HEAVENLY SWORD SYSTEM

HEAVENLY SWORD SYSTEM
Bab 026 - Pusat Provinsi Matahari Suci.


__ADS_3

BIASAKAN LIKE DAN KOMEN SEBELUM MEMBACA!!!


***


Han Chen yang tidak digubris sama sekali oleh Fang Yin akhirnya mendapatkan ide untuk berakting kesakitan dan ternyata aktingnya berhasil.


“Yin’er tunggu aku. Argh! Sakit sekali, apakah ada yang mau membantuku?” ucap Han Chen sambil mengeraskan suaranya.


Fang Yin yang mendengar itu menghilangkan semua kekesalannya dan langsung mendekat dan merawat bagian tubuh yang ditunjuk oleh Han Chen.


Tapi, akhirnya dia sadar bahwa Han Chen hanya berpura-pura agar dia mau mendekatinya, dia kembali kesal tadi dia sudah masuk dalam jebakan Han Chen.


“Kamu mau ke mana lagi sekarang! Aku akan memelukmu sampai tiba di Provinsi Matahari Suci jika kamu tidak memaafkanku, jadi bagaimana?” tanya Han Chen yang sudah melingkarkan tangannya ke pinggang Fang Yin dengan erat.


“Ooo … jadi kamu tidak ingin menjawabnya ya? Kalau begitu aku akan memelukmu seperti ini terus tidak peduli apa pun,” protes Han Chen semakin mengeratkan pelukannya.


Fang Yin akhirnya luluh dan akhirnya memaafkan Han Chan. Namun, dia mengeluarkan sebuah syarat wajib dan tidak boleh ditolak.


“Aku akan memaafkanmu tapi ada syaratnya, setelah kita sampai di pusat provinsi, kamu harus beristirahat selama satu hari penuh dan menghabiskan waktu denganku, bisakah kamu berjanji?” tanya Fang Yin dengan mata nanar.


“Aku tahu bahwa kamu memiliki tujuan besar dan memiliki dendam yang besar, tapi sesekali kamu beristirahat dan menikmati hidup, tidak masalah bukan?” tanya Fang Yin lagi serius.


“Dengan harapan kamu bisa melihat dunia yang lebih indah dari apa yang ada di pikiranmu. Dan aku siap untuk membantumu melakukan itu,” imbuh Fang Yin sambil membalas pelukan erat Han Chen.


“Mungkin apa yang kamu katakan benar, Yin’er. Kalau begitu mari kita buat satu minggu penuh hanya ada kita berdua tanpa memikirkan balas dendamku sama sekali, terlebih dulu,” jawab Han Chen setuju.


Fang Yin senang dengan jawaban Han Chen. Mereka berdua kemudian melanjutkan perjalanan dengan berjalan santai dan selalu bergandengan tangan selama menuju ke pusat provinsi.


*


*

__ADS_1


*


Sedangkan, di sebuah ruangan tujuan array teleportasi ketua bandit tadi, dia marah besar karena kehilangan hampir satu ranah akibat dantiannya yang terluka.


“Sialan! Aku tidak berpikir bahwa dia melakukan dua serangan, apalagi temannya sudah menghancurkan altar pengorbanan iblis di ruang bawah tanah markas kita yang di sana.”


“Sekarang lebih baik aku memulihkan diri terlebih dulu, aku akan menggunakan pengorbanan murid-murid sekte matahari tenggelam ini untuk memulihkan kultivasiku dan menembus ke ranah selanjutnya.”


“Kalian bertiga sembuhkanlah diri kalian terlebih dulu dan cari tahu ke mana tujuan dua orang yang menyerang markas kita di sana, setelah aku sembuh, aku akan membuat perhitungan lagi dengannya.”


“Siap Ketua Sekte Matahari Tenggelam!” Ketiga bawahan setianya meninggalkan ruangan itu dan menuju ke tempat tinggal masing-masing untuk memulihkan diri.


“Lihat saja nanti anak muda! Aku akan mengalahkan dan membunuhmu dengan kedua tanganku sendiri. Sekarang mari kita serap pengorbanan ini terlebih dulu! Hahaha!”


Ketua Bandit yang ternyata Ketua Sekte Matahari Tenggelam, dia sekarang sedang menyerap esensi kehidupan dari orang-orang yang dipersembahkan kepada iblis.


