Chen, Kekasihku.
Maafkan keegoisanku yang telah menyembunyikan semua fakta ini darimu, aku sudah bersiap untuk menceritakan segalanya, namun aku belum menemukan waktu yang tepat.
Selamat atas kemenanganmu dari Xuan Yi, mereka sepertinya kehilangan banyak pasukan dan memutuskan untuk mengincar kekasaranmu dilain waktu.
Terima kasih atas kasih sayangmu selama ini padaku, ayahku dan seluruh orang yang ada di desa sebelumnya, sekarang aku pamit untuk pergi menjauh dari kehidupanmu.
Aku akan merenung mengenai kesalahan yang sangat fatal ini, tapi yang tetap harus kamu tahu, bahwa aku sangat mencintaimu, melebihi apapun di dunia ini.
Mungkin cukup perpisahan kita sekarang, entah aku akan pergi kemana, yang pasti aku akan pergi sangat jauh agar aku tidak membuatmu bersedih lagi.
__ADS_1
Salam dari kekasihmu.
Fang Yin.
"Kenapa kalian membiarkan mereka berdua pergi, meskipun mereka salah, mereka tetap orang terdekatku, siapa yang mengizinkan mereka menjauh dariku?"
Han Chen cukup histeris dan menyalahkan semua orang yang ada di ruangan itu, tidak ada yang berani berbicara atau membenarkan kata-kata Han Chen, semua orang terdiam tanpa bersuara sedikitpun.
Dalam ruangan itu hanya terdengar suara Han Chen yang sedang menangis, dia tidak lagi menutupi jati dirinya yang masih lumayan rapuh dan akibat hal ini Han Chen baru sadar mengenai satu hal.
Dia selama ini bisa kuat dan menghadapi semua musuh musuhnya karena didukung oleh Fang Yin, dia merasa semua beban yang dilakukannya ringan juga karena Fang Yin.
Dia seperti kehilangan setengah dirinya saat ini, dia kehabisan kata kata dan hanya bisa menangis untuk meredakan kesedihan dalam hatinya itu.
Han Chen lalu menyuruh semua orang untuk keluar, dia ingin menghabiskan hari itu sendirian sambil memandang sebuah surat yang penuh dengan tetesan air mata.
"Fang Yin Sayang, maafkan aku, aku kemarin sedang dalam posisi yang terguncang dan tidak bisa berpikir sehat, maafkan aku sayang, kamu tidak salah, aku saja yang terlalu cepat mengambil kesimpulan!"
Marah Han Chen pada dirinya sendiri, dia meracau tidak karuan setelah membaca surat itu berulang kali, semakin dia membacanya semakin sakit hatinya atas kebodohannya sendiri.
"Aku bisa merasakan kesedihan yang sangat mendalam dalam tulisanmu, sebutir air mata selalu berjatuhan di setiap huruf, guratan kesedihan terlihat jelas dari kata-kata perpisahan ini, sekali lagi, maafkan aku, Sayang!"
Han Chen menghabiskan sehari penuh hanya berdiam diri dan berpikir bagaimana seharusnya dia bersikap pada ayah dan kekasihnya itu.
Setelah cukup tenang dari kesedihannya, kemudian memikirkan semua hal yang sebenarnya terjadi pada dirinya sendiri selama ini.
Sampai Han Chen berpikir mengenai sebuah hal yang sangat penting bagi dirinya sendiri. Disisi lain dia sangat mencintai Fang Yin dan menyayangi ayah angkatnya, Fang Ho.
Tapi sebagian kecil perasaannya masih membayangkan bagaimana dulu klan miliknya hancur dan ayahnya yang terpenggal karena konspirasi Kekaisaran Xuan Yi.
Han Chen melamun sangat lama, hingga akhirnya dia disadarkan oleh Heavenly Sword System. Sistem memberikan saran yang sangat jelas untuk Han Chen.
__ADS_1
[Buat Keputusan Host! Jangan berlarut dalam kesedihan, bukankah Host ingin membuat semuanya menjadi lebih baik. Sekarang bagaimana bisa Anda melakukannya jika masih berlarut-larut dalam kesedihan?]