
BIASAKAN LIKE DAN KOMEN SEBELUM MEMBACA!!!
UDAH MULAI CRAZY UP NIH! JANGAN LUPA KOMENTAR YANG BANYAK YA!
😄😄😄😄😄
***
“Awas!!!” Fang Yin dan Nuan Nuan sama-sama berteriak dan khawatir pada Han Chen yang terkena puluhan serangan duri dari ratusan landak tersebut.
Sedingin-dinginnya Fang Yin, tidak mungkin dia tidak peduli ketika nyawa Han Chen dalam bahaya. Tapi, sesaat dia lupa siapa orang yang dikhawatirkannya itu.
Setelah kepulan kabut putih yang terjadi akibat serangan ratusan duri tersebut, Han Chen terlihat baik-baik saja dan dia tersenyum karena Fang Yin hampir saja langsung menolongnya dan mengabaikan misi mereka.
“Hahaha … ternyata kamu memang benar hanya menggodaku saja ya, sekarang aku bisa tenang dan lega. Tapi, karena aku sudah terlanjur membuat para monster ini marah, maka aku akan membunuh mereka semuanya dulu,” gumam Han Chen dalam hati.
Han Chen seperti seorang yang menggila dan mengeluarkan qi pedang yang sudah semakin sempurna di tangannya. Dia sekarang sudah bisa mewujudkan 5 qi berbentuk pedang.
Dengan kelima qi pedang miliknya, dia bisa memperlihatkan sebuah pembantaian sepihak, di mana dia dengan mudah menghancurkan serangan duri monster dan membelah monster itu menjadi dua ketika sudah dalam jangkauannya.
“Kenapa kalian semua berdiam diri saja, kalian bantulah anak itu dan bunuh semua monster landak ini, aku ingin melihat kemampuan kalian semua! Jangan ada yang mati!”
“Baik, Ketua Perak!” Semua Kadet Perunggu langsung menyusul Han Chen dan membantunya dari belakang. Mereka semua kini sudah masuk dalam pertempuran nyata melawan monster landak itu.
*
*
*
__ADS_1
“Dari 10 Kadet Perunggu ini yang paling menonjol adalah anak muda bernama Bai Chen, Mei Yin, Duan Yuwen dan Nuan Nuan. Keempat orang ini adalah yang paling menunjukkan bakat pertarungan yang mengerikan sekali,” gumam Ketua Perak.
“Bahkan aku saja tidak berani mengatakan, ketika dulu aku menjadi kadet, bisa setara dengan keempat orang ini. Aku sungguh sangat senang banyak orang berbakat dalam pengawasanku,” gumamnya lagi.
Mereka melakukan misi ini selama satu bulan, sebenarnya mereka cukup membunuh 1000 monster landak saja untuk menyelesaikan misi. Tapi, karena usulan Han Chen, mereka akhirnya membersihkan sarang monster itu juga.
Selama satu bulan tersebut, rutinitas mereka hanya membunuh semua monster saja. Namun berkat ini juga, 10 orang itu bisa semakin bersatu dan dekat, dengan yang memimpin mereka adalah Han Chen.
Dan dalam satu bulan terakhir, akhirnya Han Chen dan Fang Yin sudah baikan, mereka bisa dekat dengan normal seperti layaknya seorang yang baru kenal kemudian menjadi dekat.
Fang Yin juga menjelaskan bahwa laki-laki yang bersama dengannya hanyalah seseorang dari salah satu keluarga besar yang sudah ditolong olehnya saja tanpa sengaja.
Dan karena laki-laki itu bersikeras ingin membalas kebaikan Han Chen, akhirnya Fang Yin memiliki rencana seperti kemarin, hal ini juga sudah dikonfirmasi oleh laki-laki itu sendiri.
“Aku tidak ada niatan sama sekali untuk merebut kekasih tuan, saya bersumpah dengan energi qi dalam dantian saya di dalamnya,” ucap Jiang Minghao.
“Baiklah, aku akan percaya padamu. Karena kamu termasuk orang yang dipercaya kekasihku, maka aku tidak akan melakukan apapun padamu,” ucap Han Chen.
“Aku tahu, memang sulit menahan godaan wanita, apalagi mereka adalah orang-orang cantik, aku paham dengan apa yang kamu rasakan, Kawan!” ucap Han Chen mengangguk paham.
“Mereka? Memangnya siapa lagi yang cantik? Jangan-jangan kamu benar-benar suka dengan Nuan Nuan ya? Enak sekali jika bisa seperti dirimu, Bai Chen. Jika semua wanita cantik mengincarmu, lalu bagaimana denganku?” sedih Jiang Minghao.
