
BIASAKAN LIKE DAN KOMEN SEBELUM MEMBACA!!!
***
“Ooo … jadi pada akhirnya semua yang sudah kamu ajarkan padaku tadi hanya sekedar teori saja ya? Bukankah kamu sendiri yang mengatakan bahwa seorang pria itu harus menjunjung tinggi keadilan?”
“Bukankah sangat berbeda dengan apa yang kamu katakan sekarang? Bukankah pada akhirnya keadilan akan bisa tercapai jika orang itu sangat kuat hingga mampu membuat keadilan sendiri?”
“Apakah aku benar, Kakek Kong Guo yang terhormat,” ucap Han Chen menyindir Kakek Kong Guo dengan semua perkataannya sendiri, ketika mereka berdua bertukar pikiran sebelumnya.
“Ya aku tidak akan membantahkan, terkadang ada hal yang tidak bisa kau singgung meskipun kamu merasa benar. Serta pada akhirnya yang kuatlah yang benar.”
“Jadi, sebelum kita bertarung aku akan memberikan kesempatan padamu! Jika, kamu melepaskan cucuku dan keluar dari kediaman ini dengan tenang, aku akan melepaskanmu.”
“Tapi, jika sebaliknya, maka aku tidak akan menahan kekuatanku seperti sebelumnya, aku akan bertarung denganmu menggunakan kekuatan penuhku!”
Kakek Kong Guo mengatakan kalimat retorik yang memang sudah sewajarnya dipahami semua orang yang ada di dunia kultivator ini.
Keadilan itu hanya akan berpihak pada yang berkuasa dan paling kuat. Begitulah hukum rimba di dunia kultivator yang berlumuran darah ini.
“Tentu saja, aku akan mengingat semua kata-katamu, Pak Tua! Tapi, sebelum itu aku akan membunuh anak ini terlebih dulu.” Han Chen bersiap menggorok leher Kong Kun yang sudah berada di bawah kakinya.
Namun, tepat ketika qi berbentuk pedang di tangan Han Chen akan menyentuh leher Kong Kun. Kakek Kong Guo menahannya dengan qi pertahanan berbentuk sebuah tameng perang.
*BOOOM!
Han Chen langsung mundur dengan cepat, kekuatan yang menahannya barusan cukup kuat dan mengharuskannya untuk menjaga jarak.
Kakek Kong Guo langsung menggendong cucunya dan membawa anak angkatnya yang pingsan, untuk menyingkir terlebih dulu, dia memberikannya pada istri Paman Kong Kong Yu.
“Cepat bawalah pergi mereka berdua dan katakan pada semua orang di kediaman ini untuk segera meninggalkan kediaman ini! Aku tidak butuh penolakanmu, cepat lakukan!”
“Baik, Ayah Mertua!”
__ADS_1
Setelah mengatakan itu, Kakek Kong Guo langsung menerjang Han Chen, dia menyerangnya dengan tangan kosong yang sudah dilapisi oleh energi qi berwarna merah.
“Tinju Gunung Berapi! 10 kali lipat!” Kakek Kong Guo menyerang Han Chen dengan tinjunya yang sudah berbalut api ganas, qi miliknya yang berwarna merah itulah yang membuat adanya api dalam serangannya.
Pandangan Han Chen masih tertutupi oleh debu bekas benturan serangannya tadi. Namun, kesadaran spiritualnya menangkap bahwa akan ada bahaya datang ke arahnya.
[Sebuah serangan yang merupakan salah satu bentuk perubahan energi qi sedang menuju ke arah Host dengan kecepatan tinggi!]
Han Chen langsung masuk ke mode serius, dia sudah mengeluarkan Pedang 5 Elemen miliknya dan menyuntikkan energi qi ke dalamnya. Alhasil, pedang Han Chen mengeluarkan 5 warna yang mewakili setiap elemen yang ada di dunia.
Dan benar saja, dari balik debu yang beterbangan, Han Chen bisa merasakan suhu yang semakin tinggi. Dan dia sudah bersiap menahan serangan tersebut dan memikirkan cara untuk memberikan serangan balik pada musuhnya itu.
*SWOOSH!
Serangan Kakek Kong Guo sudah terlihat dan tidak ada tanda-tanda pengurangan kecepatan, dia tidak peduli lagi bahwa Han Chen adalah dermawannya.
Dia sekarang hanya bisa memikirkan setidaknya dia harus membuat Han Chen terluka parah seperti yang terjadi pada cucunya.
*BLAAAM!
