
BIASAKAN LIKE DAN KOMEN SEBELUM MEMBACA!!!
***
“Siapa yang kamu tuduh murid bodoh? Memangnya kenapa juga kami harus menghalangimu?” tanya salah seorang tetua yang berbeda fraksi.
“Ooo … kenapa tetua membantah perkataan saya, atau jangan-jangan memang tetua yang berniat melakukannya pada kami berdua, apalagi kami membawa token murid inti itu?” tanya Han Chen sambil mengintimidasi tetua itu.
Tetua itu akhirnya ditenangkan oleh para tetua lainnya yang berada dalam satu fraksi, mereka semua kemudian meminta maaf dan mohon tidak memasukkan dalam hati mengenai permasalahan ini.
Mereka juga berjanji akan menyelidiki mengenai kasus ini lebih lanjut lagi nanti setelah kompetisi murid dalam selesai dilakukan.
“Baiklah karena para tetua yang ada di sana memiliki itikad baik, kalau begitu kami berdua tidak akan memperpanjang masalah ini, lagi pula kami di sini untuk memenangkan kompetisi murid dalam ini,” ucap Han Chen.
“Master, kami berdua akan langsung menuju arena yang sudah ditentukan, kami akan berjuang keras untuk memenangkan kompetisi ini. Master bisa tenang dan melihat penampilan kami berdua dari sini,” ucap Fang Yin.
“Kalian berdua semakin kuat saja rasanya, tapi aku berharap kalian bisa memenangkan kompetisi ini, berjuanglah dan raih peringkat satu dan dua,” ucap Kakek Zhao Junpeng bisa didengar semua orang.
“Baik.” Han Chen dan Fang Yin kemudian memilih arena yang memiliki paling banyak murid di dalamnya, mereka berdua saat ini sudah masuk ke arena dan siap untuk memberikan serangan pembukaan.
“Baiklah, karena semua peserta sekarang sudah berkumpul di arena, aku sebagai pengawas tertinggi kompetisi ini akan menghitung mundur dalam … ”
“Tiga … ”
“Dua … ”
“Satu … ”
Semua murid yang ada di atas arena langsung saling menyerang dan bertahan sesuai dengan strategi masing-masing, tapi semua itu langsung terhenti ketika Han Chen menyapu bersih para murid dengan satu serangan yang kuat.
__ADS_1
“Jantung Pedang - Kubah Pertahanan Pedang!” Han Chen langsung memberikan serangan dari salah satu bentuk pertahanan pedangnya, banyak murid inti dan para tetua yang menyaksikan ini berkata bahwa Han Chen memanglah seorang jenius.
Kubah itu awalnya hanya menyelimuti tubuh Han Chen, namun setelah beberapa saat kubah itu membesar secara konstan dan perlahan membesar sehingga bisa menyapu bersih semua murid yang ada dalam arena.
“Dia ternyata seorang kultivator jalan pedang, apa hubungannya dengan Klan Han di masa lalu ya? Aku sepertinya tidak asing dengan teknik tersebut?”
“Memangnya yang memiliki teknik mirip seperti itu hanya Klan Han saja? Aku juga sempat melihat teknik yang sejenis dari Keluarga Jun di timur, jadi kita tidak bisa menebaknya dari mana.”
Obrolan antara tetua semakin menyatakan bahwa teknik yang digunakan Han Chen merupakan salah satu teknik penguasaan pedang tingkat tinggi, apalagi tadi Han Chen samar-samar berteriak Jantung Pedang.
Sesuai dengan pengetahuan umum dunia ini, tingkat Jantung Pedang itu hanya bisa dimiliki oleh kultivator pedang setelah berhasil menguasai Niat Pedang dan Tekad Pedang.
Semua orang tahu bahwa melatih teknik berpedang sampai sedalam ini sangat sulit, bahkan untuk para tetua sendiri, belum tentu bisa sampai tahapan ini.
“Beruntung sekali Tetua Zhao Junpeng memiliki murid yang sangat berbakat sepertinya.”
“Bukan hanya dia saja tetua, lihatlah perempuan itu, dia bahkan tidak kalah ganasnya dari anak muda tadi. Dan secara kekuatan sepertinya perempuan itu lebih unggul dari anak muda tadi.”
“Dia sangat mengagumkan, aku akan membuatnya menikah dengan anakku, tidak masalah bukan Tetua Zhao Junpeng?” Sebuah suara yang tidak asing terdengar dari langit.