Hubungan kedua orang ini dari hari ke hari layaknya seorang saudara yang sering sekali bertengkar karena masalah sepele, namun mereka berdua tetap saling menghormati hak dan kewajiban masing-masing.
“Tapi, bukankah Mei Yin akan sedih jika tahu kamu juga menyukai Nuan Nuan–”
Han Chen dengan cepat membungkam mulut Jiang Minghao, karena merasakan hawa panas yang mendekat ke arah mereka.
Hawa panas yang dirasakan oleh Han Chen adalah kedatangan Fang Yin dan Nuan Nuan yang membawakan makanan hangat.
__ADS_1
“Chen Gege, hawa dingin ini semakin menusuk, alangkah baiknya jika kamu meminum segelas teh yang baru aku seduh ini untuk menghangatkan tubuh, ini teh terbaik yang tumbuh sepanjang tahun,” ucap Nuan Nuan dengan polos.
Hal ini memang sudah menjadi kebiasaannya, yaitu membuatkan teh hangat untuk Han Chen. Dan dalam beberapa hari terakhir, Fang Yin yang melihat itu tidak bisa tinggal diam, dia juga belajar cara untuk menyeduh teh juga.
Dan jujur saja, bagaimanapun tek buatan Nuan Nuan jauh lebih baik, daripada Fang Yin. Tapi, jika Han Chen mengatakan itu, maka sudah bisa dipastikan perang dunia akan terjadi sekali lagi.
“Benar, Chen Gege, aku juga sudah menyiapkan sebuah teh hangat, bukankah kamu sangat menyukai teh hijau buatanku ini, aku sudah susah payah membuatkannya, jangan lupa dihabiskan,” ucap Fang Yin sedikit memaksa.
“Apakah kakak Mei Yin tidak tahu bahwa Chen Gege tidak pernah menyukai teh hijau? Dia suka teh yang cenderung memiliki perasa manis seperti buatanku ini?” Nuan Nuan yang polos langsung menanggapi Fang Yin untuk memberikannya saran.
Han Yuwen dari jauh hanya memandangi hiburan kecil di depannya dengan senyuman sinis, kemudian dia memberikan transmisi suara pada Han Chen.
“Adik, aku tidak tahu harus berkata, tapi jika kamu tidak segera menghentikannya, maka kamu akan terlibat dalam masalah yang semakin besar. Dan aku tidak akan bisa menyelamatkanmu lagi, hehe,” telepati Han Yuwen pada Han Chen.
Jiang Minghao yang berada di sana bisa merasakan atmosfer persaingan yang ketat, karena dia tidak ingin terkena dampak kemarahan kedua wanita cantik ini, maka dia langsung pamit untuk istirahat malam itu.
“Tuan dan nona-nona, karena ini sudah malam, aku pamit untuk istirahat terlebih dulu, karena besok kita masih banyak hal yang harus dilakukan, silakan lanjutkan obrolan kalian,” ucap Jiang Minghao menjauh dari sana.
Dia juga memberikan kode untuk terus bersemangat untuk konflik yang akan datang pada Han Chen dari kejauhan. Dia seakan-akan berkata bahwa, “Kamu pasti bisa menyelesaikan hal yang sudah kamu mulai, Bai Chen!”
“Dasar teman dan saudara sialan, selalu saja aku tidak bisa meminta bantuan mereka di saat-saat kritis seperti ini. Padahal seharusnya mereka selalu mendukungku setiap saat,” keluh Han Chen dalam hatinya.
“Sudah-sudah, bagaimana jika kita bertiga minum teh bersama dan melupakan mengenai apa teh kesukaanku, aku menyukai semua teh.”
Entah bagaimana malam itu Han Chen bisa berhasil meredakan dua wanita itu dengan cepat. Akhirnya mereka minum teh bertiga dan bercerita sepanjang malam.
Sedangkan, Kadet Perunggu lainnya hanya bisa menghela nafas dan iri dengan keberuntungan Han Chen. Mereka semua langsung teringat dengan sebuah pepatah lama.
“Jika ingin ada wanita disampingmu, jadilah kuat atau jadilah kaya, hanya itu pilihannya!” Begitulah kata pepatah lama yang masih diragukan keasliannya.
__ADS_1
Keesokan harinya mereka semua melanjutkan perburuan monster landak es sampai sebulan lamanya dan kembali ke balai misi organisasi untuk melapor.