“Wahai Raja Iblis! Wahai Dewa Iblis! Dengan namamu aku mengorbankan ratusan orang-orang ini untuk mendapatkan kekuatan, tolong sembuhkanlah dantianku dan buat aku menjadi kuat, agar bisa membunuh musuh-musuhku!”


“Argh! Dasar sekte iblis, kalian semua menipu kami dengan dalih menolong, tapi pada kenyataannya kalian akan membunuh kami pada akhirnya jika tidak berguna untuk sekte! Dasar bajingan!”


Teriakan orang-orang yang dikorbankan semakin melemah, sampai setelah beberapa menit kemudian benar-benar hilang.


Dari altar itu kemudian menyebar sebuah aura qi iblis yang sangat pekat dan masuk ke dalam tubuh ketua sekte, dia kemudian bermeditasi dan fokus menyerap kekuatan tersebut.


*


*


*


Han Chen dan Fang Yin telah sampai pusat provinsi, sesuai dengan janji, mereka berdua menghabiskan waktu satu minggu penuh untuk bersantai dan beristirahat.

__ADS_1


Dan sampai pada mereka berdua akhirnya menutup kebersamaan singkatnya itu dengan makan makanan paling terkenal di Rumah Makan Phoenix.


“Yin’er ayo kita masuk! Aku penasaran dengan makanan yang ada di dalam sana, karena hampir semua orang yang kita temui selama seminggu ini membicarakan rumah makan ini,” ajak Han Chen.


“Baiklah, kita akan makan sepuasnya di sini,” jawab Fang Yin.


Kemudian kedua orang itu berniat masuk ke Rumah Makan Phoenix tersebut, tadi dihalangi oleh penjaga pintu rumah makan.


“Maaf tuan, anda tidak bisa masuk ke rumah makan ini, karena kultivasi Anda tidak terasa dan Anda hanyalah seorang manusia biasa. Ini adalah peraturan tempat ini, mohon dipahami,” ucap Penjaga Pintu sesopan mungkin.


“Yang bisa masuk adalah nona ini, saya bisa merasakan aura kultivasi kuat darinya, berbeda dengan Anda. Hal ini karena semua makanan yang ada di Rumah Makan Phoenix dikhususkan untuk para kultivator,” imbuh Penjaga Pintu.


“Jadi, jika orang biasa seperti Anda masuk ke rumah makan ini, hanya akan membuang-buang waktu saja,” sambung Penjaga Pintu lagi, meskipun sopan dia memiliki pandangan yang merendahkan Han Chen.


“Ooo … aku tidak pantas masuk? Bagaimana jika begini, jika aku bisa mengalahkanmu, maka aku boleh masuk dan makan gratis semua yang aku pesan bagaimana?” tanya Han Chen karena merasa diremehkan.


“Haish … anak muda zaman sekarang sudah tidak bisa melihat tinggi gunung di depannya, bagaimana mungkin orang biasa sepertimu bisa mengalahkanku yang sudah berada di ranah Kelahiran?” sambung Penjaga Pintu tersebut.


“Kamu akan mati hanya dengan satu pukulan dariku, apakah kamu tidak mau menarik kata-katamu lagi anak muda?” tanya Penjaga Pintu itu dengan nada yang sudah terlihat meremehkannya.


“Baiklah, karena aku tidak mau dianggap melawan yang lemah, bagaimana jika kamu menyerangku dengan tiga serangan terlebih dulu, aku akan menahannya, jika kamu berhasil membuatku melangkah maka kamu boleh masuk,” ucap Penjaga Pintu itu.


“Boleh saja, kalau begitu terima ini!” Han Chen yang sudah terpancing emosinya langsung mengeluarkan lebih dari setengah kekuatannya dan dia tempatkan dalam pukulan tersebut.


Dan …


“Ugh! Serangan apa itu? Bagaimana bisa kamu memiliki kekuatan yang sangat kuat seperti itu? Kamu pasti menggunakan artefak!” ucap Penjaga Pintu itu setelah berhasil menghindari serangan Han Chen.


“Ooo … sekarang kamu malah memfitnahku, bagus-bagus, aku tidak keberatan jika mengajarimu untuk tidak meremehkan orang lain,” ucap Han Chen bersiap untuk melepaskan pukulan keduanya.


Namun, sebelum dia melepaskan pukulan, tangannya sudah ditahan oleh Fang Yin dan ada seorang nenek tua yang berasal dari dalam rumah makan seraya meminta maaf.

__ADS_1


__ADS_2