
BIASAKAN LIKE DAN KOMEN SEBELUM MEMBACA!!!
UDAH CRAZY UP NIH! BOLEH KOK KOMEN HANYA HURUF ATAU EMOTE, YANG PENTING KOMEN, YOOOK KITA TEMBUSKAN 100 KOMEN PER BAB!!!
😄😄😄😄😄
***
Ketua Kalajengking merah menjadi semakin panik, baru pertama kali ini dia mendapatkan lawan yang mampu membuat tungkunya retak.
“Pelindung Energi Qi Puncak!” Ketua itu meminum banyak pil dan kemudian dia mengeluarkan jurus yang membuatnya bisa melindungi tungku itu.
{Sebuah jurus yang bersifat memberikan lapisan pelindung pada tungku racun tersebut, agar tidak mudah hancur atau bahkan menahan serangan musuh.}
“Hanya dengan jurus itu belum bisa menahan seranganku pak tua, maka terimalah jurusku ini! 100 Kali Pedang Api Membara!”
Ratusan kobaran api melingkari tubuh Han Chen dan kemudian menyerang bersamaan dengan arah tebasan pedangnya.
Dan benar saja perkataan Han Chen, jurusnya bisa menembus pelindung itu di serangan yang ke 20 dan dengan 50 kali serangan berikutnya tungku itu hancur.
30 serangan terakhir langsung mengincar tubuh ketua kalajengking itu dan tubuhnya langsung terpotong-potong menjadi kecil.
“Gelombang Monster Tiba!” teriak seseorang dari kejauhan.
“Selamat tinggal pak tua, jika ada kehidupan berikutnya mari kita bertemu dengan kondisi yang lebih baik dan keadaan baik-baik.”
“Kalian berempat sudah selesai, kan? Kalau begitu mari kita segera menyelesaikan misi selanjutnya, kita harus bergegas karena gelombang monster datang!”
“Baik, Ketua Kelompok!” Keempat orang langsung menyelesaikan semua musuh-musuhnya dan mengikuti Han Chen yang sudah melesat ke arah perbatasan kota.
*
*
*
Seluruh penduduk kota sudah bersiap untuk melawan gelombang monster yang datang, mereka menunggu di dekat perbatasan kota.
Sedangkan Han Chen dan kelompoknya langsung menerjang gerombolan monster yang memiliki kekuatan bervariasi antara Transformasi sampai Kesengsaraan.
“Saatnya untuk berpesta, kalian berempat aku akan maju sendirian dan kalian jangan sampai mati ya, sampai jumpa lagi!”
Han Chen sudah terbang menuju ke arah gerombolan monster serta sudah siap mengayunkan pedangnya yang penuh dengan energi qi.
“Kebiasaan buruknya mulai kembali, sepertinya dia benar-benar maniak jika masalah membunuh monster,” ucap Jiang Minghao mengejek.
__ADS_1
“Begitulah dia, tapi dia tetap saja memikirkan kita dengan cara lain, kalian sadar bukan bahwa yang dia serang kebanyakan adalah monster yang kuat.”
Semua orang paham dengan pernyataan Fang Yin. Mereka juga baru sadar setelah selama ini mengikuti Han Chen.
“Jadi, jangan lupa untuk membuat monster sekarat saja seperti biasanya, biarkan aku dan Duan Yuwen yang menghabisi nyawa terakhirnya,” pinta Fang Yin.
“Kami mengerti, entah kenapa Chen Gege memberikan perintah seperti itu, tapi aku akan tetap mengikuti perkataannya,” jawab Nuan Nuan.
“Mungkin dia berpikir untuk membiarkan kami berdua tidak terlalu lelah, ternyata dia memang orang baik ya, kalau begitu mari kita lakukan!” ucap Jiang Minghao.
Setelah seharian penuh mereka melakukan pembantaian, gelombang monster berhenti dan semua monster sudah menjadi genangan darah.
Para penduduk sekarang juga menganggap Han Chen dan kelompoknya bagaikan dewa yang baik, karena telah memberikan mereka berkah.
Bagaimana tidak, awalnya mereka jengkel karena mengira semua material monster itu akan jatuh ke tangan Han Chen dan kelompoknya.
Karena, sesuai dengan peraturan tidak tertulis, siapa yang membunuh monster tersebut, maka semua material berharganya juga miliknya.
Dan ini juga menjadi alasan kenapa masih ada penduduk di kota yang sering terjadi gelombang monster ini, karena mereka adalah pengumpul material monster.
Namun, setelah gelombang monster selesai, Han Chen dan kelompoknya hanya mengambil material yang benar-benar langka dari kebanyakan monster kuat.
