HEAVENLY SWORD SYSTEM

HEAVENLY SWORD SYSTEM
Bab 075 - Melawan Kalajengking Merah.


__ADS_3

BIASAKAN LIKE DAN KOMEN SEBELUM MEMBACA!!!


UDAH CRAZY UP NIH! BOLEH KOK KOMEN HANYA HURUF ATAU EMOTE, YANG PENTING KOMEN, YOOOK BISA 100 KOMEN PER BAB!!!


😄😄😄😄😄


***


“Ooo … jadi kalian para anak muda sombong yang tidak tahu betapa besarnya dunia ini bukan?"


“Bagaimana jika kalian mematahkan tangan kalian sendiri sekarang? Sebelum kami yang meremukkan badan dan membunuh kalian semua!”


“Kesalahan kalian karena telah menghina Kelompok Kalajengking Merah yang perkasa. Jadi, kalian pilih yang mana?”


Salah satu dari mereka menarik baju Han Chen ke atas hingga membuatnya jinjit.


“Aku beri waktu sampai satu detik jika tidak ingin tanganmu terlepas dari badanmu!”


Han Chen mengancam balik orang yang menarik bajunya itu dengan tatapan tajam.


“Nyalimu besar juga anak muda! Karena kalian memilih untuk tidak mendengarkan kami, maka bersiaplah untuk mati–”


Han Chen sudah mencengkeram tangan orang yang menarik bajunya dan kemudian membantinya ke lantai.


*BRAK!


Lantai kayu kedai itu hancur seketika, tubuh orang tadi juga langsung berlumuran darah.


Bukan karena tubuhnya yang menghantam ke lantai, tapi pangkal lengannya yang banyak mengucurkan darah segar.


“ARGH! Sialan, mereka bukan anak muda biasa, kalian semua cepat serang mereka berlima, hari ini juga mereka harus mati mengenaskan.”


Perintah orang yang tangannya sudah menghilang itu. Dengan sigap semua bawahannya langsung menyerang kelompok Han Chen.


“Tuan-tuan, sebelum kalian mulai merusak barang di sini, serta darah kalian yang membuat tamu lainnya tidak nafsu makan, bagaimana jika kita bertarung di luar?”


Han Yuwen dengan gagah mengatakan itu pada kawanan kelompok kalajengking merah tersebut.


Hal itu diikuti oleh berdirinya seluruh kelompok Han Chen sambil mengeluarkan tekanan kultivasi masing-masing.


“Jadi, bagaimana kata-kata kalian tadi kami kembalikan? Kalian pilih mati atau pergi dari sini dan panggil orang paling kuat di antara kalian untuk melawan kami?”


Fang Yin memberi tantangan terbuka untuk semua anggota kelompok kalajengking merah.


Dengan tekanan kultivasi yang membuat semua orang kesusahan bernafas, bisa menyatakan bahwa kelima pendatang baru ini tidak lemah.

__ADS_1


“Jangan bunuh kami! Atau ketua kami yang memiliki ranah kultivasi Surgawi akan menghancurkan kalian berlima!”


Orang yang akan maju menyerang tadi, langsung menggunakan teori ancaman yang sangat klasik.


Jika dia tidak mampu, maka dia akan menggunakan orang lain untuk membuat musuh mereka ragu.


“Jika begitu, maka lebih baik, kalian berempat, bunuh mereka semua dan buang semua mayatnya di luar, jangan berlama-lama,” perintah Han Chen.


“Baik, Ketua Kelompok Naga Emas!” Keempat orang terdekat Han Chen itu menendang para bajingan itu keluar kedai makan.


Dan hanya dalam waktu sepuluh menit saja, mereka berempat sudah kembali masuk ke dalam kedai makan dan siap menyantap makanan saja.


“Kalian sudah menyisakan salah satu untuk melarikan diri dan membawa ikan yang lebih besar lagi, bukan?”


“Tenang saja, Chen Gege. Semuanya sudah diatur seperti biasanya, kita melakukannya persis seperti biasanya.”


Fang Yin menjawab dengan santai, semua orang yang ada di meja sebelah menelan ludah ketika mendengar perkataan wanita itu.


“Baguslah. Pelayan tolong pesanan kami yang tadi, tenang saja kami akan memberantas seluruh kelompok itu setelah makan siang,” ucap Han Chen ramah.


Pelayan hanya bisa mengangguk dan menyiapkan semua pesanan, setelah selesai makan terdengar derap langkah kaki puluhan orang di depan kedai makan.


“Sepertinya tamu kita sudah datang, mari kita sedikit berolahraga dengan mereka semua. Dan biarkan ketua mereka berhadapan denganku, kalian berempat habisi saja anak buahnya.”


“Baik, Ketua Kelompok!”


Ratusan orang juga tengah menyaksikan pertarungan yang akan segera berlangsung ini, mereka semua senang jika ada pertunjukkan gratis seperti ini.