Para tetua dan semua murid langsung memberikan hormatnya pada seseorang yang tiba-tiba muncul dari atas langit dan duduk di kursi ketua sekte, yang tepat berada di tengah kursi para tetua.
“Selamat Datang, Ketua Sekte! Untuk masalah yang Anda katakan tadi, saya mohon maaf, karena tidak bisa membuatnya menjadikan menantu Anda. Karena murid saya yang di sanalah yang akan menjadi suaminya di masa depan,” jawab Kakek Zhao Junpeng.
“Hee … ternyata mereka memang sepasang kekasih ya, kalau begitu mari kita saksikan pertandingan ini sampai akhir, setelah itu kita akan membahas masalah ini lagi nanti,” tegas Ketua Sekte.
Kakek Zhao Junpeng sebenarnya tidak suka dengan sikap Ketua Sekte. Namun, dia belum bisa menampakkannya sekarang, karena belum waktunya untuk bergerak.
“Saya harap semuanya akan baik-baik saja. Dan meskipun saya ini lemah, tapi jika ada yang mengganggu kedua murid berharga saya ini, maka jangan salahkan saya untuk bertindak lebih jauh,” ucap Kakek Zhao Junpeng pada semua orang.
__ADS_1
Sebenarnya ancamannya itu, dia tunjukkan pada Ketua Sekte, dia sendiri sendiri ingin memulai sedikit percikan karena tepat setelah mereka kompetisi ini selesai, dia dan semua orang akan bergerak sesuai rencana.
Han Chen dan Fang Yin bisa sudah diperkirakan akan sampai pada semifinal, mereka berdua mengalahkan semua lawannya hanya dalam waktu kurang dari satu dupa saja.
Sampai akhirnya babak semifinal sudah dimulai, dengan peserta yang lolos yaitu Han Chen vs Wang Fei Hung dan Fang Yin vs Jia Li.
“Pertandingan babak semifinal akan segera dimulai, diharapkan pada Murid Han Chen dan Murid Wang Fei Hung untuk masuk ke arena!” Tetua pengawas memberikan instruksi.
Han Chen langsung naik ke arena, dia memberikan hormat pada lawannya dan kemudian dia sudah bersiap dengan senjata serta kuda-kudanya.
Ketika pertandingan hendak dimulai, Wang Fei Hung menyerah dan menyatakan diri kalah serta tidak berniat melawan monster seperti Han Chen.
“Kenapa kamu menyerah? Bukankah kita tidak akan tahu sebelum pertandingan benar-benar dimulai?” tanya Han Chen.
“Maaf! Aku tidak berniat membuat tubuhku cacat dengan bertarung melawanmu, kamu sudah setara dengan kekuatan para murid inti, jadi aku menyerah saja,” ucap Wang Fei Hung.
“Baiklah, aku menghormati keputusanmu,” jawab Han Chen.
“Murid Han Chen melaju menuju final!”
Dan Fang Yin juga mendapatkan perlakuan yang sama dengan Han Chen, lawannya juga menyerah sebelum bertanding karena tidak mau melawannya.
“Kalau begitu kita akan langsung masuk ke babak final, yaitu Murid Han Chen dan Murid Fang Yin. Pertarungan akan segera dimulai, kalian berdua silakan menuju ke arena,” teriak Tetua Pengawas.
Han Chen dan Fang Yin sudah naik ke arena, bukannya bertarung mereka malah melakukan sesuatu yang membuat semua orang menahan nafasnya.
“Tolong dengarkan kami berdua semuanya, tapi sebelumnya terima kasih pada Ketua Sekte yang sudah hadir dalam kompetisi ini,” buka Han Chen.
“Dan juga Raja Kota Kong dari Keluarga Kong yang dari tadi terlihat sangat membenci saya, serta para tetua yang tidak mengharapkan saya menjadi pemenang dari kompetisi ini,” sambung Han Chen.
__ADS_1
“Saya di sini ingin memberikan sebuah pertunjukkan yang memalukan yang dilakukan oleh para murid inti yang menyerang kami dan yang lebih mengejutkan adalah mereka adalah pengguna seni bela diri dari ras iblis, bukankah ini sangat memalukan untuk seorang kultivator manusia?” tanya Han Chen memancing amarah semua orang.
“Apa kamu mengatakan omong kosong, dengan pernyataanmu ini, kamu sama saja telah memfitnah para murid inti dan para tetua sebagai masternya, apakah kamu memiliki bukti yang bisa dipertanggungjawabkan?” tegas Ketua Sekte mencoba untuk tetap tenang.