Atau barang-barang yang membuat mata mereka tertarik, jadi selain yang mereka inginkan, mereka membagikan pada semua penduduk secara merata.
Setelah itu juga, Han Chen dan kelompoknya meninggalkan kota tersebut dan melanjutkan perjalanan menyelesaikan misi lainnya.
*
*
*
Setelah enam bulan lamanya, Kelompok Naga Emas sudah menjadi pembicaraan di seluruh belahan kerajaan, mereka semua adalah pahlawan bagi generasi sekarang.
Mereka berlima sudah memiliki julukan masing-masing sesuai dengan keterampilan paling menonjol yang mereka miliki.
Han Chen Si Pedang Elemen, Fang Yin Si Pedang Kilat, Han Yuwen Si Saber Ganda, Nuan Nuan Si Dewi Panah dan Jiang Minghao Si Segel Dunia.
Kini mereka semua sudah menyelesaikan hampir 50 lebih misi yang mereka ambil di balai misi waktu itu.
Jika menghitung poin kontribusi tentunya sudah cukup untuk memenuhi syarat untuk tes mendapatkan Lencana Platinum.
Kini kelima orang itu tengah beristirahat di sebuah penginapan, mereka sekarang berada di ruang makan untuk sarapan pagi.
“Selamat pagi, kekasihku!” bisik Han Chen lirih ketika melihat Fang Yin yang baru sampai di meja makan.
__ADS_1
Wajah Fang Yin merona merah dan mencubit pinggang Han Chen keras karena telah membuatnya tersipu malu.
Beberapa saat kemudian, Nuan Nuan, Duan Yuwen dan Jiang Minghao juga sudah datang serta duduk di kursi.
“Selamat pagi semuanya, bagaimana tidur kalian, apakah ada yang tidak membuat kalian nyaman?” tanya Han Chen ramah.
“Tentu saja nyaman, apakah kamu pikir ini penginapan mewah ini memiliki kasur yang keras, bodoh sekali,” kesal Jiang Minghao.
Dia semakin berani bercanda dengan Han Chen. Tapi, Han Chen tidak mengambil hati sama sekali, dia terkadang juga memukul kepala Jiang Minghao.
Mereka berdua lebih cocok menjadi kakak adik yang selalu berkelahi tidak kenal waktu, sedangkan Han Yuwen sebagai kakak paling bijaksana yang selalu memisahkan mereka.
Sedangkan Fang Yin dan Nuan Nuan sudah pasti lebih seperti kekasih Han Chen, karena mereka berdua terlihat selalu berada di samping Han Chen, kemanapun dia pergi.
Setelah menyelesaikan sarapan dan bercanda sebentar. Han Chen tiba-tiba mengenang apa yang sudah mereka lalui selama enam bulan terakhir.
“Sekarang sudah waktunya kembali ke mansion, sudah cukup kita memperoleh ribuan poin kontribusi. Dan sebelum kita kembali apakah ada yang memiliki rencana lain?”
“Bolehkah aku kembali sebentar menuju kediaman keluargaku, aku ingin bertemu dengan mereka karena ada–”
Jiang Minghao menutup mulutnya secara langsung, dia hampir saja mengatakan permasalahan yang menimpa keluarganya sekarang.
“Kenapa dengan keluargamu? Apakah ada masalah yang terjadi? Ceritakan saja pada kami, kami semua akan membantumu apa pun yang terjadi,” ucap Han Chen.
“Tidak-tidak, tidak ada apa-apa, aku tadi hanya ingin mengatakan bahwa aku rindu bertemu dengan keluargaku, jadi apakah aku boleh pergi beberapa hari?”
Tentunya keempat orang lainnya merasa aneh dengan sikap Jiang Minghao yang tidak biasanya. Han Chen langsung mengambil sikap jelas.
“Kalau begitu sudah diputuskan, masih ada waktu dua minggu waktu senggang sebelum kembali ke mansion, kita akan menghabiskan waktu di Kediaman Jiang.”
“Apa yang kalian lakukan!”
“Sudahlah, kami akan menemanimu!”
*PLAK!
Han Chen memukul kepala Jiang Minghao.
“Te– terima kasih!” lirih Jiang Minghao.
“Aku sepertinya tadi ada yang mengatakan terima kasih, siapakah dia?” goda Han Chen.
“Memangnya siapa yang mau berterima kasih padamu ha?”
Keduanya kembali bertengkar selama perjalan menuju ke kediaman jiang. Memang begitulah sifat kedua orang yang sudah akrab selama setahun terakhir ini.
__ADS_1
Kediaman Keluarga Jiang.