Sehingga terjadilah kepulan asap sekali lagi. Dan dengan hal tersebut, pertarungan Han Chen dan Kakek Kong Guo semakin memanas.
“Matilah!”
Keduanya mengatakan hal yang sama dan saling mengeluarkan jurus masing-masing, perlahan tapi pasti kecepatan keduanya semakin tidak bisa diikuti oleh mata orang awam.
Han Chen mencuri-curi serangan dengan selalu mengincar posisi di belakang Kakek Kong Guo agar dia bisa menyerang titik butanya.
Dia juga menggunakan tangan kirinya untuk membentuk bola energi yang dilepaskan, ketika tebasannya bisa dihindari Kakek Kong Guo.
“Jantung Pedang : Bola Energi Pedang!” Han Chen mengincar tengkuk leher Kakek Kong Guo, yang sudah berada dalam posisi terbang dan tengah menghindari tebasan pedangnya.
*DUAR!
__ADS_1
“Terlalu naif! Tinju Gunung Berapi! 100 kali lipat!” Kakek Kong Guo berhasil menahan serangan bola energi itu hanya dengan tangan kirinya yang dilapisi qi berwarna merah miliknya.
Dia juga langsung memberikan serangan balasan pada Han Chen dengan menambah kekuatannya sampai 100 kali lipat, di mana jika tinju itu berhasil mengenai tubuh Han Chen, maka sudah bisa dipastikan tubuh Han Chen akan cacat.
[Jangan menerima tinju itu, kekuatannya sangat besar! Strategi terbaik yang bisa dilakukan oleh Host adalah membuatnya terus bertarung sampai kehabisan energi qi.]
“Baik, kalau begitu tolong buat aku terus memiliki energi qi dengan membeli pil-pil kultivasi yang bisa dicerna secara langsung agar aku bisa sedikit mengimbanginya!” perintah Han Chen pada sistem.
[Baik, Host!]
Setelah mengatakan itu, Han Chen kebanyakan menghindari serangan Kakek Kong Guo yang dari waktu ke waktu semakin tajam dan kuat.
Saking kuatnya, bahkan kediaman Keluarga Kong ini sudah hancur lebur menjadi bangunan yang terbengkalai akibat pertarungan dua orang ini.
Han Chen sesekali menyerang Kakek Kong Guo dengan memfokuskan elemen air pada pedangnya, yang mana merupakan lawan alami dari api.
Namun, sekali lagi, serangan Han Chen masih kurang kuat untuk memadamkan qi api milik Kakek Kong Guo, malahan serangan pedang air Han Chen yang menguap seketika waktu terkena api itu.
Tak kehabisan akal, Han Chen masih memikirkan cara sambil terus menghindari dan menahan serangan Kakek Kong Guo itu.
Sampai akhirnya dia menemukan sebuah cara yang mungkin saja berhasil melawan seorang kultivator yang kuat, yaitu menggunakan keterampilan tabibnya, atau lebih tepatnya menggunakan Jarum Dewa Emas.
[Rencana Host, bisa dilakukan. Tapi, jangan menggunakan memasukkan energi qi dalam jarum agar tidak bisa dideteksi oleh musuh. Incarlah titik lumpuhnya, dengan begitu Host bisa membuat musuh lumpuh selama seperempat dupa.]
“Itulah yang aku pikirkan sistem, aku akan menyiapkan mulai sekarang. Namun, aku butuh bantuan untuk sedikit mengalihkan pak tua ini dari menyerangku secara terus-menerus!” gumam Han Chen sambil terus menghindari serangan Kakek Kong Guo.
“Jangan hanya menghindar saja. Bukankah kamu jenius yang terlahir selama 1000 tahun sekali. Dan beginikah caramu bertarung dengan seorang kultivator? Pengecut!” ucap Kakek Kong Guo sambil terus menyerang Han Chen.
Secara akal, seharusnya Han Chen tidak akan bisa lebih cepat daripada Kakek Kong Guo yang berada di ranah Nirwana Puncak.
Namun, karena saran sistem sebelumnya, Han Chen membeli sebuah alas kaki yang bisa meningkatkan kecepatannya agar bisa menyamai Kakek Kong Guo.
Ditengah-tengah kebingungan Han Chen untuk mengalihkan serangan Kakek Kong Guo sebentar. Ternyata, Fang Yin sudah berhasil menghilangkan semua obat perangsang dengan pil penawar yang diberikan Han Chen.
__ADS_1
“Akhirnya kamu datang juga, Yin’er!”