“Jadi, kalian adalah para pendatang baru yang dengan bodohnya membunuh anak buahku? Kalian sudah tidak sayang dengan nyawa kalian ya?”


Seorang pria tua berjanggut merah meneriaki Han Chen dan lainnya, teriakannya benar-benar memekakkan telinga.


“Begitulah, kami mendapat informasi ada kelompok serangga yang harus segera dibersihkan karena selalu mengganggu ketenangan penduduk setempat.”


Han Chen menjawab dengan tenang dan matanya dan ketua musuh itu bertemu, dari sana bisa dilihat bagaimana mereka memenangkan pertarungan psikologis.


“Dari matamu sudah terlihat bahwa ini bukanlah pembunuhan pertamamu anak muda! Dan kamu cukup kuat karena mampu menatapku tanpa gentar sedikitpun!”


“Memang ini bukanlah pembunuhan pertamaku tapi aku menganggap semua makhluk yang aku bunuh tidak lebih dari semut saja. Ingin mencobanya?”


Ketua Merah dan Han Chen saling mengeluarkan tekanan kultivasi ketika perkataan mereka keluar satu persatu, sehingga membuat benturan dua kekuatan yang cukup besar terjadi.


“Jangan banyak omong pak tua busuk, kamu lebih lemah dari perkiraanku, bagaimana bisa ketua mereka hanya seorang Surgawi ✩ 1, lemah sekali!”


“Dasar anak muda sombong, kalau begitu mari kita lihat, apakah kesombonganmu itu sesuai dengan kekuatanmu! Terima serangan ini!”

__ADS_1


Ketua Kalajengking Merah itu menyerang dengan jarum besar yang sudah dilapisi oleh racun yang sangat mematikan, dia melemparkannya dengan bantuan qi.


*WUSH!


*WUSH!


Han Chen berhasil menghindarinya dengan mudah, karena dalam pandangannya gerakan musuh tidaklah cepat sama sekali, maka terkesan lambat.


“Kalian berempat cepat serang semua bawahannya, tidak boleh lebih dari 10 menit! Dan untukmu pak tua, bisakah kamu menyerangku dengan lebih serius?”


“Kamu memang kuat, kalau begitu bagaimana dengan serangan ini. Perwujudan Tungku Racun Ular Kepala Sembilan!”


Ketua Kalajengking Merah itu mewujudkan tungku raksasa yang penuh dengan aura racun yang bisa menyerang tubuh fisik sekaligus jiwa.


“Nah ini baru menarik, kalau begitu mari kita mulai pertarungan sebenarnya. Keluarlah Pedang Spiritual 5 Elemen!”


Han Chen kemudian menyalurkan sebagian energi qi miliknya dan ingin mengaktifkan salah satu elemen pedang yang bisa melawan racun yaitu api.


“Tebasan Api Pembakar Surga!” Han Chen bergerak cepat maju kemudian ketika posisinya sudah tepat di atas musuh, dia menebaskan pedangnya ke arah tungku.


*KLANG!


Tebasan Han Chen ternyata tidak bisa menghancurkan perwujudan tungku racun tersebut.


“Hahaha, ini adalah teknik dan warisan dari guruku, apakah kamu pikir bisa menghancurkannya sekali serang, terlalu sombong anak muda!”


Han Chen tidak peduli dengan omong kosong ketua itu, dia malah semakin tertarik lagi untuk menghancurkan tungku racun itu.


“Jika satu serangan tidak bisa menghancurkannya, bagaimana dengan 10? Jika masih tidak bisa, bagaimana dengan 100 kali?”


[Sebenarnya tungku itu bisa hancur hanya dengan Perwujudan Pedang Qi Raksasa yang Host keluarkan ketika melawan iblis waktu itu, kenapa harus menggunakan pedang konvensional?]


“Aku hanya ingin melatih keterampilan pedangku sesekali saja Sistem, toh aku tidak bisa selalu mengandalkan keterampilan yang terlalu banyak memakan qi seperti itu.”


“Terlebih lagi lawannya hanya para cecunguk seperti mereka, tidak pantas sama sekali aku menggunakan kekuatan yang terlalu dahsyat.”


Han Chen menjawab pertanyaan sistem di dalam kepalanya. Di waktu yang bersamaan dia juga sudah bersiap untuk mengirimkan 10 serangan lagi.


*KLANG!


*KLANG!


[Terdapat sedikit keretakan di dari dalam tungku, 50 kali serangan lagi dan tungku itu akan hancur sepenuhnya.]


Han Chen tersenyum, dia bisa melihat musuhnya itu sedang berusaha untuk memperbaiki keretakan dari dalam tungku tersebut.

__ADS_1


“Kenapa? Katanya itu adalah harta yang langka dan warisan dari gurumu? Apakah tungku itu sudah rusak hanya dengan sepuluh serangan ringanku?” ejek Han Chen.


“Kalau begitu mari kita tambahkan menjadi 100 kali serangan beruntun! Maju!”


__ADS_2